• Loadingselalu.id
  • Loading

Rabu, 04 Okt 2023 13:31 WIB

DPRD Surabaya Menyayangkan Program ASBAS Pemkot Surabaya untuk Warga Miskin Tak Merata

Anggota Komisi A DPRD Surabaya Imam Syafi'i

Anggota Komisi A DPRD Surabaya Imam Syafi'i

Selalu.id - DPRD Surabaya menilai program Ayo Sinau Bareng Arek Suroboyo (ASBAS) yang digagas oleh Pemerintah Kota melalui Dinas Pendidikan tidak sepenuhnya merata.

Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Imam Syafi'i mengaku bahwa terdapat beberapa kelurahan yang tidak terjamah program tersebut. Padahal program yang dicanangkan untuk memupuk pengetahuan siswa-siswi yang berstatus Gamis itu, seharusnya terdapat di setiap Taman Baca Masyarakat (TBM).

Baca Juga: Fasum Dijadikan Hunian, Warga Graha Natura Lapor DPRD Surabaya

Program yang memberikan pendampingan belajar bagi anak-anak di berbagai RW dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa, guru untuk peduli terhadap Pendidikan Kota Surabaya

"Mohon maaf, kebanyakan warga yang masuk kategori MBR di kampung-kampung itu tidak punya fasilitas pendukung. Jika dibandingkan dengan yang berprestasi akademik dan non akademik itu mereka anak-anak yang berpunya atau memiliki fasilitas," kata Imam, kepada selalu.id, Selasa (15/5/2023).

Oleh karena itu, Imam menyayangkan program ASBAS yang diresmikan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi paada 2 September 2022 itu tak bisa mencakup seluruh siswa-siswi dari warga berstatus Gamis yang berhak mendapatkan program les gratis tersebut.

Apalagi, program tersebut telah bekerjasama dengan mahasiswa penerima Beasiswa Pemuda Tangguh Pemkot Surabaya, mahasiswa di sekitar lokasi TBM atau balai RW dan guru pendidik.

Diketahui pula, mahasiswa penerima Beasiswa Pemuda Tangguh Pemkot Surabaya diminta untuk menandatangani Surat Perintah Kerja (SPK) pada 6-7 Februari 2023 lalu di Gedung Nasional Indonesia. 

Baca Juga: Legislator NasDem Pertanyakan Kenaikan Anggaran Kunker Luar Negeri DPRD Surabaya

Pada SPK tersebut tertulis bahwa pasal 2 ayat (4) menyatakan mahasiswa wajib untuk memberikan laporan terkait program yang dilaksanakan oleh pemerintah Kota Surabaya dalam rangka pengabdian kepada masyarakat Kota Surabaya.

Serta menindaklanjuti Surat Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Nomor 400.5/0445/436.7.16/2023 tanggal 16 Januari 2023 hal keikutsertaan dalam pengabdian kepada masyarakat, maka mahasiswa wajib untuk ikut serta di program ASBAS yang merupakan salah satu program Pemerintah Kota Surabaya.

Bertanda wajib, absensi mahasiswa penerima beasiswa pemkot pada program ASBAS nantinya akan digunakan sebagai syarat pencairan uang saku bulanan. 

Baca Juga: Wacana Anggaran Operasional RT/RW Disoal DPRD, Begini Penjelasan Wali Kota Eri

Meski begitu, para pemuda ini menjalaninya dengan tak kalah semangat. Setelah diberi berbagai pembekalan, program ASBAS kembali dimulai serentak pada Selasa, 14 Februari 2023.

Lebih lanjut, Imam kembali menyayangkan program ASBAS ini tidak dikelola dan diperluas di seluruh balai RW serta TBM yang ada di Surabaya. Bahkan, tambah Imam, hanya 10 persen balai RW dari 1.360 RW di Surabaya yang menjalankan program pembelajaran kepada siswa-siswi berstatus Gamis tersebut.

"Ini menurut saya masih kurang. Saya menemukan dibanyak tempat bahkan di satu RW itu tidak ada di TBM yang ada di balai-balai RW itu hanya 10 persen dari TBM yang mengadakan ASBAS itu, yang lainnya tidak ada, sayang kan," pungkasnya. (Ade) ADV

Editor : Ading