Minggu, 06 Sep 2026 20:55 WIB

Wadul ke Armuji, Warga Tolak Perluasan Pembangunan Cluster Garden Ville 2, Ini Alasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 30 Mei 2023 19:50 WIB
Armuji bersama warga Garden Ville 2 Graha Natura
Armuji bersama warga Garden Ville 2 Graha Natura

Selalu.id - Puluhan warga Cluster Garden Ville 2 mengguruduk Kantor Perumahan Graha Natura, Lontar, Kota Surabaya, Selasa (30/5/2023).

Puluhan warga itu melakukan demo terkait menolak perluasan pembangunan Cluster Garden Villa 2. Mereka meminta fasilitas umum (fasum) perumahan yang kini rata dengan tanah untuk dikembalikan seperti semula.

"Apa yang diinginkan warga, harus dikembalikan sebagaimana dibeli. saya tentu mendukung langkah yang ditempuh warga," kata Sunardi, Ketua RT 1 RW 6 Lontar.

Kemudian, salah satu perwakilan warga, Santoso mengatakan bahwa pihaknya merasa dibohongi oleh pihak Graha Natura. Sejak 2018 lalu dirinya bersama warga membeli Cluster Garden Ville 2 Graha Natura pada 2018.

Kata dia, awal mulanya polemik itu oleh para pengembang, warga dijanjikan hunian eksklusif 24 rumah beserta fasilitas umum (fasum) berupa taman dan pepohonan.

Masalah mulai muncul saat pengembang Graha Natura ingin memperluas perumahan dengan membabat habis fasum warga. Warga lalu menyatakan protes ke pengembang.

Bahkan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji turun tangan dengan polemik itu. Santoso puna mencerikan Wadul ke Wawali Armuji adanya perbedaan site plan yang dimiliki warga dengan pengembang.

Kata dia, site plan versi pengembang sama dengan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman serta Perumahan (DPRKPP) Kota Surabaya.

Menurutnya, site plan versi warga sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya. Anehnya lagi, DPRKPP memiliki 2 site plan yang berbeda di tanggal yang sama.

"Aneh, penerbitan site plan tanggal sama, tahun sama, tapi (ada site plan) berbeda," ungkapnya.

Sementara itu, mendengar keluhan warga Wawali Armuji meminta site plan yang dikeluarkan DPRKPP dikoreksi. Sebab, site plan yang awalnya untuk fasum berubah menjadi hunian.

"Ini kan suatu tanda tanya besar. otomatis disitu juga ada hal yang diuntungkan dengan adanya replanning untuk membangun suatu rumah disitu," tegasnya.

Armuji menuding perubahan site plan DPRKPP menguntungkan pihak tertentu. Di satu sisi, warga jelas dirugikan karena telah kehilangan fasum.

"Namanya beli (rumah), site plannya jelas dengan site plan yang aslinya. Terus ujug-ujug ada replanning dibangunkan rumah. Berarti disitu ada keuntungan. Yang dirugikan ya warga yang beli disitu sudah lama," urai Cak Ji.

Dirinya pun meminta DPRKPP karena kegegabahannya dievaluasi. Karena site plan baru DPRKPP dianggap merugikan warga. "Warga kita dengarkan, apa yang kita lihat seperti ini kita suarakan," pungkasnya. (Ade)

Baca Juga: Soal Foto Armuji Tak Dipasang di Poster Soekarno Cup 2026, Begini Jawaban Halus Panitia

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.