Selasa, 20 Okt 2026 14:15 WIB

KPLB Diberikan pada Asisten Pemkot, DPRD Surabaya: Mereka Memang Baik tapi Tak Istimewa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 05 Jul 2023 10:03 WIB
Imam Syafi'i, anggota komisi A DPRD Surabaya
Imam Syafi'i, anggota komisi A DPRD Surabaya

selalu.id - DPRD Surabaya mempertanyakan terkait Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) terhadap pejabat yang seharusnya diberikan pada Lurah dan Camat dan bukannya diberikan pada Asisten Pemkot Surabaya.

Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Imam Syafi'i menilai Lurah dan Camat lebih memiliki kinerja yang lebih bagus, inovatif dan kreatif. Terlebih lagi mereka garda terdepan pelayanan publik Pemkot Surabaya.

"Kok ternyata yang diusulkan kenaikan pangkat luar biasa bukan ASN yang langsung frontliner dengan masyarakat contohnya Lurah-Camat. Yang terus terang sangat berkeringat hari-hari ini," ungkap Imam kepada selalu.id, Rabu (6/7/2023).

Imam pun mempertanyakan usulan Eri Cahyadi yang merekomendasikan KPLB kepada Asisten 1 (Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat) Erna Purnawati dan Asisten 3 (Asisten Administrasi Umum) Febria Rachmanita.

"Asisten dua bu Erna dan Bu Feni. Mereka memang baik tapi ndak istimewa. Harusnya betul-betul istimewa, nah ukurannya apa? Ada inovasinya nggak? Kreatif nggak?" jelasnya.

Menurutnya, hal itu pula juga mematikan harapan Lurah dan Camat yang kinerjanya lebih baik. Bahkan, kerjanya bukan hanya 24 jam tetapi 26 jam sehari.

"Itu kan jadi percuma, janji tapi yang dikasihkan assisten-assisten itu. Saya pikir ndak perlu. Yang penting kan mereka yang betul-betul membuktikan kinerja dan inovasi," ucapnya.

Mengingat peristiwa seperti yang dialami mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya Justamadji dan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Suharto Wardoyo tidak terulang kembali.

"Kejadian Justamadji kemudian juga pak Anang itu kan luar biasa kan. Orang baik tapi kemudian mendapat tempat yang tidak baik dijadikan fungsional ndak ada pekerjaannya," katanya.

"Padahal Surabaya masih membutuhkan orang-orang seperti mereka. Jangan sampai ada lagi kasus  meng-Anang-kan atau meng-Justamaji-kan lagi kepada pejabat-pejabat yang berprestasi," imbuhnya,

Di sisi lain, informasi yang didapat selalu.id, beredar kabar bahwa bahwa rotasi atau mutasi lima pejabat lebih yang akan dilakukan oleh Wali Kota Eri Cahyadi, salah satunya tidak menutup kemungkinan salah satu pejabat Asisten yang akan turun jabatan sebagai Staf Ahli Pemkot Surabaya.

Diketahui pula beredar informasi ada empat Kepala Dinas yang mengikuti uji kompetensi seiring kabarnya rotasi mutasi pejabat, yakni Kadiskominfo Muhammad Fikser, Kasatpol PP Eddy Christijanto, Kadispendukcapil Agus Imam Sonhanji, Kadis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Dedik Irianto, dan Staf Ahli Afgani Wardana. (Ade/Adg)

Baca Juga: Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ritual Malam Anggoro Kasih di Sendang Agung, Warga Sidoarjo Jaga Nilai Luhur Budaya Jawa

Hari dan pasaran itu diyakini memiliki makna spiritual khusus.

Bupati Subandi: Pokir DPRD Sidoarjo Harus Selaras Regulasi dan Kebutuhan Rakyat

Tujuannya agar setiap usulan pembangunan tidak hanya jadi wacana, tetapi benar-benar sesuai aturan, prioritas, dan mampu dirasakan masyarakat.

150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

"Bisa juga menyebabkan atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon yang tahapan berikutnya bisa berdampak berupa penyakit kanker," ungkap Kepala BPOM RI.

Top 5 Berita: Prabowo Ratas hingga Perda Air Limbah

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (19/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026) pagi. Pembaca tertarik pada pemberitaan

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.