Cerita Karina, Gadis Surabaya yang Bertekad Kampanyekan Permainan Tradisional
- Penulis : Ade Resty
- | Sabtu, 10 Des 2022 12:11 WIB
selalu.id - Putri Anak Indoensia Budaya 2022, Karina Aliya Afandi mengajak siswa-siswa sekolah Elyon Christian School (ESC) Surabaya untuk melestarikan permainan Tradisional, pada Rabu (7/12/2022) lalu.
Karina, mengenalkan sejumlah permainan tradisional, seperti enggrang dari batok kelapa, holahop, bekel, dakon, dan lompat tali.
Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
Ia pun berencana akan mengenalkan budaya permainan tradisional ke beberapa di sekolah Indonesia. Sebab, menurutnya saat ini anak-anak seusianya kecanduan dengan game teknologi jaman sekarang.

Sehingga, membuat beberapa permainan tradisional sudah dilupakan oleh para anak-anak di Indonesia.
Kecenderungan mereka untuk lebih memilih gawai, seperti smartphone, playstation, atau berbagai macam konsol modern.
Bahkan, membuat permainan tradisional hanya pernah dimainkan oleh para anak era ‘90an.

Karina yang juga siswa ESC ini mengaku suka
memainkan permainan tradisional, seperti dakon, bekel, slebur-slebur, dan holahop.
Ketiga permainan itu sudah dikenalkan oleh mamanya sejak Karina kecil, sehingga menjadi permainan tradisional kesukaannya, terutama dakon.
Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
"Permainan dakon mengajarkan kita tentang ketekunan, ketepatan, kejujuran, berhitung, hingga kesabaran,"ungkap Karina.

Karena permainan tradisonal kesukaannya inilah yang menginspirasi Karina untuk mengkampanyekan permainan tradisional ke seluruh anak-anak di Indonesia.
"Saya sangat tertarik untuk mengajak anak-anak di Indonesia untuk bermain permainan tradisional ini, agar tidak kecanduan dengan gadget,"tuturnya.
Bahkan, rencana Karina ingin mengkampanyekan permainan tradisional itu sangat didukung oleh orangtuanya, yakni Sherly Setiono.
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Menurut Sherly, keberadaan permainan modern di tengah masyarakat mampu mengubah permainan tradisional yang perlahan-lahan menjadi hilang dalam kehidupan masyarakat.

Ia menilai, permainan tradisional juga dapat mempererat solidaritas karena permainan yang memerlukan kerjasama tim.
"Dapat pula (permainan tradisional) menyehatkan dan menciptakan interaksi karena setiap pemain harus bertemu, bertatap, dan berkomunikasi secara langsung."ujarnya.
Sherly berharap dengan rencana Karina ini dapat menyadarkan anak-anak di jaman sekarang untuk tetap bersosialisasi dengan teman-teman dan orang-orang di sekitar mereka, terlepas dari majunya teknologi. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi