Kamis, 04 Jun 2026 05:51 WIB

Kesaksian Pedagang di Stadion Kanjuruhan: Ada Suporter Bertiket Tak Bisa Masuk

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 20 Jan 2023 10:16 WIB
Suasana sidang kerusuhan Kanjuruhan di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya
Suasana sidang kerusuhan Kanjuruhan di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya

selalu.id - Sebanyak 17 saksi dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan Tragedi Kanjuruhan, pada Sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (19/1/2023).

Saksi pedagang atau pemilik warung yang ada di kios kawasan Stadion Kanjuruhan, Nanang Efendi mengaku melihat sejumlah suporter Aremania yang mempunyai gelang tiket pertandingan Arema FC melawan Persebaya pada 1 Oktober 2022 lalu tak bisa masuk ke dalam Stadion.

Baca Juga: Anak Polisi di Surabaya Dituntut 10 Tahun Penjara dalam Kasus Sabu Jaringan Joko Tingkir

"Kalau bilang banyak yang jelas lebih 10 orang, mereka sudah bergelang tiket tetapi belum bisa masuk," kata Nanang saat memberikan keterangan saksi di Ruang Cakra.

Nanang pun memperkirakan, para suporter itu tidak masuk dikarenakan mereka telat datang. Tampak pintu stadion dalam keadaan buka dan tutup.

"Sepertinya datangnya telat. Pintu stadion buka tutup, masih ada suporter belum masuk," ujarnya.

Baca Juga: Hermanto Oerip, Terdakwa Penipuan Rp75 M Kini Jadi Tahanan Rutan

Sementara itu, istri Nanang yang juga sebagai saksi yakni Yunani mengatakan, dirinya bersama suaminya telah berjualan di Kios dekat pintu 10 Stadion Kanjuruhan sejak 2011 itu mengaku mendengar suara desakan dan menjerit, usai pertandingan.

"Penonton teriak dua kali diatas kios saya,"jelasnya.

Bahkan Yunani tak melihat yang berada di luar stadion saat kondisi sudah tidak terkondusif. Dia mempersilahkan kiosnya menjadi tempat para korban yang pingsan ataupun jenazah.

Baca Juga: Kasus Pengerusakan Rumah Nenek Elina Masuk Persidangan, Kuasa Hukum Terdakwa Melawan

"Setahu saya mungkin di dalam lapangan saja. Petugas kesehatan saat kejadian juga tidak ada,"jelasnya.

"Banyak yang berlindung di kios saya. Ada yang meninggal dari dalam dibawa keluar ke warung saya. Waktu itu saya memberi minum, saya juga kasih obat,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.