Kamis, 04 Jun 2026 08:33 WIB

Waspada! Kasus Diabetes Pada Anak di Surabaya Meningkat, Ini Penyebabnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 12 Feb 2023 10:33 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa kenaikan kasus penyakit diabetes pada anak, 80 persen dikarenakan makanan, bukan genetik.

"Jadi memang Kebanyakan yang terjadi karena 80 persen itu makanan, bukan karena genetik, tapi karena pola makannya. Gen ini setiap manusia itu pasti ada yang lemah," kata Eri, Sabtu (11/2/2023).

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Diketahui, tercatat melalui data Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, naiknya kasus diabetes pada anak dimulai pada tahun 2021 sebanyak 172 kasus hingga ke 2022 sebanyak 184 kasus.

"Pola anak-anak ini ketika gennya dia itu lemah disitulah peran orang tua. Maupun gennya kuat kalau disikat seperti itu terus (makanan) ya jebol. Kalau gennya lemah tapi tetap dijaga ya bisa bertahan,"ujarnya.

Menyikapi hal ini, Eri meminta setiap sekolah menyediakan kantin dengan makanan sehat yang rutin dikontrol.

"Kantin itu nanti yang jual adalah UMKM. Dinas Kesehatan bisa mengontrol apa saja makanan-makanan di sekolah. Itu yang kita lakukan," tegasnya.

Eri menyampaikan, banyak sekolah-sekolah yang masih membiarkan siswa-siswanya membeli makanan atau jajan di luar sekolah. Ia menyebut, jajan diluar tidak diketahui kandungannya serta kebersihannya. Apalagi, kandungan jajanan tak terkontrol.

"Ini yang penting juga orang tuanya, karena konsumsi mereka itu jadi tanggung jawab orang tua juga. Karena diabetes itu kan ginjalnya sudah tak kuat yang disebabkan oleh makan yang gak karu-karuan. Makanan cepat saji, habis itu kurang bergizi tinggi,"tuturnya.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Sementara itu Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina menyampaikan bahwa memang faktor penyebab diabetes karena pola makan anak-anak yang tidak sehat

"Suka makanan manis, fastfood, kurang makan yang berserat (sayur dan buah) gaya hidup yang tidak sehat,"jelasnya.

Kata dia, anak-anak yang cenderung malas beraktifitas, malas gerak, karena sering bermain handphone. Sehingga aktivitas anak berkurang dan menimbulkan penumpukan gula di dalam tubuh anak.

"Juga faktor genetik, keturunan dari orang tua yang juga mengidap diabetes,"ucapnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Pemkot Surabaya melakukan upaya pencegahan dengan meningkatkan Sosialisasi makanan seimbang seperti perbanyak makan sayur dan buah dan kurangi minuman manis, bersoda dan makanan siap saji.

"Rajin berolahraga secara rutin/aktivitas fisik seperti bermain sesuai usia anak. kurangi penggunaan gadget,perbanyak aktivitas dengan teman sebaya,"terangnya.

Dinkes Surabaya melakukan deteksi dini kepada anak khususnya anak dengan riwayat genetik DM. Lalu, meningkatkan kapasitas petugas dengan pelatihan penanganan kasus Diabetes Melitus anak

"Sistem rujukan bagi anak anak dengan kasus DM yang butuh penanganan lebih lanjut," (Ade/SL1).

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.

Jaring Atlet Jelang Porprov Jatim 2027, Pordasi Sidoarjo Gelar Lomba Berkuda

Federasi berkuda Sidoarjo membuka kesempatan seluas-luasnya bagi atlet muda untuk berpartisipasi tanpa terbebani biaya. Menampilkan bakat hingga jadi atlet.