Kamis, 04 Jun 2026 13:04 WIB

Wali Kota Eri Jadikan Ibu-ibu Garda Depan Surabaya Ramadan Tanpa Nyampah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 20 Mar 2023 12:45 WIB

Selalu.id - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Agus Hebi Djuniantoro mengatakan bahwa prosentase kenaikan sampah di Surabaya tiap Ramadan mencapai 35 persen, yakni bisa mencapai 500 ton perhari. Pada waktu-waktu biasa atau normalnya produksi sampah harian Surabaya 1500-1600 ton. Tapi selalu dipastikan meningkat pad bulan Ramadan sekitar 100-200 ton perhari dan mendekati Lebaran Ied Fitr bisa mencapai 500 ton.

Hal ini dikarenakan penggunaan sampah plastik berlebihan sejalan dengan sirkulasi sektor dagang kuliner yang meningkat drastis. Untuk itu, Pemerintah Kota Surabaya telah mengeluarlan Surat Edaran (SE) terkait larangan Ramadan tanpa sampah. Hal itu guna mengurangi kuantitas sampah yang meningkat di bulan Ramadan, khususnya sampah plastik.

Baca Juga: Info Penting Rek! Jangan Buang Sampah Sembarangan di Surabaya, Sanksinya Ngeri-ngeri Sedap

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun menyarankan kepada seluruh masyarakat menggunakan atau membawa tas, saat membeli takjil untuk berbuka puasa. Terutama ibu-ibu untuk menjadi garda depan memberi contoh untuk membawa tas belanja.

"Kami sarankan (ibu-ibu, red) tidak pakai plastik, jadi mereka ada tas. Pembeli bawa tas yang bisa dipakai berkali-kali, ayo belajar," kata Eri, Senin (20/3/2023).

Eri mengatakan, dengan begitu kuantitas sampah berkurang. Ia berharap warga Surabaya tidak membuang sampah sembarangan, sehingga Kota Surabaya bersih dan kebersihan adalah sebagian dari iman.

Baca Juga: Asem Belanda di Ahmad Yani Keropos, DLH Tingkatkan Kewaspadaan

"Kalau mau mewujudkan itu ya jangan buang sampah sembarangan, melalui menggunakan tas yang bisa dipakai berulang kali,"

Sementara itu, Kepala Dinas DLH Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan total sebanyak 500 ton setiap mendekati lebaran saat bulan Suci Ramadan.

Baca Juga: Motor Roda Tiga Milik Pemprov Jatim Nyebur Sungai di Surabaya, Pengemudi Masih Berusia 17 Tahun

Ia pun menyebut penyebab sampah yang membludak dikarenakan faktornya ibu rumah tangga memasak yang terlalu banyak. Dan terlalu banyak kegiatan kuliner yang menyisakan sampah.

"Karena ibu-ibu ingin spesial (di bulan puasa, red) sehingga masak over dan menimbulkan sampah yang luar biasa banyak," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.