Selasa, 21 Jul 2026 05:58 WIB

Wali Kota Eri Jadikan Ibu-ibu Garda Depan Surabaya Ramadan Tanpa Nyampah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 20 Mar 2023 12:45 WIB

Selalu.id - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Agus Hebi Djuniantoro mengatakan bahwa prosentase kenaikan sampah di Surabaya tiap Ramadan mencapai 35 persen, yakni bisa mencapai 500 ton perhari. Pada waktu-waktu biasa atau normalnya produksi sampah harian Surabaya 1500-1600 ton. Tapi selalu dipastikan meningkat pad bulan Ramadan sekitar 100-200 ton perhari dan mendekati Lebaran Ied Fitr bisa mencapai 500 ton.

Hal ini dikarenakan penggunaan sampah plastik berlebihan sejalan dengan sirkulasi sektor dagang kuliner yang meningkat drastis. Untuk itu, Pemerintah Kota Surabaya telah mengeluarlan Surat Edaran (SE) terkait larangan Ramadan tanpa sampah. Hal itu guna mengurangi kuantitas sampah yang meningkat di bulan Ramadan, khususnya sampah plastik.

Baca Juga: Info Penting Rek! Jangan Buang Sampah Sembarangan di Surabaya, Sanksinya Ngeri-ngeri Sedap

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun menyarankan kepada seluruh masyarakat menggunakan atau membawa tas, saat membeli takjil untuk berbuka puasa. Terutama ibu-ibu untuk menjadi garda depan memberi contoh untuk membawa tas belanja.

"Kami sarankan (ibu-ibu, red) tidak pakai plastik, jadi mereka ada tas. Pembeli bawa tas yang bisa dipakai berkali-kali, ayo belajar," kata Eri, Senin (20/3/2023).

Eri mengatakan, dengan begitu kuantitas sampah berkurang. Ia berharap warga Surabaya tidak membuang sampah sembarangan, sehingga Kota Surabaya bersih dan kebersihan adalah sebagian dari iman.

Baca Juga: Asem Belanda di Ahmad Yani Keropos, DLH Tingkatkan Kewaspadaan

"Kalau mau mewujudkan itu ya jangan buang sampah sembarangan, melalui menggunakan tas yang bisa dipakai berulang kali,"

Sementara itu, Kepala Dinas DLH Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan total sebanyak 500 ton setiap mendekati lebaran saat bulan Suci Ramadan.

Baca Juga: Motor Roda Tiga Milik Pemprov Jatim Nyebur Sungai di Surabaya, Pengemudi Masih Berusia 17 Tahun

Ia pun menyebut penyebab sampah yang membludak dikarenakan faktornya ibu rumah tangga memasak yang terlalu banyak. Dan terlalu banyak kegiatan kuliner yang menyisakan sampah.

"Karena ibu-ibu ingin spesial (di bulan puasa, red) sehingga masak over dan menimbulkan sampah yang luar biasa banyak," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.