Senin, 02 Feb 2026 21:45 WIB

Cek Kesehatan Gratis Digelar di Sekolah, Sasar 242 Ribu Siswa Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 05 Agu 2025 12:13 WIB
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina

selalu.id – Sebanyak 242.110 siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Surabaya akan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) atau Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di sekolah.

Program nasional ini diluncurkan serentak pada Senin, 4 Agustus 2025, di sejumlah daerah termasuk Surabaya.

Baca Juga: Kasus Pesta Gay di Surabaya, Dinkes Temukan 29 Peserta Positif HIV

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan pemkot menargetkan pemeriksaan terhadap 45 persen dari total 538.024 anak usia 7–17 tahun di Surabaya.

“Target kami 242.110 siswa, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, SLB, hingga sekolah rakyat,” jelas Nanik, Selasa (5/8/2025).

Program ini telah disosialisasikan sejak Juni hingga Juli 2025 ke seluruh sekolah, tenaga kesehatan Puskesmas, dan perangkat daerah terkait. Pemeriksaan mencakup aspek fisik dan mental sesuai jenjang usia siswa.

“Meliputi gizi, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, tekanan darah, gula darah, TBC, pendengaran, penglihatan, gigi, kesehatan jiwa, reproduksi, hingga riwayat imunisasi,” paparnya.

Pemeriksaan dilakukan di sekolah oleh tim dari Puskesmas bersama guru UKS dan guru PJOK. Jika diperlukan pemeriksaan lanjutan, siswa dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

Baca Juga: Anggaran Kesehatan Timpang, Banggar Desak Fokus ke Pencegahan

Dinkes telah menyiapkan alur pelaksanaan. Sekitar tujuh hari sebelum pemeriksaan, Puskesmas akan berkoordinasi dengan sekolah. Sekolah menyebarkan informasi dan tautan kuesioner kepada orang tua.

“Dua hari sebelum pemeriksaan, petugas memeriksa isian kuesioner dan menyiapkan alat medis serta bahan habis pakai,” ujar Nanik.

Dinkes bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Kemenag, kecamatan, dan kelurahan.

“Koordinasi dengan Dindik dan Kemenag sangat penting untuk pendataan siswa dan jadwal pelaksanaan yang tidak mengganggu pelajaran utama,” katanya.

Baca Juga: Kasus Meninggal karena DBD, DPRD Surabaya Desak Rumah Sakit Tak Tolak Pasien BPJS

Tenaga medis dari Puskesmas seperti dokter, perawat, bidan, dan petugas gigi dilibatkan sesuai kebutuhan. Peralatan medis standar juga telah disiapkan.

Monitoring dilakukan setiap Senin dan Jumat. Evaluasi mingguan dilakukan melalui aplikasi ASIK dan rapat dengan kepala Puskesmas.

“Guru dan wali kelas diharapkan membantu pengorganisasian, sementara orang tua mendampingi pengisian kuesioner,” pungkas Nanik.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.