Selasa, 03 Feb 2026 13:29 WIB

Wali Kota Eri Targetkan Surabaya Zero Pernikahan Dini di 2024

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 25 Sep 2023 14:18 WIB
Kantor Pemerintah Kota Surabaya
Kantor Pemerintah Kota Surabaya

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut bahwa angka pernikahan dini di Kota Pahlawan adalah yang terendah di Jawa Timur. Meski demikian, Pemkot Surabaya terus berupaya untuk merealisasikan zero cases untuk pernikahan dini, terutama di tahun 2024 mendatang.

"Surabaya ini yang terendah di Jawa Timur angka pernikahan dininya, itu disampaikan langsung oleh Pengadilan Agama. Dan tahun 2024 kita mencanangkan Zero Pernikahan dini," kata Eri Cahyadi, kepada selalu.id, Senin (25/9/2023).

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Untuk mencapai zero pernikahan dini ini, Eri mengungkapkan bahwa Pemkot telah melakukan penandatangan MoU Pengadilan Agama (PA) dan Kementerian Agama (Kemenag) untuk upaya untuk mencegah upaya pernikahan dini tersebut.

"Kita sudah MoU dan berdiskusi terkait hal itu. Jadi ketika ada stunting atau angka kematian ibu dan anak dan stunting itu salah satu faktor terbesarnya disebabkan oleh pernikahan sebelum umurnya. Sehingga rawan terhadap penyakit, kematian," ujarnya.

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

Eri menjelaskan untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak, Pemkot Surabaya telah melakukan langkah dengan sosialisasi terkait Pernikahan di bawah umur.

"Pernikahan di bawah umur ini dampaknya luar biasa. Satu terhadap keluarga, kedua keselamatannya istri. Oleh karena itu orang tua diberikan edukasi dan nanti kita tidak memberikan izin lagi sesuai dengan peraturan yang ada di Indonesia maupun yang kita perkuatkan dengan Perda dan Perwali," tegasnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi

Eri berharap Pemkot bersama DPRD bisa mencapai target pernikahan dini di tahun 2024. Hal itu pula mengurangi angka kematian ibu dan anak.

"Karena tujuan menikah itu menghentikan pernikahan itu tidak tapi dampaknya yang luar biasa yang menyebabkan dampak kematian ibu dan anak dan stunting. Nasibnya manusia itu kan menjadi tidak baik. Oleh karena itu kita mengambil sebuah keputusan," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.