Minggu, 06 Sep 2026 19:28 WIB

Wali Kota Eri Targetkan Surabaya Zero Pernikahan Dini di 2024

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 25 Sep 2023 14:18 WIB
Kantor Pemerintah Kota Surabaya
Kantor Pemerintah Kota Surabaya

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut bahwa angka pernikahan dini di Kota Pahlawan adalah yang terendah di Jawa Timur. Meski demikian, Pemkot Surabaya terus berupaya untuk merealisasikan zero cases untuk pernikahan dini, terutama di tahun 2024 mendatang.

"Surabaya ini yang terendah di Jawa Timur angka pernikahan dininya, itu disampaikan langsung oleh Pengadilan Agama. Dan tahun 2024 kita mencanangkan Zero Pernikahan dini," kata Eri Cahyadi, kepada selalu.id, Senin (25/9/2023).

Baca Juga: Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Untuk mencapai zero pernikahan dini ini, Eri mengungkapkan bahwa Pemkot telah melakukan penandatangan MoU Pengadilan Agama (PA) dan Kementerian Agama (Kemenag) untuk upaya untuk mencegah upaya pernikahan dini tersebut.

"Kita sudah MoU dan berdiskusi terkait hal itu. Jadi ketika ada stunting atau angka kematian ibu dan anak dan stunting itu salah satu faktor terbesarnya disebabkan oleh pernikahan sebelum umurnya. Sehingga rawan terhadap penyakit, kematian," ujarnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Eri menjelaskan untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak, Pemkot Surabaya telah melakukan langkah dengan sosialisasi terkait Pernikahan di bawah umur.

"Pernikahan di bawah umur ini dampaknya luar biasa. Satu terhadap keluarga, kedua keselamatannya istri. Oleh karena itu orang tua diberikan edukasi dan nanti kita tidak memberikan izin lagi sesuai dengan peraturan yang ada di Indonesia maupun yang kita perkuatkan dengan Perda dan Perwali," tegasnya.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Eri berharap Pemkot bersama DPRD bisa mencapai target pernikahan dini di tahun 2024. Hal itu pula mengurangi angka kematian ibu dan anak.

"Karena tujuan menikah itu menghentikan pernikahan itu tidak tapi dampaknya yang luar biasa yang menyebabkan dampak kematian ibu dan anak dan stunting. Nasibnya manusia itu kan menjadi tidak baik. Oleh karena itu kita mengambil sebuah keputusan," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.