Kamis, 04 Jun 2026 08:35 WIB

Surabaya Darurat Narkoba, BNN: Banyak Anak-anak Konsumsi Sabu

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 07 Sep 2023 12:41 WIB
Kantor BNN
Kantor BNN

selalu.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) wilayah Kabupaten/Kota Surabaya menyebut terdapat total 24 Kelurahan yang dinyatakan sebagai wilayah darurat narkoba kategori bahaya.

Kasi Humas BNN Kabupaten/Kota Surabaya, Singgih Pratomo mengatakan dalam menentukan indikasi level darurat narkoba, terdapat beberapa indikator yang bisa digunakan, yakni: aman, siaga, waspada, dan bahaya. Ironisnya, dari 154 kelurahan yang ada di Surabaya, 24 kelurahan diantaranya dalam kategori 'bahaya'. Selain itu juga, Singgih menambahkan bahwa masyarakat kelas bawah adalah kelompok paling rentan terpapar.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Ironisnya beberapa indikator skala penilaian kedaruratan narkoba, kota Surabaya memiliki semuanya, yakni, banyak tempat hiburan malam, ada kasus pemakaian, pengedar, temuan barang bukti, kasus tidak kriminalitas dan termasuk angka kemiskinan yang masih tinggi, karena rata-rata korban adalah masyarakat dari kalangan kelas menengah kebawah," kata Singgih saat dihubungi, Kamis (7/9/2023).

Singgih menjelaskan perkembangan kasus narkoba di Surabaya sejak 2020 begitu mengkhawatirkan. Bahkan BNNK Surabaya pernah menemukan anak yang baru berusia 8 tahun tapi sudah mengonsumsi sabu-sabu. Menurutnya banyak faktor yang membuat anak 8 tahun terpapar dan mengkonsumsi sabu-sabu, yakni salah satunya adalah faktor keluarga.

“Dia keluarga broken home ibunya bekerja di warung kopi. Kakaknya pakai, adiknya juga ikutan pakai, anak-anak bergaul di lingkungan orang dewasa, ya mau bagaimana dikuatkan dari sektor keluarga,” jelasnya.

Sedangkan dengan perkembangan kasus pemakaian narkoba pada 2021-2023 di Surabaya, Singgih menyampaikan bahwa pelajar SMP dan SMA juga ada banyak yang terpapar.

"Pelajar banyak jumlahnya, puluhan. Tren 2023 sama pasca Covid, paling banyak injek ekstasi. Saat sidak di hiburan malam juga banyak yang positif. Kalau sabu, trennya dari tahun ke tahun memang naik. Banyak dari mereka yang mengkonsumsi sabu untuk dopping di pekerjaan mereka," paparnya.

Berikut 24 Kelurahan di Surabaya yang dikategorikan sebagai daerah Darurat Narkoba kategori Bahaya.

1.KELURAHAN KENJERAN

2.KELURAHAN SUKOLILO BARU

3.KELURAHAN GUNDIH

4.KELURAHAN TEMBOK DUKUH

5.KELURAHAN DUKUH PAKIS

6.KELURAHAN BULAK BANTENG

7.KELURAHAN TAMBAK WED

8.KELURAHAN DUPAK

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

9.KELURAHAN MOROKREMBANGAN KELURAHAN PERAK UTARA

10.KELURAHAN MEDOKAN AYU

11.KELURAHAN BANYUURIP

12.KELURAHAN PAKIS

13.KELURAHAN PETEMON

14.KELURAHAN PUTAT JAYA

15.KELURAHAN SIDOTOPO

16.KELURAHAN WONOKUSUMO

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

17.KELURAHAN SIMOLAWANG

18.KELURAHAN DR SUTOMO

19.KELURAHAN KEDUNGDORO

20.KELURAHAN TEGALSARI

21.KELURAHAN BABATAN

22.KELURAHAN SIWALANKERTO

24.KELURAHAN SAWUNGGALING

Editor : Ading
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.