Kamis, 22 Okt 2026 22:34 WIB

Sempurnakan Kya-Kya jadi Sister City China, Wali Kota Eri dan Konjen Tiongkok Perkuat Kerjasama

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 11 Apr 2023 13:30 WIB

Selalu.id - Kya-Kya sebagai ikon wisata Pecinan Surabaya tak hanya dibuka kembali sebagai pusat kuliner khas Tiongkok tapi juga dihidupkan secara maksimal sebagai pusat kebudayaan Tiongkok. Terutama, saat ini Indonesia gencar untuk menjalin kerja sama secara bilateral dengan banyak negara untuk menciptakan sister city.

Sister City merupakan konsep penggandengan dua kota yang berbeda lokasi dan administrasi politik dengan tujuan menjalin hubungan budaya dan kontak sosial antarpenduduk, yang bisa dilakukan antar Negara. Kota kembar umumnya memiliki persamaan keadaan demografi dan masalah-masalah yang dihadapi.

Baca Juga: Massa Demo Berpakaian Serba Hitam Mulai Datang di Depan Grahadi Surabaya

Terkait itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak Konsul Jendral Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk menyempurnakan kampung pecinan atau wisata Kya-Kya Surabaya. Wali Kota Eri Cahyadi pun bertemu dengan Konjen RRT Mr Xu Yong bersama rombongannya, kemarin, Senin (10/4/2023) di Balai Kota Surabaya.

Pertemuan itu juga membahas tentang tindak lanjut sister city antara Surabaya dengan sejumlah kota di China sekaligus menyempurnakan Kampung Pecinan atau Wisata Kya-kya.

Eri mengatakan sister city yang sudah dilakukan selama ini dengan sejumlah kota di China. Ia berharap sister city terus diperkuat dan dimasifkan, sehingga dampaknya kepada kedua kota terlihat nyata.

“Jadi, saya berharap tidak hanya sekadar tandatangan sister city saja, tapi harus ada dampak yang nyata bagi kedua belah pihak,” tegas Eri, Selasa (11/4/2023).

Menurutnya, selama ini Surabaya memang sudah menjalin sister city dengan Xiamen dan Guangzhou. Salah satu bentuknya ada pertukaran pelajar, pegawai negeri pemkot, ekonomi, budaya dan transportasi. Namun, kerjasama itu harus lebih diperkuat dan dampaknya harus terlihat dan dapat dirasakan oleh Surabaya dan kota sister city.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

“Misalnya produk UMKM Surabaya bisa dipamerkan dan dijual di sana dan begitu juga sebaliknya. Jadi, di sini kita membawa misi UMKM internasional juga, karena itu adalah salah satu program pemkot saat ini, bagaimana produk UMKM Surabaya bisa internasional. Sebelumnya Singapura sudah menyediakan tempat khusus untuk UMKM kita dan itu gratis, sehingga dampak sister city ini bisa langsung dirasakan oleh warga Surabaya,” tegasnya.

Di sisi lain, lanjut Eri, di Surabaya ini memiliki kampung pecinan, yaitu di Wisata Kya-kya. Ia pun langsung mengajak Konjen RRT untuk berkunjung dan melihat langsung Wisata Kya-kya itu. Ia berharap mereka bisa memberikan sebuah prasasti yang menjadi penanda kerjasama Kota Surabaya dengan China.

“Saya minta beliau untuk datang ke Kya-kya supaya melihat langsung suasana di sana. Bahkan, saya juga meminta beliau untuk memberikan masukan pada kami karena tempat itu sekarang terus kami bangun supaya benar-benar menjadi Kampung Pecinan,” ujarnya.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Baginya, masukan dan sumbangan pemikiran dari Konjen RRT itu sangat berarti supaya Kya-kya itu benar-benar menjadi Chinatown atau seperti wilayah China.

“Beliau akan ke sana bersama konsultannya. Bahkan, beliau juga menyampaikan akan siap support penuh Pemkot Surabaya untuk mengembangkan Kya-kya. Mereka juga berterimakasih kepada Pemkot Surabaya yang konsen dan terus bekerjasama dengan para orang-orang Tionghoa di Surabaya,” ujarnya.

Sementara itu, Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surabaya Mr. Xu Yong meyakini dengan adanya pertemuan kemarin, kerjasama antara Kota Surabaya dengan China bisa terus ditingkatkan. Bahkan, ia juga berharap kerjasama antara kedua belah pihak ini bisa saling mensejahterakan warganya.

“Saya yakin atas dukungan dan bantuan dari Pak Wali Kota Surabaya ini, kerjasama antar kedua kota akan terus berkembang dan semakin meningkat ke depannya,” pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir cukup besar.

Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pembuat Onar saat Demo di Grahadi Surabaya

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti cairan tiner, minuman keras jenis arak, senjata keling (knuckle), hingga beberapa telepon seluler.

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.