Selasa, 03 Feb 2026 03:11 WIB

Cerita Karina, Gadis Surabaya yang Bertekad Kampanyekan Permainan Tradisional

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 10 Des 2022 12:11 WIB
Karina saat memperagakan permainan lompat tali kepada siswa Elyon Christian School (ESC) Surabaya
Karina saat memperagakan permainan lompat tali kepada siswa Elyon Christian School (ESC) Surabaya

selalu.id - Putri Anak Indoensia Budaya 2022, Karina Aliya Afandi mengajak siswa-siswa sekolah Elyon Christian School (ESC) Surabaya untuk melestarikan permainan Tradisional, pada Rabu (7/12/2022) lalu.

Karina, mengenalkan sejumlah permainan tradisional, seperti enggrang dari batok kelapa, holahop, bekel, dakon, dan lompat tali.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Ia pun berencana akan mengenalkan budaya permainan tradisional ke beberapa di sekolah Indonesia. Sebab, menurutnya saat ini anak-anak seusianya kecanduan dengan game teknologi jaman sekarang.

Sehingga, membuat beberapa permainan tradisional sudah dilupakan oleh para anak-anak di Indonesia.

Kecenderungan mereka untuk lebih memilih gawai, seperti smartphone, playstation, atau berbagai macam konsol modern.

Bahkan, membuat permainan tradisional hanya pernah dimainkan oleh para anak era ‘90an.

Karina yang juga siswa ESC ini mengaku suka
memainkan permainan tradisional, seperti dakon, bekel, slebur-slebur, dan holahop.

Ketiga permainan itu sudah dikenalkan oleh mamanya sejak Karina kecil, sehingga menjadi permainan tradisional kesukaannya, terutama dakon.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

"Permainan dakon mengajarkan kita tentang ketekunan, ketepatan, kejujuran, berhitung, hingga kesabaran,"ungkap Karina.

Karena permainan tradisonal kesukaannya inilah yang menginspirasi Karina untuk mengkampanyekan permainan tradisional ke seluruh anak-anak di Indonesia.

"Saya sangat tertarik untuk mengajak anak-anak di Indonesia untuk bermain permainan tradisional ini, agar tidak kecanduan dengan gadget,"tuturnya.

Bahkan, rencana Karina ingin mengkampanyekan permainan tradisional itu sangat didukung oleh orangtuanya, yakni Sherly Setiono.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Menurut Sherly, keberadaan permainan modern di tengah masyarakat mampu mengubah permainan tradisional yang perlahan-lahan menjadi hilang dalam kehidupan masyarakat.

Ia menilai, permainan tradisional juga dapat mempererat solidaritas karena permainan yang memerlukan kerjasama tim.

"Dapat pula (permainan tradisional) menyehatkan dan menciptakan interaksi karena setiap pemain harus bertemu, bertatap, dan berkomunikasi secara langsung."ujarnya.

Sherly berharap dengan rencana Karina ini dapat menyadarkan anak-anak di jaman sekarang untuk tetap bersosialisasi dengan teman-teman dan orang-orang di sekitar mereka, terlepas dari majunya teknologi. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.