Kamis, 04 Jun 2026 11:57 WIB

Ketum PBNU Tegaskan Tidak Boleh Ada Capres dan Cawapres 2024 Mengatasnamakan NU

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 11 Jan 2023 14:32 WIB
Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya saat di Surabaya
Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya saat di Surabaya

selalu.id - Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya, menegaskan bahwa tidak Calon Presiden maupun Wakil Presiden mengatasnamakan Nahdlatul Ulama (NU).

"Gak ada, saya selalu tegaskan tidak ada Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden atas nama NU, tidak ada sema sekali,"tegas Gus Yahya, usai acara silaturahmi Pimpinan Media, Tokoh Lintas Media, Pemuda, Akademisi, di Hotel Mercury, Surabaya, Rabu (11/1/2023).

Baca Juga: ‎Fun Walk Harlah Ansor-Fatayat NU, Ribuan Warga Padati Alun-alun Kraksaan Probolinggo

Gus Yahya pun memberi warning kepada kelompok yang problematik dan sangat potensial menimbulkan ancaman. Sehingga, menurutnya hal tersebut mengakomodasi untuk menjadikan alat untuk kekuatan politik.

"Mereka manifes dalam pertarungan dan ini menjadi ancaman. Mereka terus mencari mungkin sekarang menimbang-nimbang. Kita perlu memikirkan potensi ancaman ini agar semua siap dan kita ingin menyampaikan kepada masyarakat, marilah kita bersama mencapai kepentingan kemaslahatan bersama kita," ujarnya.

Gus Yahya menerangkan, pemilu 2024 menjadi NU incaran potensi dari para elit poltik. Ia berharap mereka harus berpikir tentang kemaslahatan masyarakat.

Baca Juga: Halal Bihalal di Tengah Suksesi Pengurus PCNU Jember, Nama Gus Sikin Menguat

"Mohon dengan cara upaya grand desain (elit politik) membangun rangsangan permainan yang tidak berbahaya bagi masyarakat,"terangnya.

Lebih lanjut Gus Yahya menambahkan, pada momen seratus tahun atau 1 Abad NU, pihaknya meminta maaf kepada masyarakat Surabaya, Sidoarjo, maupun masyarakat Jawa Timur sekitarnya atas resepsi besar nantinya yang akan digelar di Sidoarjo pada 7 Februari 2023.

Baca Juga: Lebaran Idul Fitri 2026 Kapan? Ini Perhitungan Muhammadiyah, BMKG hingga NU

Pihaknya pun juga mengajak seluruh masyarakat luar untuk memperingati dan menyelenggarakan 1 Abad NU.

"Kami akan berupaya menyelenggarakan berbagai macam kegiatan yang akan membawa suasana kegembiraan kebahagiaan untuk semua orang. Kami akan selenggarakan berbagai festival kuliner, seni, karnaval dan sebagainya. Kami akan mengajak masyarakat ikut serta,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.