Minggu, 19 Jul 2026 21:52 WIB

Sepanjang 2022, 136 Anak Surabaya Terkena HIV

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 23 Feb 2023 19:08 WIB
Nanik Sukristina (Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya)
Nanik Sukristina (Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya)

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat pada 2022,  total sebanyak 136 anak terkena penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristina  mengatakan bahwa dari ratusan anak yang terkena HIV tersebut, Terdapat 55 anak warga Surabaya. Sisanya, 81 anak dengan KTP non Surabaya.

Baca Juga: Cegah Penyakit TBC, Dinkes Surabaya Gandeng Ahli dari Cina-Korea

“Nah, mulai awal tahun hingga Februari 2023 ini, belum ada lagi penemuan dan pelaporan kasus baru HIV anak di Surabaya,” kata Nanik, Kamis (23/2/2023).

Nanik menyebut rentang ratusan anak yang terkena HIV rentang berusia 1 hingga 14 tahun. Penularan virus HIV yang terjadi pada anak dikarenakan transmisi vertikal yaitu penularan melalui ibunya yang telah terinfeksi virus HIV.

“Virus HIV ini tidak hanya menyerang pada orang dewasa, pada anak-anak juga telah ditemukan kasus HIV.  Penularan bisa terjadi selama kehamilan, saat persalinan dan ketika menyusui,” ujarnya.

Menurut Nanik, indikasi terjadinya resiko penularan HIV pada anak disebabkan oleh kurangnya kepatuhan minum obat ARV bagi ibu yang telah terinfeksi HIV. Hal ini juga bisa disebabkan tidak adanya dukungan dari pasangan atau keluarga.

Baca Juga: Malaysia Healthcare Expo Hadir di Surabaya, Tawarkan Layanan Jantung hingga Fertilitas

Meski begitu, Dinkes Surabaya akan melakukan pemberian pengobatan ARV Gratis. Upaya itu bersamaan dengan pemeriksaan Early Infant Diagnose bagi bayi usia minimal enam minggu, pendampingan, konseling, dan kunjungan rumah (homecare).

“Dinkes juga terus melakukan skrining HIV secara rutin setiap tiga bulan sekali apabila pasien berprilaku berisiko menularkan HIV. Kami juga meminta ada keterbukaan terhadap pasangan terkait status HIV-nya, sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan untuk menurunkan risiko penularan baru,” tambah Nanik.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan Pemkot Surabaya akan terus memberikan sosialisasi masif kepada seluruh penderita HIV, termasuk anak-anak. Apalagi, Pemkot selalu melakukan pendampingan terhadap penderita HIV.

Baca Juga: 210 Siswa Keracunan MBG di Surabaya: Dinkes Sebut Daging Dicairkan 2 Jam, Lalat Berterbangan

"Jadi kalau kita lihat, orang yang terkena HIV ini masih bisa punya anak, masih bisa berhubungan. Nah itu secara otomatis anaknya juga terkena HIV. Makanya kita berikan sosialisasi masif kepada seluruh penderita HIV," ujarnya.

Eri berharap penderita HIV bisa menjaga dirinya sendiri sehingga tidak menularkan ke orang lain, terutama kepada anak-anak.

"Cukup dirinya, jangan menularkan ke orang lain. Sama-sama menjaga saja, terutama anak-anak kasihan kalau tertular dari orang tua," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.