Selasa, 21 Jul 2026 18:47 WIB

Marak Kekerasan di Surabaya, Apa Kabar Predikat Kota Layak Anak?

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 26 Nov 2022 07:39 WIB
Balai Kota Surabaya. Foto: Arif Fajar Ardianto
Balai Kota Surabaya. Foto: Arif Fajar Ardianto

selalu.id - Menanggapi banyaknya kekerasan terhadap anak di kota Surabaya yang menyandang predikat Kota Layak Anak (KLA), Ketua Bidang Data, Informasi dan Litbang LPA Jatim, M Isa Anshori menyebut bahwa predikat KLA harus dibuktikan secara implementatif.

"Kasus yang terjadi di SMPN 1 yang melompat dari gedung akibat sering dikasari oleh ibunya dan kasus yang terjadi di bulak banteng seorang anak yang dianiaya oleh ibunya sampai meninggal adalah contoh bahwa tidak cukup predikat itu didapat secara administratif, tapi juga harus dibuktikan secara implementatif," ujar Isa kepada selalu.id, Sabtu (26/11/2022).

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Isa menyebut bahwa penyematan predikat Kota Layak Anak (KLA) tidak berlandaskan pada nol kasus kekerasan, namun kota tersebut punya sistem upaya perlindungan terhadap anak.

"Sehingga kota itu punya sistem pencegahan, penanganan bila terjadi masalah termasuk didalamnya proses rehabilitasi nya," imbuhnya.

Isa mengakui bahwa Kota Surabaya telah memiliki perangkat sistem dan ekosistem upaya perlindungan anak, dan karena itu disebutkan telah memenuhi unsur administrasi KLA.

"Itulah yang membuat Surabaya dinobatkan sebagai kota layak anak," jelasnya.

Menanggapi kasus kekerasan terhadap anak, Isa menyebut sekolah-sekolah harus memiliki sistem yang lebih peka, guru-guru di setiap sekolah harus mempunyai rasa peka dengan persoalan atau permasalahan yang dihadapi ataupun dirasakan oleh siswa-siswinya.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

"Agar anak menjadikan sekolah sebagai rumah kedua," harapnya.

Lebih lanjut Isa menerangkan, terkait dengan perilaku orang tua yang kasar terhadap anak, maka seharusnya, Pemerintah Kota Surabaya hadir untuk memberikan edukasi atau pemahaman terhadap orang tua.

"Pemkot harus hadir memberikan pemahaman bagaimana melakukan pengasuhan yang baik terhadap anak,"jelasnya.

Saat ditanya bagaimana upaya Pemkot Surabaya yang menyediakan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dimasing-masing RW untuk mengedukasi masyarakat terhadap kekerasan perempuan dan anak ataupun rumah tangga? Menurut Isa, upaya tersebut tidak cukup.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Puspaga itu kan menunggu, bukan turun kelapangan, baru akan turun kalau sudah terjadi sesuatu, sifatnya mereaksi, sehingga tidak akan mampu menangani semua persoalan yang ada,"tegasnya.

Isa pun menjelaskan, langkah yang sebaiknya dilakukan oleh Pemkot Surabaya adalah melakukan aksi. Bukan hanya sekedar menunggu yang datang ketika ada kasus saja.

"Yang diperlakukan adalah melakukan aksi dan membangun jejaring seluas luasnya sebagai upaya perlindungan anak. Serta memperkuat dan memperbanyak jaringan dengan masyarakat,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Baik, Seperti Cintamu ke Dia

Kondisi ini menambah tren kurang baik harga emas Antam Logam Mulia yang sempat naik tipis beberapa hari lalu.