Jumat, 04 Sep 2026 13:18 WIB

Cek Kesehatan Gratis Digelar di Sekolah, Sasar 242 Ribu Siswa Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 05 Agu 2025 12:13 WIB
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina

selalu.id – Sebanyak 242.110 siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Surabaya akan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) atau Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di sekolah.

Program nasional ini diluncurkan serentak pada Senin, 4 Agustus 2025, di sejumlah daerah termasuk Surabaya.

Baca Juga: Misteri Limbah Medis di Exit Tol Tambaksumur Sidoarjo yang Mendadak Lenyap Sebelum Dievakuasi

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan pemkot menargetkan pemeriksaan terhadap 45 persen dari total 538.024 anak usia 7–17 tahun di Surabaya.

“Target kami 242.110 siswa, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, SLB, hingga sekolah rakyat,” jelas Nanik, Selasa (5/8/2025).

Program ini telah disosialisasikan sejak Juni hingga Juli 2025 ke seluruh sekolah, tenaga kesehatan Puskesmas, dan perangkat daerah terkait. Pemeriksaan mencakup aspek fisik dan mental sesuai jenjang usia siswa.

“Meliputi gizi, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, tekanan darah, gula darah, TBC, pendengaran, penglihatan, gigi, kesehatan jiwa, reproduksi, hingga riwayat imunisasi,” paparnya.

Pemeriksaan dilakukan di sekolah oleh tim dari Puskesmas bersama guru UKS dan guru PJOK. Jika diperlukan pemeriksaan lanjutan, siswa dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

Baca Juga: Program Home Care Jember, Hadirkan "Dokter Keluarga" untuk Warga Miskin

Dinkes telah menyiapkan alur pelaksanaan. Sekitar tujuh hari sebelum pemeriksaan, Puskesmas akan berkoordinasi dengan sekolah. Sekolah menyebarkan informasi dan tautan kuesioner kepada orang tua.

“Dua hari sebelum pemeriksaan, petugas memeriksa isian kuesioner dan menyiapkan alat medis serta bahan habis pakai,” ujar Nanik.

Dinkes bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Kemenag, kecamatan, dan kelurahan.

“Koordinasi dengan Dindik dan Kemenag sangat penting untuk pendataan siswa dan jadwal pelaksanaan yang tidak mengganggu pelajaran utama,” katanya.

Baca Juga: Cegah Penyakit TBC, Dinkes Surabaya Gandeng Ahli dari Cina-Korea

Tenaga medis dari Puskesmas seperti dokter, perawat, bidan, dan petugas gigi dilibatkan sesuai kebutuhan. Peralatan medis standar juga telah disiapkan.

Monitoring dilakukan setiap Senin dan Jumat. Evaluasi mingguan dilakukan melalui aplikasi ASIK dan rapat dengan kepala Puskesmas.

“Guru dan wali kelas diharapkan membantu pengorganisasian, sementara orang tua mendampingi pengisian kuesioner,” pungkas Nanik.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.

Cerita Pemuda Lamongan Sulap Kamar di Sambikerep Surabaya jadi Gudang Transit Sabu

Kini, langkah BN terhenti. Pemuda Lamongan itu harus menukar kamar kontrakannya di Sambikerep dengan dinginnya sel tahanan Polrestabes Surabaya.

Taman Dayu Rayakan Anniversary Lewat Turnamen Golf Bernuansa Bali

General Manager Taman Dayu Golf Club & Resort Brendan Sentosa mengatakan perayaan anniversary ini menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada komunitas.

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.