Sabtu, 06 Jun 2026 00:02 WIB

Cerita Karina, Gadis Surabaya yang Bertekad Kampanyekan Permainan Tradisional

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 10 Des 2022 12:11 WIB
Karina saat memperagakan permainan lompat tali kepada siswa Elyon Christian School (ESC) Surabaya
Karina saat memperagakan permainan lompat tali kepada siswa Elyon Christian School (ESC) Surabaya

selalu.id - Putri Anak Indoensia Budaya 2022, Karina Aliya Afandi mengajak siswa-siswa sekolah Elyon Christian School (ESC) Surabaya untuk melestarikan permainan Tradisional, pada Rabu (7/12/2022) lalu.

Karina, mengenalkan sejumlah permainan tradisional, seperti enggrang dari batok kelapa, holahop, bekel, dakon, dan lompat tali.

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Ia pun berencana akan mengenalkan budaya permainan tradisional ke beberapa di sekolah Indonesia. Sebab, menurutnya saat ini anak-anak seusianya kecanduan dengan game teknologi jaman sekarang.

Sehingga, membuat beberapa permainan tradisional sudah dilupakan oleh para anak-anak di Indonesia.

Kecenderungan mereka untuk lebih memilih gawai, seperti smartphone, playstation, atau berbagai macam konsol modern.

Bahkan, membuat permainan tradisional hanya pernah dimainkan oleh para anak era ‘90an.

Karina yang juga siswa ESC ini mengaku suka
memainkan permainan tradisional, seperti dakon, bekel, slebur-slebur, dan holahop.

Ketiga permainan itu sudah dikenalkan oleh mamanya sejak Karina kecil, sehingga menjadi permainan tradisional kesukaannya, terutama dakon.

Baca Juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

"Permainan dakon mengajarkan kita tentang ketekunan, ketepatan, kejujuran, berhitung, hingga kesabaran,"ungkap Karina.

Karena permainan tradisonal kesukaannya inilah yang menginspirasi Karina untuk mengkampanyekan permainan tradisional ke seluruh anak-anak di Indonesia.

"Saya sangat tertarik untuk mengajak anak-anak di Indonesia untuk bermain permainan tradisional ini, agar tidak kecanduan dengan gadget,"tuturnya.

Bahkan, rencana Karina ingin mengkampanyekan permainan tradisional itu sangat didukung oleh orangtuanya, yakni Sherly Setiono.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

Menurut Sherly, keberadaan permainan modern di tengah masyarakat mampu mengubah permainan tradisional yang perlahan-lahan menjadi hilang dalam kehidupan masyarakat.

Ia menilai, permainan tradisional juga dapat mempererat solidaritas karena permainan yang memerlukan kerjasama tim.

"Dapat pula (permainan tradisional) menyehatkan dan menciptakan interaksi karena setiap pemain harus bertemu, bertatap, dan berkomunikasi secara langsung."ujarnya.

Sherly berharap dengan rencana Karina ini dapat menyadarkan anak-anak di jaman sekarang untuk tetap bersosialisasi dengan teman-teman dan orang-orang di sekitar mereka, terlepas dari majunya teknologi. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.