Senin, 07 Sep 2026 09:54 WIB

Sikapi Tragedi Kanjuruhan, Pembina Syubbanul Muslimin Sebut PSSI Harus Berbenah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 04 Okt 2022 15:39 WIB
Pembina majelis Syubbanul Muslimin Pengasuh Pon Pes Nurul Qadim Probolinggo Jawa Timur, H Hafidzul Hakim Noer
Pembina majelis Syubbanul Muslimin Pengasuh Pon Pes Nurul Qadim Probolinggo Jawa Timur, H Hafidzul Hakim Noer

selalu.id - Pembina majelis Syubbanul Muslimin Pengasuh Pon Pes Nurul Qadim Probolinggo Jawa Timur, H Hafidzul Hakim Noer ikut prihatin atas Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Gus Hafidz mengungkapkan, tragedi tersebut harus ditangani dengan objektif dan kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi dunia sepak bola.

Baca Juga: Kebakaran Bromo Meluas hingga 176 Hektare, Tiga Heli Water Bombing Diturunkan

"Menurut saya peristiwa ini bukanlah kesalahan siapa siapa, di dalam kondisi seperti ini jangan kita mencari siapa yang salah, Tetapi saatnya kita intropeksi mungkin ini teguran dari Allah yang kadang kita lalai,"ungkap Gus Hafidz, melalui keterangannya, Selasa (4/10/2022).

Menurutnya, Kepolisian atau TNI sudah menjalankan prosedur yang benar. Namun, tentunya kejadian tersebut juga terjadi diluar nalar.

"Tentunya Polisi tidak akan bertindak kalau tidak ada api, memang simalakama ya menjadi polisi,"ujarnya.

Menurutnya, Indonesia harus berbenah dari segala bidang, khususnya dunia sepak bola tanah air. Ia menyebut masyarakat harus bijak dengan media sosial

Baca Juga: Setelah Lumat Singo Edan, Bajul Ijo Taklukkan Badai Pasifik

"Pesan saya, kita harus dewasa dalam ber medsos , sebab di Indonesia ini kan maha benar netizen atas semua pendapatnya,"ucapnya.

Lebih lanjut Hafidz menjelaskan, dalam kasus tragedi Kanjuruhan tersebut harus ditangani dengan bijak dan tak boleh menyudutkan pihak satu sama yang lain.

"Kita Intropeksi diri agar kedepan sepak bola Indonesia lebih baik lagi dan TNI Polri dapat tetap menjaga rakyat indonesia, apalagi kita melihat jasa mereka untuk mengamankan Indonesia juga besar,"tuturnya.

Baca Juga: Hasil Super League: Persebaya Surabaya Bantai Arema FC 0-4

Ia menambahkan, untuk suporter juga tidak perlu disalahkn. Sebab, mereka hanya mengalami kekecewaan adanya dugaan wasit yang kurang fair.

Apalagi, kepercayaan publik saat ini terhadap PSSI juga menjadi kondisi yang tidak baik. Hal tersebut harus dibenahi, jika tidak dunia sepak bola tak pernah menjadi baik karena hanya untuk kepentingan.

"Untuk itu saatnya kita berbenah agar PSSI menjadi wadah para pesepak bola yang memiliki kompetensi apalagi kita akan menjadi tuan rumah Piala Dunia, tentu seyogyanya PSSI cepat berbenah demi masa depan Indonesia,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Baik Tapi Masih Lumayan, Ini Rinciannya 

Sebagai informasi, harga buyback ini merupakan harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual kembali emasnya.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Pengangguran Lagi Beruntung, Yang Kerja juga Ada Peluang Menarik

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.