Selasa, 03 Feb 2026 06:30 WIB

Waspada! Kasus Diabetes Pada Anak di Surabaya Meningkat, Ini Penyebabnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 12 Feb 2023 10:33 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa kenaikan kasus penyakit diabetes pada anak, 80 persen dikarenakan makanan, bukan genetik.

"Jadi memang Kebanyakan yang terjadi karena 80 persen itu makanan, bukan karena genetik, tapi karena pola makannya. Gen ini setiap manusia itu pasti ada yang lemah," kata Eri, Sabtu (11/2/2023).

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Diketahui, tercatat melalui data Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, naiknya kasus diabetes pada anak dimulai pada tahun 2021 sebanyak 172 kasus hingga ke 2022 sebanyak 184 kasus.

"Pola anak-anak ini ketika gennya dia itu lemah disitulah peran orang tua. Maupun gennya kuat kalau disikat seperti itu terus (makanan) ya jebol. Kalau gennya lemah tapi tetap dijaga ya bisa bertahan,"ujarnya.

Menyikapi hal ini, Eri meminta setiap sekolah menyediakan kantin dengan makanan sehat yang rutin dikontrol.

"Kantin itu nanti yang jual adalah UMKM. Dinas Kesehatan bisa mengontrol apa saja makanan-makanan di sekolah. Itu yang kita lakukan," tegasnya.

Eri menyampaikan, banyak sekolah-sekolah yang masih membiarkan siswa-siswanya membeli makanan atau jajan di luar sekolah. Ia menyebut, jajan diluar tidak diketahui kandungannya serta kebersihannya. Apalagi, kandungan jajanan tak terkontrol.

"Ini yang penting juga orang tuanya, karena konsumsi mereka itu jadi tanggung jawab orang tua juga. Karena diabetes itu kan ginjalnya sudah tak kuat yang disebabkan oleh makan yang gak karu-karuan. Makanan cepat saji, habis itu kurang bergizi tinggi,"tuturnya.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Sementara itu Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina menyampaikan bahwa memang faktor penyebab diabetes karena pola makan anak-anak yang tidak sehat

"Suka makanan manis, fastfood, kurang makan yang berserat (sayur dan buah) gaya hidup yang tidak sehat,"jelasnya.

Kata dia, anak-anak yang cenderung malas beraktifitas, malas gerak, karena sering bermain handphone. Sehingga aktivitas anak berkurang dan menimbulkan penumpukan gula di dalam tubuh anak.

"Juga faktor genetik, keturunan dari orang tua yang juga mengidap diabetes,"ucapnya.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Pemkot Surabaya melakukan upaya pencegahan dengan meningkatkan Sosialisasi makanan seimbang seperti perbanyak makan sayur dan buah dan kurangi minuman manis, bersoda dan makanan siap saji.

"Rajin berolahraga secara rutin/aktivitas fisik seperti bermain sesuai usia anak. kurangi penggunaan gadget,perbanyak aktivitas dengan teman sebaya,"terangnya.

Dinkes Surabaya melakukan deteksi dini kepada anak khususnya anak dengan riwayat genetik DM. Lalu, meningkatkan kapasitas petugas dengan pelatihan penanganan kasus Diabetes Melitus anak

"Sistem rujukan bagi anak anak dengan kasus DM yang butuh penanganan lebih lanjut," (Ade/SL1).

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.