Rabu, 22 Jul 2026 14:09 WIB

Cerita Karina, Gadis Surabaya yang Bertekad Kampanyekan Permainan Tradisional

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 10 Des 2022 12:11 WIB
Karina saat memperagakan permainan lompat tali kepada siswa Elyon Christian School (ESC) Surabaya
Karina saat memperagakan permainan lompat tali kepada siswa Elyon Christian School (ESC) Surabaya

selalu.id - Putri Anak Indoensia Budaya 2022, Karina Aliya Afandi mengajak siswa-siswa sekolah Elyon Christian School (ESC) Surabaya untuk melestarikan permainan Tradisional, pada Rabu (7/12/2022) lalu.

Karina, mengenalkan sejumlah permainan tradisional, seperti enggrang dari batok kelapa, holahop, bekel, dakon, dan lompat tali.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Ia pun berencana akan mengenalkan budaya permainan tradisional ke beberapa di sekolah Indonesia. Sebab, menurutnya saat ini anak-anak seusianya kecanduan dengan game teknologi jaman sekarang.

Sehingga, membuat beberapa permainan tradisional sudah dilupakan oleh para anak-anak di Indonesia.

Kecenderungan mereka untuk lebih memilih gawai, seperti smartphone, playstation, atau berbagai macam konsol modern.

Bahkan, membuat permainan tradisional hanya pernah dimainkan oleh para anak era ‘90an.

Karina yang juga siswa ESC ini mengaku suka
memainkan permainan tradisional, seperti dakon, bekel, slebur-slebur, dan holahop.

Ketiga permainan itu sudah dikenalkan oleh mamanya sejak Karina kecil, sehingga menjadi permainan tradisional kesukaannya, terutama dakon.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Permainan dakon mengajarkan kita tentang ketekunan, ketepatan, kejujuran, berhitung, hingga kesabaran,"ungkap Karina.

Karena permainan tradisonal kesukaannya inilah yang menginspirasi Karina untuk mengkampanyekan permainan tradisional ke seluruh anak-anak di Indonesia.

"Saya sangat tertarik untuk mengajak anak-anak di Indonesia untuk bermain permainan tradisional ini, agar tidak kecanduan dengan gadget,"tuturnya.

Bahkan, rencana Karina ingin mengkampanyekan permainan tradisional itu sangat didukung oleh orangtuanya, yakni Sherly Setiono.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Menurut Sherly, keberadaan permainan modern di tengah masyarakat mampu mengubah permainan tradisional yang perlahan-lahan menjadi hilang dalam kehidupan masyarakat.

Ia menilai, permainan tradisional juga dapat mempererat solidaritas karena permainan yang memerlukan kerjasama tim.

"Dapat pula (permainan tradisional) menyehatkan dan menciptakan interaksi karena setiap pemain harus bertemu, bertatap, dan berkomunikasi secara langsung."ujarnya.

Sherly berharap dengan rencana Karina ini dapat menyadarkan anak-anak di jaman sekarang untuk tetap bersosialisasi dengan teman-teman dan orang-orang di sekitar mereka, terlepas dari majunya teknologi. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.