Selasa, 03 Feb 2026 02:30 WIB

Sepanjang 2022, 136 Anak Surabaya Terkena HIV

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 23 Feb 2023 19:08 WIB
Nanik Sukristina (Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya)
Nanik Sukristina (Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya)

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat pada 2022,  total sebanyak 136 anak terkena penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristina  mengatakan bahwa dari ratusan anak yang terkena HIV tersebut, Terdapat 55 anak warga Surabaya. Sisanya, 81 anak dengan KTP non Surabaya.

Baca Juga: Kasus Pesta Gay di Surabaya, Dinkes Temukan 29 Peserta Positif HIV

“Nah, mulai awal tahun hingga Februari 2023 ini, belum ada lagi penemuan dan pelaporan kasus baru HIV anak di Surabaya,” kata Nanik, Kamis (23/2/2023).

Nanik menyebut rentang ratusan anak yang terkena HIV rentang berusia 1 hingga 14 tahun. Penularan virus HIV yang terjadi pada anak dikarenakan transmisi vertikal yaitu penularan melalui ibunya yang telah terinfeksi virus HIV.

“Virus HIV ini tidak hanya menyerang pada orang dewasa, pada anak-anak juga telah ditemukan kasus HIV.  Penularan bisa terjadi selama kehamilan, saat persalinan dan ketika menyusui,” ujarnya.

Menurut Nanik, indikasi terjadinya resiko penularan HIV pada anak disebabkan oleh kurangnya kepatuhan minum obat ARV bagi ibu yang telah terinfeksi HIV. Hal ini juga bisa disebabkan tidak adanya dukungan dari pasangan atau keluarga.

Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis Digelar di Sekolah, Sasar 242 Ribu Siswa Surabaya

Meski begitu, Dinkes Surabaya akan melakukan pemberian pengobatan ARV Gratis. Upaya itu bersamaan dengan pemeriksaan Early Infant Diagnose bagi bayi usia minimal enam minggu, pendampingan, konseling, dan kunjungan rumah (homecare).

“Dinkes juga terus melakukan skrining HIV secara rutin setiap tiga bulan sekali apabila pasien berprilaku berisiko menularkan HIV. Kami juga meminta ada keterbukaan terhadap pasangan terkait status HIV-nya, sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan untuk menurunkan risiko penularan baru,” tambah Nanik.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan Pemkot Surabaya akan terus memberikan sosialisasi masif kepada seluruh penderita HIV, termasuk anak-anak. Apalagi, Pemkot selalu melakukan pendampingan terhadap penderita HIV.

Baca Juga: Azhar Kahfi: Pembatasan Jam Malam Tak Cukup Atasi Balap Liar

"Jadi kalau kita lihat, orang yang terkena HIV ini masih bisa punya anak, masih bisa berhubungan. Nah itu secara otomatis anaknya juga terkena HIV. Makanya kita berikan sosialisasi masif kepada seluruh penderita HIV," ujarnya.

Eri berharap penderita HIV bisa menjaga dirinya sendiri sehingga tidak menularkan ke orang lain, terutama kepada anak-anak.

"Cukup dirinya, jangan menularkan ke orang lain. Sama-sama menjaga saja, terutama anak-anak kasihan kalau tertular dari orang tua," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.