Rabu, 22 Jul 2026 22:28 WIB

Kesaksian Pedagang di Stadion Kanjuruhan: Ada Suporter Bertiket Tak Bisa Masuk

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 20 Jan 2023 10:16 WIB
Suasana sidang kerusuhan Kanjuruhan di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya
Suasana sidang kerusuhan Kanjuruhan di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya

selalu.id - Sebanyak 17 saksi dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan Tragedi Kanjuruhan, pada Sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (19/1/2023).

Saksi pedagang atau pemilik warung yang ada di kios kawasan Stadion Kanjuruhan, Nanang Efendi mengaku melihat sejumlah suporter Aremania yang mempunyai gelang tiket pertandingan Arema FC melawan Persebaya pada 1 Oktober 2022 lalu tak bisa masuk ke dalam Stadion.

Baca Juga: Terdakwa Pengusiran dan Perusakan Rumah Nenek Elina di Surabaya Divonis Tiga Tahun 10 Bulan

"Kalau bilang banyak yang jelas lebih 10 orang, mereka sudah bergelang tiket tetapi belum bisa masuk," kata Nanang saat memberikan keterangan saksi di Ruang Cakra.

Nanang pun memperkirakan, para suporter itu tidak masuk dikarenakan mereka telat datang. Tampak pintu stadion dalam keadaan buka dan tutup.

"Sepertinya datangnya telat. Pintu stadion buka tutup, masih ada suporter belum masuk," ujarnya.

Baca Juga: Hakim Vonis Ringan Eks Manajer Akuntasi PT Dejavu Multi Kreasi dalam Kasus Penggelapan

Sementara itu, istri Nanang yang juga sebagai saksi yakni Yunani mengatakan, dirinya bersama suaminya telah berjualan di Kios dekat pintu 10 Stadion Kanjuruhan sejak 2011 itu mengaku mendengar suara desakan dan menjerit, usai pertandingan.

"Penonton teriak dua kali diatas kios saya,"jelasnya.

Bahkan Yunani tak melihat yang berada di luar stadion saat kondisi sudah tidak terkondusif. Dia mempersilahkan kiosnya menjadi tempat para korban yang pingsan ataupun jenazah.

Baca Juga: Direktur PT GTI Divonis 10 Tahun dalam Kasus TPPU Investasi Fiktif Rp220,3 M

"Setahu saya mungkin di dalam lapangan saja. Petugas kesehatan saat kejadian juga tidak ada,"jelasnya.

"Banyak yang berlindung di kios saya. Ada yang meninggal dari dalam dibawa keluar ke warung saya. Waktu itu saya memberi minum, saya juga kasih obat,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.