Selasa, 21 Jul 2026 18:22 WIB

Ketum PBNU Tegaskan Tidak Boleh Ada Capres dan Cawapres 2024 Mengatasnamakan NU

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 11 Jan 2023 14:32 WIB
Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya saat di Surabaya
Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya saat di Surabaya

selalu.id - Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya, menegaskan bahwa tidak Calon Presiden maupun Wakil Presiden mengatasnamakan Nahdlatul Ulama (NU).

"Gak ada, saya selalu tegaskan tidak ada Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden atas nama NU, tidak ada sema sekali,"tegas Gus Yahya, usai acara silaturahmi Pimpinan Media, Tokoh Lintas Media, Pemuda, Akademisi, di Hotel Mercury, Surabaya, Rabu (11/1/2023).

Baca Juga: ‎Fun Walk Harlah Ansor-Fatayat NU, Ribuan Warga Padati Alun-alun Kraksaan Probolinggo

Gus Yahya pun memberi warning kepada kelompok yang problematik dan sangat potensial menimbulkan ancaman. Sehingga, menurutnya hal tersebut mengakomodasi untuk menjadikan alat untuk kekuatan politik.

"Mereka manifes dalam pertarungan dan ini menjadi ancaman. Mereka terus mencari mungkin sekarang menimbang-nimbang. Kita perlu memikirkan potensi ancaman ini agar semua siap dan kita ingin menyampaikan kepada masyarakat, marilah kita bersama mencapai kepentingan kemaslahatan bersama kita," ujarnya.

Gus Yahya menerangkan, pemilu 2024 menjadi NU incaran potensi dari para elit poltik. Ia berharap mereka harus berpikir tentang kemaslahatan masyarakat.

Baca Juga: Halal Bihalal di Tengah Suksesi Pengurus PCNU Jember, Nama Gus Sikin Menguat

"Mohon dengan cara upaya grand desain (elit politik) membangun rangsangan permainan yang tidak berbahaya bagi masyarakat,"terangnya.

Lebih lanjut Gus Yahya menambahkan, pada momen seratus tahun atau 1 Abad NU, pihaknya meminta maaf kepada masyarakat Surabaya, Sidoarjo, maupun masyarakat Jawa Timur sekitarnya atas resepsi besar nantinya yang akan digelar di Sidoarjo pada 7 Februari 2023.

Baca Juga: Lebaran Idul Fitri 2026 Kapan? Ini Perhitungan Muhammadiyah, BMKG hingga NU

Pihaknya pun juga mengajak seluruh masyarakat luar untuk memperingati dan menyelenggarakan 1 Abad NU.

"Kami akan berupaya menyelenggarakan berbagai macam kegiatan yang akan membawa suasana kegembiraan kebahagiaan untuk semua orang. Kami akan selenggarakan berbagai festival kuliner, seni, karnaval dan sebagainya. Kami akan mengajak masyarakat ikut serta,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Baik, Seperti Cintamu ke Dia

Kondisi ini menambah tren kurang baik harga emas Antam Logam Mulia yang sempat naik tipis beberapa hari lalu.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Kebaikan Menghampiri, Baik untuk Pekerjaan hingga Cinta

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan. Cek segera, banyak kebaikan datang.