Sempurnakan Kya-Kya jadi Sister City China, Wali Kota Eri dan Konjen Tiongkok Perkuat Kerjasama
- Penulis : Ade Resty
- | Selasa, 11 Apr 2023 13:30 WIB
Selalu.id - Kya-Kya sebagai ikon wisata Pecinan Surabaya tak hanya dibuka kembali sebagai pusat kuliner khas Tiongkok tapi juga dihidupkan secara maksimal sebagai pusat kebudayaan Tiongkok. Terutama, saat ini Indonesia gencar untuk menjalin kerja sama secara bilateral dengan banyak negara untuk menciptakan sister city.
Sister City merupakan konsep penggandengan dua kota yang berbeda lokasi dan administrasi politik dengan tujuan menjalin hubungan budaya dan kontak sosial antarpenduduk, yang bisa dilakukan antar Negara. Kota kembar umumnya memiliki persamaan keadaan demografi dan masalah-masalah yang dihadapi.
Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
Terkait itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak Konsul Jendral Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk menyempurnakan kampung pecinan atau wisata Kya-Kya Surabaya. Wali Kota Eri Cahyadi pun bertemu dengan Konjen RRT Mr Xu Yong bersama rombongannya, kemarin, Senin (10/4/2023) di Balai Kota Surabaya.
Pertemuan itu juga membahas tentang tindak lanjut sister city antara Surabaya dengan sejumlah kota di China sekaligus menyempurnakan Kampung Pecinan atau Wisata Kya-kya.
Eri mengatakan sister city yang sudah dilakukan selama ini dengan sejumlah kota di China. Ia berharap sister city terus diperkuat dan dimasifkan, sehingga dampaknya kepada kedua kota terlihat nyata.
“Jadi, saya berharap tidak hanya sekadar tandatangan sister city saja, tapi harus ada dampak yang nyata bagi kedua belah pihak,” tegas Eri, Selasa (11/4/2023).
Menurutnya, selama ini Surabaya memang sudah menjalin sister city dengan Xiamen dan Guangzhou. Salah satu bentuknya ada pertukaran pelajar, pegawai negeri pemkot, ekonomi, budaya dan transportasi. Namun, kerjasama itu harus lebih diperkuat dan dampaknya harus terlihat dan dapat dirasakan oleh Surabaya dan kota sister city.
Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
“Misalnya produk UMKM Surabaya bisa dipamerkan dan dijual di sana dan begitu juga sebaliknya. Jadi, di sini kita membawa misi UMKM internasional juga, karena itu adalah salah satu program pemkot saat ini, bagaimana produk UMKM Surabaya bisa internasional. Sebelumnya Singapura sudah menyediakan tempat khusus untuk UMKM kita dan itu gratis, sehingga dampak sister city ini bisa langsung dirasakan oleh warga Surabaya,” tegasnya.
Di sisi lain, lanjut Eri, di Surabaya ini memiliki kampung pecinan, yaitu di Wisata Kya-kya. Ia pun langsung mengajak Konjen RRT untuk berkunjung dan melihat langsung Wisata Kya-kya itu. Ia berharap mereka bisa memberikan sebuah prasasti yang menjadi penanda kerjasama Kota Surabaya dengan China.
“Saya minta beliau untuk datang ke Kya-kya supaya melihat langsung suasana di sana. Bahkan, saya juga meminta beliau untuk memberikan masukan pada kami karena tempat itu sekarang terus kami bangun supaya benar-benar menjadi Kampung Pecinan,” ujarnya.
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Baginya, masukan dan sumbangan pemikiran dari Konjen RRT itu sangat berarti supaya Kya-kya itu benar-benar menjadi Chinatown atau seperti wilayah China.
“Beliau akan ke sana bersama konsultannya. Bahkan, beliau juga menyampaikan akan siap support penuh Pemkot Surabaya untuk mengembangkan Kya-kya. Mereka juga berterimakasih kepada Pemkot Surabaya yang konsen dan terus bekerjasama dengan para orang-orang Tionghoa di Surabaya,” ujarnya.
Sementara itu, Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surabaya Mr. Xu Yong meyakini dengan adanya pertemuan kemarin, kerjasama antara Kota Surabaya dengan China bisa terus ditingkatkan. Bahkan, ia juga berharap kerjasama antara kedua belah pihak ini bisa saling mensejahterakan warganya.
“Saya yakin atas dukungan dan bantuan dari Pak Wali Kota Surabaya ini, kerjasama antar kedua kota akan terus berkembang dan semakin meningkat ke depannya,” pungkasnya. (Ade/Adg)
Editor : Ading