Rabu, 22 Jul 2026 19:32 WIB

Berbenah, Pemkot Surabaya Usir Penghuni Liar yang Tinggal di Pasar Keputran

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 24 Agu 2023 12:00 WIB
Pasar Keputran
Pasar Keputran

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan penataan dan perapian ulang Pasar Keputran agar menjadi lebih bersih dan nyaman untuk pedagang maupun pembeli.

Oleh karenanya, Pemkot Surabaya juga melakukan tindakan tegas terhadap kendaraan yang melakukan bongkar muat liar di sepanjang kawasan Jalan Keputran.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Kepala Satpol PP Surabaya, Muhamad Fikser mengatakan kendaraan yang melakukan bongkar muat liar itu biasanya yang mensuplai barang dagangan kepada PKL pedestrian yang mengakibatkan pedestrian Jalan Keputran menjadi kotor.

"Kenapa kita harus ditindak? Karena bongkar muat di luar itu membuat area di luar menjadi kotor, bekas-bekas dari bongkar muat itu. Yang kedua kemudian, itulah yang mensuplai kepada pedagang (PKL) di luar pasar," tegasnya.

Pemkot Surabaya juga akan melakukan operasi yustisi kepada orang-orang yang tinggal secara liar atau ilegal di dalam Pasar Keputran sejak Rabu (23/8/2023) kemarin. Fikser bilang petugas tengah berfokus di lantai dua Pasar Keputran. Sebab, lokasi tersebut digunakan sejumlah orang untuk tempat tinggal.

"Pasca penghalauan (pedagang liar,red)), kami mengembalikan fungsi di dalam (pasar,red)) agar tidak dipakai tempat tinggal, maka itu (tempat tinggal,red) dibongkar," kata Fikser, Kamis (24/8/2023).

Fikser menyebut, sejumlah orang yang tinggal di Pasar Keputran sudah dipulangkan ke daerah masing-masing. Namun, beberapa diantara mereka masih menempati lantai dua pasar itu.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

“Sasaran selanjutnya, mereka yang masih tinggal di pasar. Termasuk lansia di sini sudah dibawa ke Liponsos untuk dipulangkan, itu juga dilakukan mulai kemarin," jelasnya.

Lebih lanjut Fikser menyampaikan bahwa pihaknya bakal menerjunkan anggotanya untuk memperbaiki beberapa titik di Pasar Keputran. Agar para pedagang maupun pembeli dapat melakukan transaksi dengan nyaman.

"Ada delapan akses (Pasar Keputran) akan kami buka. Kemudian melakukan pengecatan di dalam gedung, dan mengganti lampu penerangan yang rusak," ucapnya.

Selain itu, Fikser juga meminta petugas mengurus seluruh area yang ada di luar Pasar Keputran. Yakni, mulai dari pembersihan sampah, hingga penataan lokasi parkir kendaraan.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

“Kami merapikan pedestrian yang selama ini enggak maksimal, pembersihan saluran yang buntu ditumpukin sampah, juga penataan parkir. Kita minta pedagang agar tidak bongkar muat di luar,” ujar dia.

Berdasarkan pantauan selalu.id, akses menuju Pasar Keputran dari sejumlah arah tampak dijaga petugas. Mereka bertanya terkait tujuan kepada setiap supir mobil boks pembawa sayur yang hendak masuk.

Sedangkan, area Pasar Keputran yang biasa digunakan para pedagang liar juga sudah mulai bersih. Mereka tampak tidak lagi berjualan di sepanjang Jalan Dinoyo hingga Jalan Keputran.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.