Senin, 02 Feb 2026 21:58 WIB

Kesaksian Pedagang di Stadion Kanjuruhan: Ada Suporter Bertiket Tak Bisa Masuk

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 20 Jan 2023 10:16 WIB
Suasana sidang kerusuhan Kanjuruhan di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya
Suasana sidang kerusuhan Kanjuruhan di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya

selalu.id - Sebanyak 17 saksi dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan Tragedi Kanjuruhan, pada Sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (19/1/2023).

Saksi pedagang atau pemilik warung yang ada di kios kawasan Stadion Kanjuruhan, Nanang Efendi mengaku melihat sejumlah suporter Aremania yang mempunyai gelang tiket pertandingan Arema FC melawan Persebaya pada 1 Oktober 2022 lalu tak bisa masuk ke dalam Stadion.

Baca Juga: Madas Anak Serumpun Tolak Eksekusi Bangunan Darmo, Akan Ajukan Perlawanan Hukum

"Kalau bilang banyak yang jelas lebih 10 orang, mereka sudah bergelang tiket tetapi belum bisa masuk," kata Nanang saat memberikan keterangan saksi di Ruang Cakra.

Nanang pun memperkirakan, para suporter itu tidak masuk dikarenakan mereka telat datang. Tampak pintu stadion dalam keadaan buka dan tutup.

"Sepertinya datangnya telat. Pintu stadion buka tutup, masih ada suporter belum masuk," ujarnya.

Baca Juga: Eksekusi PN Surabaya di Darmo Tertunda, Bangunan Dipakai Kantor Madas

Sementara itu, istri Nanang yang juga sebagai saksi yakni Yunani mengatakan, dirinya bersama suaminya telah berjualan di Kios dekat pintu 10 Stadion Kanjuruhan sejak 2011 itu mengaku mendengar suara desakan dan menjerit, usai pertandingan.

"Penonton teriak dua kali diatas kios saya,"jelasnya.

Bahkan Yunani tak melihat yang berada di luar stadion saat kondisi sudah tidak terkondusif. Dia mempersilahkan kiosnya menjadi tempat para korban yang pingsan ataupun jenazah.

Baca Juga: Proyek Flyover Taman Pelangi Dimulai 2026, Tapi 10 Persil Masih Sengketa Hukum

"Setahu saya mungkin di dalam lapangan saja. Petugas kesehatan saat kejadian juga tidak ada,"jelasnya.

"Banyak yang berlindung di kios saya. Ada yang meninggal dari dalam dibawa keluar ke warung saya. Waktu itu saya memberi minum, saya juga kasih obat,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.