Selasa, 20 Okt 2026 01:50 WIB

Keluh Kesah Biduan Dangdut Surabaya Akibat 'Digoyang' Pandemi Covid-19

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 13 Sep 2020 14:53 WIB
Para biduan saat acara Kopdar APSI Surabaya. (Dari kiri ke kanan) Dessy Arisandi, Reza Amorza, Tutus Monica, dan Nuriska Pramyta
Para biduan saat acara Kopdar APSI Surabaya. (Dari kiri ke kanan) Dessy Arisandi, Reza Amorza, Tutus Monica, dan Nuriska Pramyta

Surabaya (selalu.id) - Meski telah diperbolehkan manggung, namun puluhan biduan Surabaya mengeluh lantaran sepinya job di masa pandemi Covid-19 ini.

Sepinya job tersebut disebut lantaran masih banyaknya larangan panggung dangdut atau electone di beberapa wilayah di Surabaya.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Nuriska Pramyta, salah satu Biduan yang ikuti kopdar APSI Surabaya, di gedung Cak Durasim, Sabtu (12/9/2020) malam mengatakan bahwa masih sebagian Biduan yang bisa mendapatkan job manggung. 

"Sebagian sudah bisa manggung, job-joban, sebagian ada yang belum. Jadi belum lancar seperti dahulu, masih ada yang ragu memberikan ijin, seperti pihak-pihak tertentu," ujarnya.

Saat ditanya pihak mana saja yang tak mengizinkan adanya panggung dangdut, meskipun sudah menjalankan protokol kesehatan, Nuriska menjawab, jika penolakan kebanyakan dari perangkat kampung dan Kepolisian setempat. 

"Dari RT, RW, Kelurahan, Polsek. Malah kalau Polrestabes tau semua, pasti ngebolehin. Sudah tau soal Aliansi Pekerja Seni Indonesia (APSI) Surabaya. Ada beberapa yang enggak boleh, dan itu tertentu sih mas kalau dari wilayahnya," imbuhnya. 

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Ia menerangkan, susahnya para biduan mendapatkan ijin manggung, mayoritas di daerah Surabaya Barat. 

"Di daerah Surabaya Utara sudah banyak yang bisa, tetapi tergantung dari kampungnya. Kalau untuk Surabaya Barat yang belum bisa, dan kebanyakan dari perangkat RT, RW, Kelurahan, dan Polsek setempat," jelasnya. 

Alasan para perangkat tersebut, karena masih ragu dalam memberi ijin. Padahal, keinginan para biduan untuk mendapatkan job nyanyi sudah tinggi. 

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

"Kadang dipersulit, mungkin masih ragu mereka memberikan ijin, padahal kita sudah ijin. Keinginannya seperti yang dahulu, normal lagi, bisa bekerja lagi, kasihankan yang butuh pemasukan, seperti janda seperti saya ini," jelas Nuriska. 

Sementara, Biduan lain yang juga ada di lokasi kopdar APSI Surabaya, Reza Amorza, menjelaskan perihal kopdar kali ini, yang didatangi oleh banyak pihak seperti APSI pusat, dan Dewan Kesenian Provinsi Jawa Timur. 

"Ini Kopdar untuk silaturahmi, dan mempererat, khususnya anggota APSI Surabaya wilayah Barat. Sebagian juga ada pengurus APSI pusat, yang datang ke Korwil Surabaya Barat," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.