Sabtu, 05 Sep 2026 13:50 WIB

Wali Kota Eri Jadikan Ibu-ibu Garda Depan Surabaya Ramadan Tanpa Nyampah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 20 Mar 2023 12:45 WIB

Selalu.id - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Agus Hebi Djuniantoro mengatakan bahwa prosentase kenaikan sampah di Surabaya tiap Ramadan mencapai 35 persen, yakni bisa mencapai 500 ton perhari. Pada waktu-waktu biasa atau normalnya produksi sampah harian Surabaya 1500-1600 ton. Tapi selalu dipastikan meningkat pad bulan Ramadan sekitar 100-200 ton perhari dan mendekati Lebaran Ied Fitr bisa mencapai 500 ton.

Hal ini dikarenakan penggunaan sampah plastik berlebihan sejalan dengan sirkulasi sektor dagang kuliner yang meningkat drastis. Untuk itu, Pemerintah Kota Surabaya telah mengeluarlan Surat Edaran (SE) terkait larangan Ramadan tanpa sampah. Hal itu guna mengurangi kuantitas sampah yang meningkat di bulan Ramadan, khususnya sampah plastik.

Baca Juga: Info Penting Rek! Jangan Buang Sampah Sembarangan di Surabaya, Sanksinya Ngeri-ngeri Sedap

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun menyarankan kepada seluruh masyarakat menggunakan atau membawa tas, saat membeli takjil untuk berbuka puasa. Terutama ibu-ibu untuk menjadi garda depan memberi contoh untuk membawa tas belanja.

"Kami sarankan (ibu-ibu, red) tidak pakai plastik, jadi mereka ada tas. Pembeli bawa tas yang bisa dipakai berkali-kali, ayo belajar," kata Eri, Senin (20/3/2023).

Eri mengatakan, dengan begitu kuantitas sampah berkurang. Ia berharap warga Surabaya tidak membuang sampah sembarangan, sehingga Kota Surabaya bersih dan kebersihan adalah sebagian dari iman.

Baca Juga: Asem Belanda di Ahmad Yani Keropos, DLH Tingkatkan Kewaspadaan

"Kalau mau mewujudkan itu ya jangan buang sampah sembarangan, melalui menggunakan tas yang bisa dipakai berulang kali,"

Sementara itu, Kepala Dinas DLH Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan total sebanyak 500 ton setiap mendekati lebaran saat bulan Suci Ramadan.

Baca Juga: Motor Roda Tiga Milik Pemprov Jatim Nyebur Sungai di Surabaya, Pengemudi Masih Berusia 17 Tahun

Ia pun menyebut penyebab sampah yang membludak dikarenakan faktornya ibu rumah tangga memasak yang terlalu banyak. Dan terlalu banyak kegiatan kuliner yang menyisakan sampah.

"Karena ibu-ibu ingin spesial (di bulan puasa, red) sehingga masak over dan menimbulkan sampah yang luar biasa banyak," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.

Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tokoh masyarakat Surabaya, Saleh Mukadar, menilai penerapan aturan jam operasional secara seragam tanpa melihat jenis komoditas adalah langkah yang keliru.