Senin, 02 Feb 2026 19:58 WIB

Ketum PBNU Tegaskan Tidak Boleh Ada Capres dan Cawapres 2024 Mengatasnamakan NU

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 11 Jan 2023 14:32 WIB
Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya saat di Surabaya
Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya saat di Surabaya

selalu.id - Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya, menegaskan bahwa tidak Calon Presiden maupun Wakil Presiden mengatasnamakan Nahdlatul Ulama (NU).

"Gak ada, saya selalu tegaskan tidak ada Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden atas nama NU, tidak ada sema sekali,"tegas Gus Yahya, usai acara silaturahmi Pimpinan Media, Tokoh Lintas Media, Pemuda, Akademisi, di Hotel Mercury, Surabaya, Rabu (11/1/2023).

Baca Juga: Golkar Surabaya Apresiasi Putusan MK soal Pemilu Nasional dan Daerah

Gus Yahya pun memberi warning kepada kelompok yang problematik dan sangat potensial menimbulkan ancaman. Sehingga, menurutnya hal tersebut mengakomodasi untuk menjadikan alat untuk kekuatan politik.

"Mereka manifes dalam pertarungan dan ini menjadi ancaman. Mereka terus mencari mungkin sekarang menimbang-nimbang. Kita perlu memikirkan potensi ancaman ini agar semua siap dan kita ingin menyampaikan kepada masyarakat, marilah kita bersama mencapai kepentingan kemaslahatan bersama kita," ujarnya.

Gus Yahya menerangkan, pemilu 2024 menjadi NU incaran potensi dari para elit poltik. Ia berharap mereka harus berpikir tentang kemaslahatan masyarakat.

Baca Juga: Eri Cahyadi Nilai Pemilu Terpisah 2029 Bisa Kurangi Gesekan Politik

"Mohon dengan cara upaya grand desain (elit politik) membangun rangsangan permainan yang tidak berbahaya bagi masyarakat,"terangnya.

Lebih lanjut Gus Yahya menambahkan, pada momen seratus tahun atau 1 Abad NU, pihaknya meminta maaf kepada masyarakat Surabaya, Sidoarjo, maupun masyarakat Jawa Timur sekitarnya atas resepsi besar nantinya yang akan digelar di Sidoarjo pada 7 Februari 2023.

Baca Juga: Kongres Muslimat NU: Arifah Chori Fauzi Terpilih Ketua Umum, Khofifah Geser ke Dewan Pembina

Pihaknya pun juga mengajak seluruh masyarakat luar untuk memperingati dan menyelenggarakan 1 Abad NU.

"Kami akan berupaya menyelenggarakan berbagai macam kegiatan yang akan membawa suasana kegembiraan kebahagiaan untuk semua orang. Kami akan selenggarakan berbagai festival kuliner, seni, karnaval dan sebagainya. Kami akan mengajak masyarakat ikut serta,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.