Kamis, 04 Jun 2026 04:46 WIB

Sepanjang 2022, 136 Anak Surabaya Terkena HIV

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 23 Feb 2023 19:08 WIB
Nanik Sukristina (Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya)
Nanik Sukristina (Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya)

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat pada 2022,  total sebanyak 136 anak terkena penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristina  mengatakan bahwa dari ratusan anak yang terkena HIV tersebut, Terdapat 55 anak warga Surabaya. Sisanya, 81 anak dengan KTP non Surabaya.

Baca Juga: Malaysia Healthcare Expo Hadir di Surabaya, Tawarkan Layanan Jantung hingga Fertilitas

“Nah, mulai awal tahun hingga Februari 2023 ini, belum ada lagi penemuan dan pelaporan kasus baru HIV anak di Surabaya,” kata Nanik, Kamis (23/2/2023).

Nanik menyebut rentang ratusan anak yang terkena HIV rentang berusia 1 hingga 14 tahun. Penularan virus HIV yang terjadi pada anak dikarenakan transmisi vertikal yaitu penularan melalui ibunya yang telah terinfeksi virus HIV.

“Virus HIV ini tidak hanya menyerang pada orang dewasa, pada anak-anak juga telah ditemukan kasus HIV.  Penularan bisa terjadi selama kehamilan, saat persalinan dan ketika menyusui,” ujarnya.

Menurut Nanik, indikasi terjadinya resiko penularan HIV pada anak disebabkan oleh kurangnya kepatuhan minum obat ARV bagi ibu yang telah terinfeksi HIV. Hal ini juga bisa disebabkan tidak adanya dukungan dari pasangan atau keluarga.

Baca Juga: 210 Siswa Keracunan MBG di Surabaya: Dinkes Sebut Daging Dicairkan 2 Jam, Lalat Berterbangan

Meski begitu, Dinkes Surabaya akan melakukan pemberian pengobatan ARV Gratis. Upaya itu bersamaan dengan pemeriksaan Early Infant Diagnose bagi bayi usia minimal enam minggu, pendampingan, konseling, dan kunjungan rumah (homecare).

“Dinkes juga terus melakukan skrining HIV secara rutin setiap tiga bulan sekali apabila pasien berprilaku berisiko menularkan HIV. Kami juga meminta ada keterbukaan terhadap pasangan terkait status HIV-nya, sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan untuk menurunkan risiko penularan baru,” tambah Nanik.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan Pemkot Surabaya akan terus memberikan sosialisasi masif kepada seluruh penderita HIV, termasuk anak-anak. Apalagi, Pemkot selalu melakukan pendampingan terhadap penderita HIV.

Baca Juga: Astaga, SPPG yang Bikin Ratusan Siswa Surabaya Keracunan Ternyata Belum Kantongi SLHS

"Jadi kalau kita lihat, orang yang terkena HIV ini masih bisa punya anak, masih bisa berhubungan. Nah itu secara otomatis anaknya juga terkena HIV. Makanya kita berikan sosialisasi masif kepada seluruh penderita HIV," ujarnya.

Eri berharap penderita HIV bisa menjaga dirinya sendiri sehingga tidak menularkan ke orang lain, terutama kepada anak-anak.

"Cukup dirinya, jangan menularkan ke orang lain. Sama-sama menjaga saja, terutama anak-anak kasihan kalau tertular dari orang tua," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.