Selasa, 03 Feb 2026 06:50 WIB

Wali Kota Eri Jadikan Ibu-ibu Garda Depan Surabaya Ramadan Tanpa Nyampah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 20 Mar 2023 12:45 WIB

Selalu.id - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Agus Hebi Djuniantoro mengatakan bahwa prosentase kenaikan sampah di Surabaya tiap Ramadan mencapai 35 persen, yakni bisa mencapai 500 ton perhari. Pada waktu-waktu biasa atau normalnya produksi sampah harian Surabaya 1500-1600 ton. Tapi selalu dipastikan meningkat pad bulan Ramadan sekitar 100-200 ton perhari dan mendekati Lebaran Ied Fitr bisa mencapai 500 ton.

Hal ini dikarenakan penggunaan sampah plastik berlebihan sejalan dengan sirkulasi sektor dagang kuliner yang meningkat drastis. Untuk itu, Pemerintah Kota Surabaya telah mengeluarlan Surat Edaran (SE) terkait larangan Ramadan tanpa sampah. Hal itu guna mengurangi kuantitas sampah yang meningkat di bulan Ramadan, khususnya sampah plastik.

Baca Juga: Asem Belanda di Ahmad Yani Keropos, DLH Tingkatkan Kewaspadaan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun menyarankan kepada seluruh masyarakat menggunakan atau membawa tas, saat membeli takjil untuk berbuka puasa. Terutama ibu-ibu untuk menjadi garda depan memberi contoh untuk membawa tas belanja.

"Kami sarankan (ibu-ibu, red) tidak pakai plastik, jadi mereka ada tas. Pembeli bawa tas yang bisa dipakai berkali-kali, ayo belajar," kata Eri, Senin (20/3/2023).

Eri mengatakan, dengan begitu kuantitas sampah berkurang. Ia berharap warga Surabaya tidak membuang sampah sembarangan, sehingga Kota Surabaya bersih dan kebersihan adalah sebagian dari iman.

Baca Juga: Motor Roda Tiga Milik Pemprov Jatim Nyebur Sungai di Surabaya, Pengemudi Masih Berusia 17 Tahun

"Kalau mau mewujudkan itu ya jangan buang sampah sembarangan, melalui menggunakan tas yang bisa dipakai berulang kali,"

Sementara itu, Kepala Dinas DLH Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan total sebanyak 500 ton setiap mendekati lebaran saat bulan Suci Ramadan.

Baca Juga: Wow! Pemkot Surabaya Berhasil Turunkan 5 Ton Sampah Perhari, Begini Caranya

Ia pun menyebut penyebab sampah yang membludak dikarenakan faktornya ibu rumah tangga memasak yang terlalu banyak. Dan terlalu banyak kegiatan kuliner yang menyisakan sampah.

"Karena ibu-ibu ingin spesial (di bulan puasa, red) sehingga masak over dan menimbulkan sampah yang luar biasa banyak," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.