Senin, 20 Jul 2026 09:37 WIB

Cek Kesehatan Gratis Digelar di Sekolah, Sasar 242 Ribu Siswa Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 05 Agu 2025 12:13 WIB
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina

selalu.id – Sebanyak 242.110 siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Surabaya akan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) atau Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di sekolah.

Program nasional ini diluncurkan serentak pada Senin, 4 Agustus 2025, di sejumlah daerah termasuk Surabaya.

Baca Juga: Cegah Penyakit TBC, Dinkes Surabaya Gandeng Ahli dari Cina-Korea

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan pemkot menargetkan pemeriksaan terhadap 45 persen dari total 538.024 anak usia 7–17 tahun di Surabaya.

“Target kami 242.110 siswa, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, SLB, hingga sekolah rakyat,” jelas Nanik, Selasa (5/8/2025).

Program ini telah disosialisasikan sejak Juni hingga Juli 2025 ke seluruh sekolah, tenaga kesehatan Puskesmas, dan perangkat daerah terkait. Pemeriksaan mencakup aspek fisik dan mental sesuai jenjang usia siswa.

“Meliputi gizi, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, tekanan darah, gula darah, TBC, pendengaran, penglihatan, gigi, kesehatan jiwa, reproduksi, hingga riwayat imunisasi,” paparnya.

Pemeriksaan dilakukan di sekolah oleh tim dari Puskesmas bersama guru UKS dan guru PJOK. Jika diperlukan pemeriksaan lanjutan, siswa dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

Baca Juga: Malaysia Healthcare Expo Hadir di Surabaya, Tawarkan Layanan Jantung hingga Fertilitas

Dinkes telah menyiapkan alur pelaksanaan. Sekitar tujuh hari sebelum pemeriksaan, Puskesmas akan berkoordinasi dengan sekolah. Sekolah menyebarkan informasi dan tautan kuesioner kepada orang tua.

“Dua hari sebelum pemeriksaan, petugas memeriksa isian kuesioner dan menyiapkan alat medis serta bahan habis pakai,” ujar Nanik.

Dinkes bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Kemenag, kecamatan, dan kelurahan.

“Koordinasi dengan Dindik dan Kemenag sangat penting untuk pendataan siswa dan jadwal pelaksanaan yang tidak mengganggu pelajaran utama,” katanya.

Baca Juga: 210 Siswa Keracunan MBG di Surabaya: Dinkes Sebut Daging Dicairkan 2 Jam, Lalat Berterbangan

Tenaga medis dari Puskesmas seperti dokter, perawat, bidan, dan petugas gigi dilibatkan sesuai kebutuhan. Peralatan medis standar juga telah disiapkan.

Monitoring dilakukan setiap Senin dan Jumat. Evaluasi mingguan dilakukan melalui aplikasi ASIK dan rapat dengan kepala Puskesmas.

“Guru dan wali kelas diharapkan membantu pengorganisasian, sementara orang tua mendampingi pengisian kuesioner,” pungkas Nanik.

Editor : Ading
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.