Selasa, 20 Okt 2026 00:22 WIB

Awas! Gangster yang Tertangkap di Surabaya Akan Diberikan Pendidikan Ala Militer

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 07 Des 2022 02:01 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat patroli
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat patroli

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya berupaya membarantas kelompok Gangster yang dirasa sangat meresahkan masyarakat.

Pemkot Surabaya bersama jajaran samping berencana akan memberikan pendidikan kepada gerombolan perusuh atau biasa disebut gangster. Nantinya pemuda yang terlibat gangster, tawuran, balap liar, maupun membuat kerusuhan akan ditangkap dan diberikan Sekolah Kebangsaan.

Baca Juga: Hindari Penyekapan, Wali Kota Eri Cahyadi Siapkan Perwali Penyaluran ART di Surabaya

"InsyaAllah kita bawa anak-anak (yang ditangkap) kita berikan sekolah kebangsaan yang nanti akan di pimipin oleh TNI Polri. Saya yakin anak-anak ini adalah anak yang hatinya masih cinta kota Surabaya,"kata, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Selasa (6/12/2022).

Meski begitu, Eri Cahyadi berharap orang tua bisa mendidik anak-anaknya agar tak terlibat hal perilaku negatif. Namun, jika anaknya memang sulit diatur, Eri mempersilahkan orang tua untuk melapor ke Pemkot Surabaya.

Sehingga, nantinya akan diberikan sekolah pendidikan kebangsaan. Pihaknya, akan melakukan anak-anak tersebut dengan diklat bersama TNI- Polri.

"Diklat sebulan nang njeroe (dalamnya markas) TNI Polri dan dia melok (ikut) diklat, (diberikan pendidikan) wawasan kebangsaan. Sehingga dia bisa tahu bagaimana rasanya TNI Polri menjaga kota Surabaya ini,"jelasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Surabaya, Eddy Christianto mengatakan, sebanyak 12 orang yang ditangkap pada saat patroli gabungan bersama Wali Kota Eri pada Sabtu (3/12/2022) lalu itu, ternyata, lima orang diantaranya bukan warga Surabaya.

Baca Juga: Influenza A Naik di Surabaya, Dinkes Minta Warga Tak Merespon Berlebihan

"Lima orang dari luar kota, sudah kita buatkan surat ke kabupaten untuk diminta ditindaklanjuti nama-namanya. sisanya 7 orang proses dari kemarin sampai sekarang, proses dilakukan oleh DP3A, Dinsos dan kecamatan setempat,"kata Eddy.

Kemudian, pihaknya juga telah menangkap 19 pemuda di wilayah Surabaya Utara pada Senin (5/12/2022) malam. Belasan pemuda itu langsung dibawa ke Puskesmas Ketabang untuk dites urine.

Ternyata, sebagian ada yang positif dan dibawa Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk direhabilitasi. Sedangkan, yang negatif bisa diambil oleh orang tuanya dengan membawa bukti kependudukan.

"Data yang kami peroleh kebanyakan Kota Surabaya, dan itu kita tetap outreach. Sasaran kita untuk dibawa ke sekolah kebangsaan,"tuturnya.

Baca Juga: Tasyakuran HUT ke-81 dengan Nobar Film Kemerdekaan, Wali Kota Eri Cahyadi jadi Aktornya

Nantinya, saat berada di Sekolah Kebangsaan. Para pemuda itu akan diberi diklat seperti pendidikan semi militer yang biasa dilakukan oleh tentara dan polisi.

"Seperti pendidikan semi militer, fisik, nanti disela-sela itu pemberian materi terkait wawasan kebangsaan oleh Korem, Polrestabes, dan Aparat penegak hukum bagaiman dampak peraturan lalu lintas seperti apa,"terangnya.

"Kalau anak-anak seperti itu (gangster) di Surabaya, bagaimana 10 tahun ke depan, seperti apa generasi kita?,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).