Rabu, 22 Jul 2026 18:33 WIB

Ini langkah Wali Kota Surabaya Hadapi Resesi 2023

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 31 Okt 2022 18:09 WIB
Balai Kota Surabaya
Balai Kota Surabaya

selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyiapkan ketahanan pangan untuk menghadapi ancaman resesi global. Meski begitu, Indonesia disebutkan aman soal resesi tahun 2023

"Kemarin kan pak presiden menyampaikan, ada pakar yang bilang di 2023 akan terjadi resesi kecuali indonesia,"ungkap Eri, Senin (31/10/2022).

Baca Juga: Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Eri mengatakan, pihaknya tetap was-was dengan prediksi tersebut. Sehingga, untuk menghadapi jikalau Indonesia terkena resesi pihaknya tengah menyiapkan sejumlah pangan berupa makanan selain beras.

"Jadi sekarang kalau kita resesi kita menyiapkan untuk pangan. Salah satunya adalah menyiapkan makanan selain beras. Jadi kita ada porang, ketela, dan lain-lain,"kata Wali Kota Eri, Senin (31/10/2022).

Pemkot Surabaya juga telah melakukan kerjasama dengan Sidoarjo dan Gresik. Bahkan, Eri berencana juga bekerjasama dengan Ponorogo. Hal itu dilakukan agar tidak saling tumpah tindih soal Pangan.

Baca Juga: Dukung Kampung Iklim Nasional, SIER Salurkan Dropbox dan Komposter ke 12 Kelurahan di Surabaya

"Kalau ternyata di Gresik atau Ngawi kemampuan berasnya sangat tinggi, maka kebutuhan kita berapa, kita buat berasnya, nanti porangnya dimana gitu, terus ketela dimana,"ujarnya

Di Surabaya, lanjut Eri, untuk menjaga ketahanan pangan, dirinya memanfaatkan lahan-lahan milik Pemerintah Kota untuk ditanami tanaman selain padi.

"Kalau di Surabaya, lahan-lahan yang kita punya akan tanami tanaman yang bukan padi seperti jagung, ketela, porang, kaya gitu. Moga-moga resesi tidak jadi, ayo berdoa dan berusaha bareng. Yakinlah kalau kita ada pengganti pangan,"jelasnya.

Baca Juga: Kinerja SIER Melaju Impresif, Laba Bersih Naik 56 Persen dan Dividen Terus Meningkat

Lebih lanjut Eri menungkapkan, apabila nantinya ada ancaman PHK. Pemkot Surabaya telah mempunyai program padat karya dari aset pemerintah dan dikerjakan oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

"Inilah sebenarnya untuk mengurangi pengangguran. Kalau kita udah bisa melakukan ini, maka InsyaAllah pengangguran berkurang di Surabaya,"terangnya.(Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.