Selasa, 20 Okt 2026 00:44 WIB

Sepanjang 2022, 136 Anak Surabaya Terkena HIV

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 23 Feb 2023 19:08 WIB
Nanik Sukristina (Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya)
Nanik Sukristina (Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya)

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat pada 2022,  total sebanyak 136 anak terkena penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristina  mengatakan bahwa dari ratusan anak yang terkena HIV tersebut, Terdapat 55 anak warga Surabaya. Sisanya, 81 anak dengan KTP non Surabaya.

Baca Juga: Gandeng Dinkes Surabaya, Midtown Hotels Bekali 44 Warga Binaan Keterampilan Bisnis Kopi

“Nah, mulai awal tahun hingga Februari 2023 ini, belum ada lagi penemuan dan pelaporan kasus baru HIV anak di Surabaya,” kata Nanik, Kamis (23/2/2023).

Nanik menyebut rentang ratusan anak yang terkena HIV rentang berusia 1 hingga 14 tahun. Penularan virus HIV yang terjadi pada anak dikarenakan transmisi vertikal yaitu penularan melalui ibunya yang telah terinfeksi virus HIV.

“Virus HIV ini tidak hanya menyerang pada orang dewasa, pada anak-anak juga telah ditemukan kasus HIV.  Penularan bisa terjadi selama kehamilan, saat persalinan dan ketika menyusui,” ujarnya.

Menurut Nanik, indikasi terjadinya resiko penularan HIV pada anak disebabkan oleh kurangnya kepatuhan minum obat ARV bagi ibu yang telah terinfeksi HIV. Hal ini juga bisa disebabkan tidak adanya dukungan dari pasangan atau keluarga.

Baca Juga: Influenza A Naik di Surabaya, Dinkes Minta Warga Tak Merespon Berlebihan

Meski begitu, Dinkes Surabaya akan melakukan pemberian pengobatan ARV Gratis. Upaya itu bersamaan dengan pemeriksaan Early Infant Diagnose bagi bayi usia minimal enam minggu, pendampingan, konseling, dan kunjungan rumah (homecare).

“Dinkes juga terus melakukan skrining HIV secara rutin setiap tiga bulan sekali apabila pasien berprilaku berisiko menularkan HIV. Kami juga meminta ada keterbukaan terhadap pasangan terkait status HIV-nya, sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan untuk menurunkan risiko penularan baru,” tambah Nanik.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan Pemkot Surabaya akan terus memberikan sosialisasi masif kepada seluruh penderita HIV, termasuk anak-anak. Apalagi, Pemkot selalu melakukan pendampingan terhadap penderita HIV.

Baca Juga: Misteri Limbah Medis di Exit Tol Tambaksumur Sidoarjo yang Mendadak Lenyap Sebelum Dievakuasi

"Jadi kalau kita lihat, orang yang terkena HIV ini masih bisa punya anak, masih bisa berhubungan. Nah itu secara otomatis anaknya juga terkena HIV. Makanya kita berikan sosialisasi masif kepada seluruh penderita HIV," ujarnya.

Eri berharap penderita HIV bisa menjaga dirinya sendiri sehingga tidak menularkan ke orang lain, terutama kepada anak-anak.

"Cukup dirinya, jangan menularkan ke orang lain. Sama-sama menjaga saja, terutama anak-anak kasihan kalau tertular dari orang tua," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).