Rabu, 22 Jul 2026 01:23 WIB

Wali Kota Eri Targetkan Surabaya Zero Pernikahan Dini di 2024

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 25 Sep 2023 14:18 WIB
Kantor Pemerintah Kota Surabaya
Kantor Pemerintah Kota Surabaya

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut bahwa angka pernikahan dini di Kota Pahlawan adalah yang terendah di Jawa Timur. Meski demikian, Pemkot Surabaya terus berupaya untuk merealisasikan zero cases untuk pernikahan dini, terutama di tahun 2024 mendatang.

"Surabaya ini yang terendah di Jawa Timur angka pernikahan dininya, itu disampaikan langsung oleh Pengadilan Agama. Dan tahun 2024 kita mencanangkan Zero Pernikahan dini," kata Eri Cahyadi, kepada selalu.id, Senin (25/9/2023).

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Untuk mencapai zero pernikahan dini ini, Eri mengungkapkan bahwa Pemkot telah melakukan penandatangan MoU Pengadilan Agama (PA) dan Kementerian Agama (Kemenag) untuk upaya untuk mencegah upaya pernikahan dini tersebut.

"Kita sudah MoU dan berdiskusi terkait hal itu. Jadi ketika ada stunting atau angka kematian ibu dan anak dan stunting itu salah satu faktor terbesarnya disebabkan oleh pernikahan sebelum umurnya. Sehingga rawan terhadap penyakit, kematian," ujarnya.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Eri menjelaskan untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak, Pemkot Surabaya telah melakukan langkah dengan sosialisasi terkait Pernikahan di bawah umur.

"Pernikahan di bawah umur ini dampaknya luar biasa. Satu terhadap keluarga, kedua keselamatannya istri. Oleh karena itu orang tua diberikan edukasi dan nanti kita tidak memberikan izin lagi sesuai dengan peraturan yang ada di Indonesia maupun yang kita perkuatkan dengan Perda dan Perwali," tegasnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Eri berharap Pemkot bersama DPRD bisa mencapai target pernikahan dini di tahun 2024. Hal itu pula mengurangi angka kematian ibu dan anak.

"Karena tujuan menikah itu menghentikan pernikahan itu tidak tapi dampaknya yang luar biasa yang menyebabkan dampak kematian ibu dan anak dan stunting. Nasibnya manusia itu kan menjadi tidak baik. Oleh karena itu kita mengambil sebuah keputusan," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.