Selasa, 21 Jul 2026 04:11 WIB

Peningkatan Kasus, Sebanyak 16 ribu Anak di Surabaya Terkena Pneumonia

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 13 Nov 2022 18:39 WIB
Balai Kota Surabaya
Balai Kota Surabaya

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya mencatat kasus Pneumonia atau radang paru-paru pada anak bertambah 856 kasus salam kurun satu bulan. Total sebanyak 16.108 kasus anak yang terkena penyakit itu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan, dari 16.108 kasus itu diantaranya terjadi pada usia 0-5 tahun sebanyak 10.161 Kasus, dan 5.947 kasus pada usia diatas 5 tahun. Data tersebut terhitung selama periode Januari-Oktober 2022.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Tambahan bulan Oktober total 856," kata Nanik, Minggu (13/11/2022).

Nanik menyampaikan, pihaknya telah berupaya melakukan pencegahan pneumonia pada balita. Salah satunya, menjauhkan balita dari penderita batuk. Sebab, bisa berpotensi menularkan penyakit lewat droplet.

Tak hanya itu, Dinkes Surabaya juga melakukan melakukan imunisasi lengkap. Lalu menggencarkan kampanye ASI pada bayi atau anak berusia 0-2 tahun.

"Jauhkan balita dari asap, debu, serta bahan-bahan yang mengganggu pernapasan. Bersihkan lingkungan tempat tinggal balita serta usahakan ruang memiliki udara bersih dan ventilasi cukup," jelasnya.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

Sementara itu Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meminta kepada Dinkes untuk mendeteksi anak terkait penyakit tersebut dan kasus segera harus turun.

Eri mengkhawatirkan apabila kasusnya sedikit yang muncul dipermukaan atau tercatat, namun kemudian seperti fenomena gunung es. Artinya di bawahnya masih banyak yang terkena namun tidak terdeteksi.

"Makanya turun sebanyak-banyaknya (dinkes untuk mendeteksi). Sama seperti Covid-19 dulu kasusnya tinggi, karena turun semua dihabisi sampai ketemu, semakin banyak semakin bagus. Karena kalau semakin banyak kita pengobatannya gampang," ujarnya.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Dengan begitu, semakin banyak anak yang ditemukan, maka semakin dini diketahui dan segera diobati dan sembuh.

Eri meminta Dinkes semakin masif mensosialisasikan dan turun ke lapangan untuk pendeteksian.

"Makanya saya minta turun semakin masif dari Dinkes kepada semua wilayah di Kota Surabaya untuk dua penyakit ini dan semakin masif melakukan sosialisasi. Kembali lagi, saya berharap betul untuk peran serta orang tua untuk menjaga putra putrinya. Sehingga penyakit apa pun bisa kita hindarkan dari putra putri kita," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.