Rabu, 21 Okt 2026 09:16 WIB

Ketum PBNU Tegaskan Tidak Boleh Ada Capres dan Cawapres 2024 Mengatasnamakan NU

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 11 Jan 2023 14:32 WIB
Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya saat di Surabaya
Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya saat di Surabaya

selalu.id - Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya, menegaskan bahwa tidak Calon Presiden maupun Wakil Presiden mengatasnamakan Nahdlatul Ulama (NU).

"Gak ada, saya selalu tegaskan tidak ada Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden atas nama NU, tidak ada sema sekali,"tegas Gus Yahya, usai acara silaturahmi Pimpinan Media, Tokoh Lintas Media, Pemuda, Akademisi, di Hotel Mercury, Surabaya, Rabu (11/1/2023).

Baca Juga: Menatap Abad Kedua NU di Bawah Kepemimpinan Teduh Gus Kikin

Gus Yahya pun memberi warning kepada kelompok yang problematik dan sangat potensial menimbulkan ancaman. Sehingga, menurutnya hal tersebut mengakomodasi untuk menjadikan alat untuk kekuatan politik.

"Mereka manifes dalam pertarungan dan ini menjadi ancaman. Mereka terus mencari mungkin sekarang menimbang-nimbang. Kita perlu memikirkan potensi ancaman ini agar semua siap dan kita ingin menyampaikan kepada masyarakat, marilah kita bersama mencapai kepentingan kemaslahatan bersama kita," ujarnya.

Gus Yahya menerangkan, pemilu 2024 menjadi NU incaran potensi dari para elit poltik. Ia berharap mereka harus berpikir tentang kemaslahatan masyarakat.

Baca Juga: Setelah Voting, Pemilihan Ketum PBNU Berubah ke Mekanisme AHWA

"Mohon dengan cara upaya grand desain (elit politik) membangun rangsangan permainan yang tidak berbahaya bagi masyarakat,"terangnya.

Lebih lanjut Gus Yahya menambahkan, pada momen seratus tahun atau 1 Abad NU, pihaknya meminta maaf kepada masyarakat Surabaya, Sidoarjo, maupun masyarakat Jawa Timur sekitarnya atas resepsi besar nantinya yang akan digelar di Sidoarjo pada 7 Februari 2023.

Baca Juga: Gus Salam Ungkap Muktamar ke-35 NU Diwarnai Kekerasan Panitia ke Peserta

Pihaknya pun juga mengajak seluruh masyarakat luar untuk memperingati dan menyelenggarakan 1 Abad NU.

"Kami akan berupaya menyelenggarakan berbagai macam kegiatan yang akan membawa suasana kegembiraan kebahagiaan untuk semua orang. Kami akan selenggarakan berbagai festival kuliner, seni, karnaval dan sebagainya. Kami akan mengajak masyarakat ikut serta,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Doa Lintas Agama Digelar di Sidoarjo

Istigasah dipimpin KH Rofiq Siradj.

Top 5 Berita: Pabrik Kosmetik Ilegal Digerebek sampai Rapat Kerja Pusat

Pembaca tertarik pemberitaan penggerebekan pabrik kosmetik ilegal hingga pendidikan.

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Integrasi ini memudahkan masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus mendatangi sejumlah kantor pelayanan secara terpisah.