Minggu, 06 Sep 2026 15:35 WIB

Kesaksian Pedagang di Stadion Kanjuruhan: Ada Suporter Bertiket Tak Bisa Masuk

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 20 Jan 2023 10:16 WIB
Suasana sidang kerusuhan Kanjuruhan di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya
Suasana sidang kerusuhan Kanjuruhan di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya

selalu.id - Sebanyak 17 saksi dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan Tragedi Kanjuruhan, pada Sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (19/1/2023).

Saksi pedagang atau pemilik warung yang ada di kios kawasan Stadion Kanjuruhan, Nanang Efendi mengaku melihat sejumlah suporter Aremania yang mempunyai gelang tiket pertandingan Arema FC melawan Persebaya pada 1 Oktober 2022 lalu tak bisa masuk ke dalam Stadion.

Baca Juga: Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

"Kalau bilang banyak yang jelas lebih 10 orang, mereka sudah bergelang tiket tetapi belum bisa masuk," kata Nanang saat memberikan keterangan saksi di Ruang Cakra.

Nanang pun memperkirakan, para suporter itu tidak masuk dikarenakan mereka telat datang. Tampak pintu stadion dalam keadaan buka dan tutup.

"Sepertinya datangnya telat. Pintu stadion buka tutup, masih ada suporter belum masuk," ujarnya.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Sementara itu, istri Nanang yang juga sebagai saksi yakni Yunani mengatakan, dirinya bersama suaminya telah berjualan di Kios dekat pintu 10 Stadion Kanjuruhan sejak 2011 itu mengaku mendengar suara desakan dan menjerit, usai pertandingan.

"Penonton teriak dua kali diatas kios saya,"jelasnya.

Bahkan Yunani tak melihat yang berada di luar stadion saat kondisi sudah tidak terkondusif. Dia mempersilahkan kiosnya menjadi tempat para korban yang pingsan ataupun jenazah.

Baca Juga: Kisah Pilu Gadis di Surabaya, Disetubuhi Ayah Tiri Sejak SD hingga Dicekoki Ekstasi

"Setahu saya mungkin di dalam lapangan saja. Petugas kesehatan saat kejadian juga tidak ada,"jelasnya.

"Banyak yang berlindung di kios saya. Ada yang meninggal dari dalam dibawa keluar ke warung saya. Waktu itu saya memberi minum, saya juga kasih obat,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.

Bupati Jember Fawait Berangkatkan Peserta Tajemtra Meski Akui Baru Lepas Infus

Ia mengaku tidak ingin meninggalkan masyarakat yang telah datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti Tajemtra.

Kolaborasi Pemkab Jember-KAI, 350 Peserta Tajemtra Berangkat ke Tanggul Naik Kereta Khusus

Penggunaan kereta api untuk mengangkut peserta diharapkan dapat memberikan perjalanan yang aman dan nyaman.

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item