Kesaksian Pedagang di Stadion Kanjuruhan: Ada Suporter Bertiket Tak Bisa Masuk
- Penulis : Ade Resty
- | Jumat, 20 Jan 2023 10:16 WIB
selalu.id - Sebanyak 17 saksi dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan Tragedi Kanjuruhan, pada Sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (19/1/2023).
Saksi pedagang atau pemilik warung yang ada di kios kawasan Stadion Kanjuruhan, Nanang Efendi mengaku melihat sejumlah suporter Aremania yang mempunyai gelang tiket pertandingan Arema FC melawan Persebaya pada 1 Oktober 2022 lalu tak bisa masuk ke dalam Stadion.
Baca Juga: Madas Anak Serumpun Tolak Eksekusi Bangunan Darmo, Akan Ajukan Perlawanan Hukum
"Kalau bilang banyak yang jelas lebih 10 orang, mereka sudah bergelang tiket tetapi belum bisa masuk," kata Nanang saat memberikan keterangan saksi di Ruang Cakra.
Nanang pun memperkirakan, para suporter itu tidak masuk dikarenakan mereka telat datang. Tampak pintu stadion dalam keadaan buka dan tutup.
"Sepertinya datangnya telat. Pintu stadion buka tutup, masih ada suporter belum masuk," ujarnya.
Baca Juga: Eksekusi PN Surabaya di Darmo Tertunda, Bangunan Dipakai Kantor Madas
Sementara itu, istri Nanang yang juga sebagai saksi yakni Yunani mengatakan, dirinya bersama suaminya telah berjualan di Kios dekat pintu 10 Stadion Kanjuruhan sejak 2011 itu mengaku mendengar suara desakan dan menjerit, usai pertandingan.
"Penonton teriak dua kali diatas kios saya,"jelasnya.
Bahkan Yunani tak melihat yang berada di luar stadion saat kondisi sudah tidak terkondusif. Dia mempersilahkan kiosnya menjadi tempat para korban yang pingsan ataupun jenazah.
Baca Juga: Proyek Flyover Taman Pelangi Dimulai 2026, Tapi 10 Persil Masih Sengketa Hukum
"Setahu saya mungkin di dalam lapangan saja. Petugas kesehatan saat kejadian juga tidak ada,"jelasnya.
"Banyak yang berlindung di kios saya. Ada yang meninggal dari dalam dibawa keluar ke warung saya. Waktu itu saya memberi minum, saya juga kasih obat,"pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi