Selasa, 03 Feb 2026 04:39 WIB

Peningkatan Kasus, Sebanyak 16 ribu Anak di Surabaya Terkena Pneumonia

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 13 Nov 2022 18:39 WIB
Balai Kota Surabaya
Balai Kota Surabaya

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya mencatat kasus Pneumonia atau radang paru-paru pada anak bertambah 856 kasus salam kurun satu bulan. Total sebanyak 16.108 kasus anak yang terkena penyakit itu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan, dari 16.108 kasus itu diantaranya terjadi pada usia 0-5 tahun sebanyak 10.161 Kasus, dan 5.947 kasus pada usia diatas 5 tahun. Data tersebut terhitung selama periode Januari-Oktober 2022.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

"Tambahan bulan Oktober total 856," kata Nanik, Minggu (13/11/2022).

Nanik menyampaikan, pihaknya telah berupaya melakukan pencegahan pneumonia pada balita. Salah satunya, menjauhkan balita dari penderita batuk. Sebab, bisa berpotensi menularkan penyakit lewat droplet.

Tak hanya itu, Dinkes Surabaya juga melakukan melakukan imunisasi lengkap. Lalu menggencarkan kampanye ASI pada bayi atau anak berusia 0-2 tahun.

"Jauhkan balita dari asap, debu, serta bahan-bahan yang mengganggu pernapasan. Bersihkan lingkungan tempat tinggal balita serta usahakan ruang memiliki udara bersih dan ventilasi cukup," jelasnya.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Sementara itu Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meminta kepada Dinkes untuk mendeteksi anak terkait penyakit tersebut dan kasus segera harus turun.

Eri mengkhawatirkan apabila kasusnya sedikit yang muncul dipermukaan atau tercatat, namun kemudian seperti fenomena gunung es. Artinya di bawahnya masih banyak yang terkena namun tidak terdeteksi.

"Makanya turun sebanyak-banyaknya (dinkes untuk mendeteksi). Sama seperti Covid-19 dulu kasusnya tinggi, karena turun semua dihabisi sampai ketemu, semakin banyak semakin bagus. Karena kalau semakin banyak kita pengobatannya gampang," ujarnya.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Dengan begitu, semakin banyak anak yang ditemukan, maka semakin dini diketahui dan segera diobati dan sembuh.

Eri meminta Dinkes semakin masif mensosialisasikan dan turun ke lapangan untuk pendeteksian.

"Makanya saya minta turun semakin masif dari Dinkes kepada semua wilayah di Kota Surabaya untuk dua penyakit ini dan semakin masif melakukan sosialisasi. Kembali lagi, saya berharap betul untuk peran serta orang tua untuk menjaga putra putrinya. Sehingga penyakit apa pun bisa kita hindarkan dari putra putri kita," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.