Selasa, 03 Nov 2026 06:30 WIB

Wali Kota Eri Targetkan Surabaya Zero Pernikahan Dini di 2024

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 25 Sep 2023 14:18 WIB
Kantor Pemerintah Kota Surabaya
Kantor Pemerintah Kota Surabaya

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut bahwa angka pernikahan dini di Kota Pahlawan adalah yang terendah di Jawa Timur. Meski demikian, Pemkot Surabaya terus berupaya untuk merealisasikan zero cases untuk pernikahan dini, terutama di tahun 2024 mendatang.

"Surabaya ini yang terendah di Jawa Timur angka pernikahan dininya, itu disampaikan langsung oleh Pengadilan Agama. Dan tahun 2024 kita mencanangkan Zero Pernikahan dini," kata Eri Cahyadi, kepada selalu.id, Senin (25/9/2023).

Baca Juga: Antisipasi Harga BBM Naik, DPRD Sebut Pemkot Surabaya Harus Hitung Ulang Anggaran BTT

Untuk mencapai zero pernikahan dini ini, Eri mengungkapkan bahwa Pemkot telah melakukan penandatangan MoU Pengadilan Agama (PA) dan Kementerian Agama (Kemenag) untuk upaya untuk mencegah upaya pernikahan dini tersebut.

"Kita sudah MoU dan berdiskusi terkait hal itu. Jadi ketika ada stunting atau angka kematian ibu dan anak dan stunting itu salah satu faktor terbesarnya disebabkan oleh pernikahan sebelum umurnya. Sehingga rawan terhadap penyakit, kematian," ujarnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Targetkan 5 Rumah Pompa Baru Beroperasi Desember

Eri menjelaskan untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak, Pemkot Surabaya telah melakukan langkah dengan sosialisasi terkait Pernikahan di bawah umur.

"Pernikahan di bawah umur ini dampaknya luar biasa. Satu terhadap keluarga, kedua keselamatannya istri. Oleh karena itu orang tua diberikan edukasi dan nanti kita tidak memberikan izin lagi sesuai dengan peraturan yang ada di Indonesia maupun yang kita perkuatkan dengan Perda dan Perwali," tegasnya.

Baca Juga: Aturan Operasional Pasar Tanjungsari Surabaya Dikeluhkan: Pedagang Tugi, Buah Cepat Busuk

Eri berharap Pemkot bersama DPRD bisa mencapai target pernikahan dini di tahun 2024. Hal itu pula mengurangi angka kematian ibu dan anak.

"Karena tujuan menikah itu menghentikan pernikahan itu tidak tapi dampaknya yang luar biasa yang menyebabkan dampak kematian ibu dan anak dan stunting. Nasibnya manusia itu kan menjadi tidak baik. Oleh karena itu kita mengambil sebuah keputusan," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Tanpa Ronaldo, Al Nassr Hajar Pakhtakor 6-2 di ACL

Bermain sebagai tim tamu tidak membuat mental Al Nassr ciut. Justru mereka langsung menekan sejak menit awal.

Heboh! Seorang Perempuan Tuntut Pajak Pembalut ke Mahkamah Konstitusi

Pemohon menuntut kepastian hukum yang adil atas barang kebutuhan pokok yang memperoleh fasilitas PPN.

7 Anggota Polrestabes Surabaya Diperiksa Propam Polda Jatim, Ini Dugaan Pelanggarannya

Kombes Pol Iman Setiawan menyebut proses penanganan internal sejatinya sudah bergulir sejak beberapa waktu lalu melalui tahap pemanggilan dan klarifikasi.

Dear Bunda, Bayar Belanja Online Bentar Lagi Bisa Pakai WhatsApp Loh..

Meski demikian, pihak WhatsApp belum memberikan pengumuman resmi mengenai tanggal perilisan fitur-fitur baru ini untuk pengguna umum.

Usung Komedi Cinta Beda Alam dan Agama, Film 'Piye To Kih' Siap Kocok Perut Penggemar Bioskop

Mengusung genre komedi, drama, dan misteri, film ini membawa pesan mendalam tentang pentingnya memantaskan diri.

KPAI Sebut Perlindungan Anak jangan Hanya Reaktif, Dorong RUU Pengasuhan Masuk Prolegnas

KPAI menegaskan bahwa negara tidak boleh terus-menerus memakai pola "pemadam kebakaran" atau baru bergerak setelah ada tragedi.