Senin, 19 Okt 2026 17:08 WIB

Cek Kesehatan Gratis Digelar di Sekolah, Sasar 242 Ribu Siswa Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 05 Agu 2025 12:13 WIB
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina

selalu.id – Sebanyak 242.110 siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Surabaya akan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) atau Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di sekolah.

Program nasional ini diluncurkan serentak pada Senin, 4 Agustus 2025, di sejumlah daerah termasuk Surabaya.

Baca Juga: Gandeng Dinkes Surabaya, Midtown Hotels Bekali 44 Warga Binaan Keterampilan Bisnis Kopi

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan pemkot menargetkan pemeriksaan terhadap 45 persen dari total 538.024 anak usia 7–17 tahun di Surabaya.

“Target kami 242.110 siswa, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, SLB, hingga sekolah rakyat,” jelas Nanik, Selasa (5/8/2025).

Program ini telah disosialisasikan sejak Juni hingga Juli 2025 ke seluruh sekolah, tenaga kesehatan Puskesmas, dan perangkat daerah terkait. Pemeriksaan mencakup aspek fisik dan mental sesuai jenjang usia siswa.

“Meliputi gizi, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, tekanan darah, gula darah, TBC, pendengaran, penglihatan, gigi, kesehatan jiwa, reproduksi, hingga riwayat imunisasi,” paparnya.

Pemeriksaan dilakukan di sekolah oleh tim dari Puskesmas bersama guru UKS dan guru PJOK. Jika diperlukan pemeriksaan lanjutan, siswa dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

Baca Juga: Bupati Jember Sebut 7 Fraksi DPRD Sejalan dengan Arah APBD 2027

Dinkes telah menyiapkan alur pelaksanaan. Sekitar tujuh hari sebelum pemeriksaan, Puskesmas akan berkoordinasi dengan sekolah. Sekolah menyebarkan informasi dan tautan kuesioner kepada orang tua.

“Dua hari sebelum pemeriksaan, petugas memeriksa isian kuesioner dan menyiapkan alat medis serta bahan habis pakai,” ujar Nanik.

Dinkes bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Kemenag, kecamatan, dan kelurahan.

“Koordinasi dengan Dindik dan Kemenag sangat penting untuk pendataan siswa dan jadwal pelaksanaan yang tidak mengganggu pelajaran utama,” katanya.

Baca Juga: Influenza A Naik di Surabaya, Dinkes Minta Warga Tak Merespon Berlebihan

Tenaga medis dari Puskesmas seperti dokter, perawat, bidan, dan petugas gigi dilibatkan sesuai kebutuhan. Peralatan medis standar juga telah disiapkan.

Monitoring dilakukan setiap Senin dan Jumat. Evaluasi mingguan dilakukan melalui aplikasi ASIK dan rapat dengan kepala Puskesmas.

“Guru dan wali kelas diharapkan membantu pengorganisasian, sementara orang tua mendampingi pengisian kuesioner,” pungkas Nanik.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Cerita Warga Jember Rasakan Manfaat Mobil Cinta, Pulang Berobat Tak Lagi Pikir Biaya

Zaini mengaku bersyukur karena keluarganya tidak harus memikirkan biaya transportasi, mulai dari proses mendapatkan pelayanan kesehatan hingga kembali ke rumah.

Kapolresta Sidoarjo Berganti, Ini Pesan Khusus Bupati Subandi

Kombes Pol Christian Tobing, mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak selama dua tahun sepuluh bulan masa jabatannya saat jadi Kapolresta Sidoarjo.

Sekolah di Surabaya Diminta Outing Kelas di Ruang Publik Tanpa ke Luar Kota

Surabaya memiliki banyak ruang publik dan destinasi edukasi yang bisa dimanfaatkan sekolah.

Ketua DPRD Jatim: Pembangunan Harus Merata, Berkelanjutan, dan Diawasi Ketat

Ia juga menyoroti pentingnya kemitraan antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kapolda Jatim Atur Lalu Lintas di Surabaya

Jalan Ahmad Yani, Taman Bungkul, Jalan Wonokromo, Jalan Ciliwung, Jalan Jagir, serta Bundaran CITO Surabaya.

Kuota Haji Jatim Tetap, Kemenhaj: Jemaah Harus Sehat untuk Dapat Surat Istithaah

Jemaah yang dinyatakan tidak sehat oleh tim kesehatan tidak akan diterbangkan, dan tidak ada jalan lain untuk memaksakan keberangkatan.