Jumat, 23 Okt 2026 20:00 WIB

Begini Skenario Pencegahan Petugas Pemilu Meninggal

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 02 Apr 2023 16:51 WIB
Kantor KPU Surabaya
Kantor KPU Surabaya

selalu.id - Komisi Nasional dan Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk membuat skenario jatuhnya korban pencegahan petugas meninggal saat pemilu 2024.

Hal itu dikarenakan Komnas HAM melihat adanya penambahan beban pekerjaan yang berat pada menjelang pemilu 2024 yang akan dilakukan secara serentak. Sehingga, Komnas HAM menilai panitia nantinya akan bekerja secara marathon.

Baca Juga: Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM, Saurlin P Siagin mengatakan, pihaknya akan memberikan sejumlah rekomendasi pencegahan itu kepada KPU. Hal itu guna untuk pihak penyelenggara Pemilu membuat skenario pencegahan petugas meninggal.

"Mungkin mempersiapkan seperti jaminan kesehatan bagaimana kecukupan penyelenggaraan sumber daya manusia yang cukup dan juga dari segi kesehatan," kata Saurlin, Minggu (2/4/2023).

Berkaca pada pemilu 2019, sebanyak 894 korban panitia disebabkan oleh sejumlah faktor. Misalnya dipengaruhi oleh penyakit bawaan dan segi usia.

Sebab itu, Saurlin meminta KPU untuk memperhatikan proses seleksi yang komperehensif dengan memperhatikan riwayat penyakit serta batasan usia harus dijadikan indikator dalam perekrutan petugas waktu pelaksanaan pemilihan.

"KPU menyatakan sudah memikirkan itu juga tanpa kami sebutkan. Kami juga akan membuat batasan umur," ujarnya.

Baca Juga: Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Tak hanya itu, Komnas HAM juga berpendapat untuk memberi jaminan kesehatan dan jaminan kecelakaan kepada petugas Pemilu supaya ada perlindungan.

"Mungkin secara sistematik belum ada dari penyelenggaraan (jaminan kesehatan dan kecelakaan). Tapi itu perlu disiapkan secara komprehensif," terangnya.

Sementara itu sebelumnya, Komisioner KPU Kota Surabaya, Subairi menyampaikan, pihaknya sudah melakukan pencegahan petugas meninggal saat pemilu, yakni petugas sebelum melakukan pendaftaran harus memenuhi dan wajib menyertakan riwayat penyakit ataupun surat tes kesehatan. Syarat itu guna antisipasi petugas panitia yang sakit dan meninggal.

Baca Juga: Operasi Patuh Semeru 2026 Dua Pekan Kedepan, ETLE Tetap Berjalan Tilang Manual Berlaku Awal November

"Diawal kami sudah antisipasi minimal surat keterangan sehat bagi para pendaftar wajib melampirkan tensi darah, kolesterol, dan gula darah, disitu menjadi langkah antisipasi kita. Jadi kita bisa memprediksi dari awal bahwa yang bersangkutan memang benar-benar kondisi sehat,"kata Subairi, kepada selalu.id, Selasa (20/12/2022) lalu.

Langkah KPU Surabaya dalam mengantisipasi kesehatan untuk panitia tersebut, tambah Subairi, untuk calon panitia memang seharusnya menyertakan surat pernyataan kesehatan.

"Yang pasti kami ada surat pernyataan kepada calon (PPS) bahwa menyertakan yang bersangkutan tidak dalam sedang komorbid atau penyakit (menular). Kami terapkan langkah antisipasi di surat pernyataan,"terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Korban Tewas dalam Karhutla Bromo Bertambah, Kini jadi 6 Orang

Gugurnya Suraji menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Mahasiswa yang Bawa Brass Knuckle saat Demo di Surabaya Ditetapkan Tersangka

Saat ini, polisi masih mendalami tujuh orang yang diperiksa intensif. Sementara tiga lainnya sudah dipulangkan.

Gandeng PMI dan Unair, Yayasan Amway Peduli Edukasi Pentingnya Gut Health

Menjaga kondisi tubuh membutuhkan pendekatan menyeluruh melalui pola makan seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.

Parah! Gerobak Sampah Dicuri di Surabaya, Pelaku Terekam CCTV

Kehilangan sarana itu sempat mengancam kelancaran pengangkutan sampah dari rumah warga ke Tempat Penampungan Sementara.

Ngaku Imam Mahdi, Pria di Bangkalan Tipu Korban Miliaran Modus Jual Tiket Surga dan Top Up Umur

Hingga saat ini sudah ada empat orang korban yang melapor ke polisi.