Kamis, 22 Okt 2026 11:31 WIB

Peningkatan Kasus, Sebanyak 16 ribu Anak di Surabaya Terkena Pneumonia

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 13 Nov 2022 18:39 WIB
Balai Kota Surabaya
Balai Kota Surabaya

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya mencatat kasus Pneumonia atau radang paru-paru pada anak bertambah 856 kasus salam kurun satu bulan. Total sebanyak 16.108 kasus anak yang terkena penyakit itu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan, dari 16.108 kasus itu diantaranya terjadi pada usia 0-5 tahun sebanyak 10.161 Kasus, dan 5.947 kasus pada usia diatas 5 tahun. Data tersebut terhitung selama periode Januari-Oktober 2022.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

"Tambahan bulan Oktober total 856," kata Nanik, Minggu (13/11/2022).

Nanik menyampaikan, pihaknya telah berupaya melakukan pencegahan pneumonia pada balita. Salah satunya, menjauhkan balita dari penderita batuk. Sebab, bisa berpotensi menularkan penyakit lewat droplet.

Tak hanya itu, Dinkes Surabaya juga melakukan melakukan imunisasi lengkap. Lalu menggencarkan kampanye ASI pada bayi atau anak berusia 0-2 tahun.

"Jauhkan balita dari asap, debu, serta bahan-bahan yang mengganggu pernapasan. Bersihkan lingkungan tempat tinggal balita serta usahakan ruang memiliki udara bersih dan ventilasi cukup," jelasnya.

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Sementara itu Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meminta kepada Dinkes untuk mendeteksi anak terkait penyakit tersebut dan kasus segera harus turun.

Eri mengkhawatirkan apabila kasusnya sedikit yang muncul dipermukaan atau tercatat, namun kemudian seperti fenomena gunung es. Artinya di bawahnya masih banyak yang terkena namun tidak terdeteksi.

"Makanya turun sebanyak-banyaknya (dinkes untuk mendeteksi). Sama seperti Covid-19 dulu kasusnya tinggi, karena turun semua dihabisi sampai ketemu, semakin banyak semakin bagus. Karena kalau semakin banyak kita pengobatannya gampang," ujarnya.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Dengan begitu, semakin banyak anak yang ditemukan, maka semakin dini diketahui dan segera diobati dan sembuh.

Eri meminta Dinkes semakin masif mensosialisasikan dan turun ke lapangan untuk pendeteksian.

"Makanya saya minta turun semakin masif dari Dinkes kepada semua wilayah di Kota Surabaya untuk dua penyakit ini dan semakin masif melakukan sosialisasi. Kembali lagi, saya berharap betul untuk peran serta orang tua untuk menjaga putra putrinya. Sehingga penyakit apa pun bisa kita hindarkan dari putra putri kita," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo Diratakan

selalu.id - Pemkab Sidoarjo menurunkan sekitar 600 personel gabungan untuk membongkar 67 bangunan liar di sepanjang frontage road di Kecamatan Waru, Gedangan,

Top 5 Berita: Klaim Utang Mendiang Suami hingga Hasil Liga Champions

Pembaca tertarik berita utang piutang hingga ekonomi.

Hasil Liga Champions: Como Bantai Manchester United 4-1, Setan Merah Tak Berkutik

Nico Paz jadi bintang lapangan. Gelandang muda Argentina itu mencetak 2 gol dan 1 assist.

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.