Selasa, 20 Okt 2026 22:48 WIB

Wali Kota Eri Jadikan Ibu-ibu Garda Depan Surabaya Ramadan Tanpa Nyampah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 20 Mar 2023 12:45 WIB

Selalu.id - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Agus Hebi Djuniantoro mengatakan bahwa prosentase kenaikan sampah di Surabaya tiap Ramadan mencapai 35 persen, yakni bisa mencapai 500 ton perhari. Pada waktu-waktu biasa atau normalnya produksi sampah harian Surabaya 1500-1600 ton. Tapi selalu dipastikan meningkat pad bulan Ramadan sekitar 100-200 ton perhari dan mendekati Lebaran Ied Fitr bisa mencapai 500 ton.

Hal ini dikarenakan penggunaan sampah plastik berlebihan sejalan dengan sirkulasi sektor dagang kuliner yang meningkat drastis. Untuk itu, Pemerintah Kota Surabaya telah mengeluarlan Surat Edaran (SE) terkait larangan Ramadan tanpa sampah. Hal itu guna mengurangi kuantitas sampah yang meningkat di bulan Ramadan, khususnya sampah plastik.

Baca Juga: Info Penting Rek! Jangan Buang Sampah Sembarangan di Surabaya, Sanksinya Ngeri-ngeri Sedap

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun menyarankan kepada seluruh masyarakat menggunakan atau membawa tas, saat membeli takjil untuk berbuka puasa. Terutama ibu-ibu untuk menjadi garda depan memberi contoh untuk membawa tas belanja.

"Kami sarankan (ibu-ibu, red) tidak pakai plastik, jadi mereka ada tas. Pembeli bawa tas yang bisa dipakai berkali-kali, ayo belajar," kata Eri, Senin (20/3/2023).

Eri mengatakan, dengan begitu kuantitas sampah berkurang. Ia berharap warga Surabaya tidak membuang sampah sembarangan, sehingga Kota Surabaya bersih dan kebersihan adalah sebagian dari iman.

Baca Juga: Asem Belanda di Ahmad Yani Keropos, DLH Tingkatkan Kewaspadaan

"Kalau mau mewujudkan itu ya jangan buang sampah sembarangan, melalui menggunakan tas yang bisa dipakai berulang kali,"

Sementara itu, Kepala Dinas DLH Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan total sebanyak 500 ton setiap mendekati lebaran saat bulan Suci Ramadan.

Baca Juga: Motor Roda Tiga Milik Pemprov Jatim Nyebur Sungai di Surabaya, Pengemudi Masih Berusia 17 Tahun

Ia pun menyebut penyebab sampah yang membludak dikarenakan faktornya ibu rumah tangga memasak yang terlalu banyak. Dan terlalu banyak kegiatan kuliner yang menyisakan sampah.

"Karena ibu-ibu ingin spesial (di bulan puasa, red) sehingga masak over dan menimbulkan sampah yang luar biasa banyak," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Integrasi ini memudahkan masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus mendatangi sejumlah kantor pelayanan secara terpisah.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.