Kamis, 22 Okt 2026 07:39 WIB

Cerita Karina, Gadis Surabaya yang Bertekad Kampanyekan Permainan Tradisional

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 10 Des 2022 12:11 WIB
Karina saat memperagakan permainan lompat tali kepada siswa Elyon Christian School (ESC) Surabaya
Karina saat memperagakan permainan lompat tali kepada siswa Elyon Christian School (ESC) Surabaya

selalu.id - Putri Anak Indoensia Budaya 2022, Karina Aliya Afandi mengajak siswa-siswa sekolah Elyon Christian School (ESC) Surabaya untuk melestarikan permainan Tradisional, pada Rabu (7/12/2022) lalu.

Karina, mengenalkan sejumlah permainan tradisional, seperti enggrang dari batok kelapa, holahop, bekel, dakon, dan lompat tali.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Ia pun berencana akan mengenalkan budaya permainan tradisional ke beberapa di sekolah Indonesia. Sebab, menurutnya saat ini anak-anak seusianya kecanduan dengan game teknologi jaman sekarang.

Sehingga, membuat beberapa permainan tradisional sudah dilupakan oleh para anak-anak di Indonesia.

Kecenderungan mereka untuk lebih memilih gawai, seperti smartphone, playstation, atau berbagai macam konsol modern.

Bahkan, membuat permainan tradisional hanya pernah dimainkan oleh para anak era ‘90an.

Karina yang juga siswa ESC ini mengaku suka
memainkan permainan tradisional, seperti dakon, bekel, slebur-slebur, dan holahop.

Ketiga permainan itu sudah dikenalkan oleh mamanya sejak Karina kecil, sehingga menjadi permainan tradisional kesukaannya, terutama dakon.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

"Permainan dakon mengajarkan kita tentang ketekunan, ketepatan, kejujuran, berhitung, hingga kesabaran,"ungkap Karina.

Karena permainan tradisonal kesukaannya inilah yang menginspirasi Karina untuk mengkampanyekan permainan tradisional ke seluruh anak-anak di Indonesia.

"Saya sangat tertarik untuk mengajak anak-anak di Indonesia untuk bermain permainan tradisional ini, agar tidak kecanduan dengan gadget,"tuturnya.

Bahkan, rencana Karina ingin mengkampanyekan permainan tradisional itu sangat didukung oleh orangtuanya, yakni Sherly Setiono.

Baca Juga: Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

Menurut Sherly, keberadaan permainan modern di tengah masyarakat mampu mengubah permainan tradisional yang perlahan-lahan menjadi hilang dalam kehidupan masyarakat.

Ia menilai, permainan tradisional juga dapat mempererat solidaritas karena permainan yang memerlukan kerjasama tim.

"Dapat pula (permainan tradisional) menyehatkan dan menciptakan interaksi karena setiap pemain harus bertemu, bertatap, dan berkomunikasi secara langsung."ujarnya.

Sherly berharap dengan rencana Karina ini dapat menyadarkan anak-anak di jaman sekarang untuk tetap bersosialisasi dengan teman-teman dan orang-orang di sekitar mereka, terlepas dari majunya teknologi. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).