Sabtu, 05 Sep 2026 14:53 WIB

Peningkatan Kasus, Sebanyak 16 ribu Anak di Surabaya Terkena Pneumonia

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 13 Nov 2022 18:39 WIB
Balai Kota Surabaya
Balai Kota Surabaya

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya mencatat kasus Pneumonia atau radang paru-paru pada anak bertambah 856 kasus salam kurun satu bulan. Total sebanyak 16.108 kasus anak yang terkena penyakit itu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan, dari 16.108 kasus itu diantaranya terjadi pada usia 0-5 tahun sebanyak 10.161 Kasus, dan 5.947 kasus pada usia diatas 5 tahun. Data tersebut terhitung selama periode Januari-Oktober 2022.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Tambahan bulan Oktober total 856," kata Nanik, Minggu (13/11/2022).

Nanik menyampaikan, pihaknya telah berupaya melakukan pencegahan pneumonia pada balita. Salah satunya, menjauhkan balita dari penderita batuk. Sebab, bisa berpotensi menularkan penyakit lewat droplet.

Tak hanya itu, Dinkes Surabaya juga melakukan melakukan imunisasi lengkap. Lalu menggencarkan kampanye ASI pada bayi atau anak berusia 0-2 tahun.

"Jauhkan balita dari asap, debu, serta bahan-bahan yang mengganggu pernapasan. Bersihkan lingkungan tempat tinggal balita serta usahakan ruang memiliki udara bersih dan ventilasi cukup," jelasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Sementara itu Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meminta kepada Dinkes untuk mendeteksi anak terkait penyakit tersebut dan kasus segera harus turun.

Eri mengkhawatirkan apabila kasusnya sedikit yang muncul dipermukaan atau tercatat, namun kemudian seperti fenomena gunung es. Artinya di bawahnya masih banyak yang terkena namun tidak terdeteksi.

"Makanya turun sebanyak-banyaknya (dinkes untuk mendeteksi). Sama seperti Covid-19 dulu kasusnya tinggi, karena turun semua dihabisi sampai ketemu, semakin banyak semakin bagus. Karena kalau semakin banyak kita pengobatannya gampang," ujarnya.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Dengan begitu, semakin banyak anak yang ditemukan, maka semakin dini diketahui dan segera diobati dan sembuh.

Eri meminta Dinkes semakin masif mensosialisasikan dan turun ke lapangan untuk pendeteksian.

"Makanya saya minta turun semakin masif dari Dinkes kepada semua wilayah di Kota Surabaya untuk dua penyakit ini dan semakin masif melakukan sosialisasi. Kembali lagi, saya berharap betul untuk peran serta orang tua untuk menjaga putra putrinya. Sehingga penyakit apa pun bisa kita hindarkan dari putra putri kita," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.

SMARTFREN Unlimited 5G, Pengalaman Digital dan Entertainment yang Semakin Dekat dengan Masyarakat

selalu.id - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus memperluas jaringan 5G nasional XLSMART dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan di

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.