Rabu, 22 Jul 2026 11:02 WIB

Pertama Dalam Sejarah, Pelantikan Pengurus Kartar Kecamatan Bulak Surabaya Dihadiri Ribuan Pemuda

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 31 Jul 2023 14:38 WIB
Suasana pelantikan pengurus Karang Taruna Kecamatan Bulak, Surabaya
Suasana pelantikan pengurus Karang Taruna Kecamatan Bulak, Surabaya

selalu.id - Pelantikan pengurus Karang Taruna di Kecamatan Bulak, Surabaya dihadiri sekitar dua ribu pemuda sembari menggelar sholawatan, di halaman Taman Suroboyo, Kenjeran, pada Minggu (30/7/2023) malam.

Ketua Karang Taruna Surabaya, Fuad Benardi mengungkapkan bahwa pelantikan pengurus di Kecamatan itu merupakan pertama kali dalam sejarah dihadiri ribuan orang yang berasal dari berbagai Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP).

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

"Dari dulu tidak ada kepikiran kalau pelantikan pengurus digelar sholawatan. Biasanya pelantikan Karang Taruna di Gedung Kecamatan, dan hanya 100an orang yang paling. Tapi kali ini konsep berbeda ribuan pemuda yang datang,"kata Fuad, kepada Selalu.id, Senin (31/7/2023).

Fuad berharap dengan adanya acara sholawatan para pemuda tersebut membuat pergerakkan Karang Taruna di Surabaya lebih aktif lagi.

"Dengan acara sebegitu besarnya, Karang Taruna tidak dianggap vakum. Tidak hanya Agustusan saja. Dengan adanya itu bisa menggerakkan anak muda Karang Taruna yang disana sekaligus memberikan manfaat. Bagaimana pun karang taruna juga organisasi giat kepemudaan,"ungkapnya.

Sementara Ketua Karang Taruna Kecamatan Bulak, Moh. Amirul Mukminin menyampaikan bahwa pelantikan pengurus di wilayahnya juga mengajak para pemuda dari OKP dan dihadiri oleh pemuda dari berbagai pemeluk agama.

"Kita undang OKP dari religius, sosial, nasionalis juga hadir, bahkan menghadirkan pemuda-pemuda agama Katolik, Hindu, dan lain-lain,"jelasnya.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Amirul menjelaskan bahwa konsep acara pelantikan tersebut tetap mengutamakan pancasila. Jadi tak hanya religius, namun juga sosialis dan nasionalisme.

"Kita pakai konsep layaknya pancasila, nasional banget. Kita tak membedakan perbedaan agama,"tuturnya.

Selain itu, penggelaran pelantikan pengurus di halaman Taman Suroboyo itu tak hanya hanya berdzikir dan sholawatan saja. Namun, ini lebih bisa menyatu dengan masyarakat sekitar.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Kita konsep dzikir dan sholawat untuk surabaya hebat. Kita warga pesisir memang mayoritasnya religius. Tapi kita juga menunjukkan bahwa para pemuda itu bagian dari masyarakat, intinya kita menyatu dengan masyarakat,"terangnya.

"Kalau tak menyatu kita harus ada ditengah tengah masyarakat. Sehingga kita tahu keluhan keluhan apa saja masyarakat hari ini, terutama di Kecamatan Bulak," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.