Jumat, 23 Okt 2026 20:06 WIB

Sikapi Tragedi Kanjuruhan, Pembina Syubbanul Muslimin Sebut PSSI Harus Berbenah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 04 Okt 2022 15:39 WIB
Pembina majelis Syubbanul Muslimin Pengasuh Pon Pes Nurul Qadim Probolinggo Jawa Timur, H Hafidzul Hakim Noer
Pembina majelis Syubbanul Muslimin Pengasuh Pon Pes Nurul Qadim Probolinggo Jawa Timur, H Hafidzul Hakim Noer

selalu.id - Pembina majelis Syubbanul Muslimin Pengasuh Pon Pes Nurul Qadim Probolinggo Jawa Timur, H Hafidzul Hakim Noer ikut prihatin atas Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Gus Hafidz mengungkapkan, tragedi tersebut harus ditangani dengan objektif dan kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi dunia sepak bola.

Baca Juga: Kebakaran Bromo Meluas hingga 176 Hektare, Tiga Heli Water Bombing Diturunkan

"Menurut saya peristiwa ini bukanlah kesalahan siapa siapa, di dalam kondisi seperti ini jangan kita mencari siapa yang salah, Tetapi saatnya kita intropeksi mungkin ini teguran dari Allah yang kadang kita lalai,"ungkap Gus Hafidz, melalui keterangannya, Selasa (4/10/2022).

Menurutnya, Kepolisian atau TNI sudah menjalankan prosedur yang benar. Namun, tentunya kejadian tersebut juga terjadi diluar nalar.

"Tentunya Polisi tidak akan bertindak kalau tidak ada api, memang simalakama ya menjadi polisi,"ujarnya.

Menurutnya, Indonesia harus berbenah dari segala bidang, khususnya dunia sepak bola tanah air. Ia menyebut masyarakat harus bijak dengan media sosial

Baca Juga: Setelah Lumat Singo Edan, Bajul Ijo Taklukkan Badai Pasifik

"Pesan saya, kita harus dewasa dalam ber medsos , sebab di Indonesia ini kan maha benar netizen atas semua pendapatnya,"ucapnya.

Lebih lanjut Hafidz menjelaskan, dalam kasus tragedi Kanjuruhan tersebut harus ditangani dengan bijak dan tak boleh menyudutkan pihak satu sama yang lain.

"Kita Intropeksi diri agar kedepan sepak bola Indonesia lebih baik lagi dan TNI Polri dapat tetap menjaga rakyat indonesia, apalagi kita melihat jasa mereka untuk mengamankan Indonesia juga besar,"tuturnya.

Baca Juga: Hasil Super League: Persebaya Surabaya Bantai Arema FC 0-4

Ia menambahkan, untuk suporter juga tidak perlu disalahkn. Sebab, mereka hanya mengalami kekecewaan adanya dugaan wasit yang kurang fair.

Apalagi, kepercayaan publik saat ini terhadap PSSI juga menjadi kondisi yang tidak baik. Hal tersebut harus dibenahi, jika tidak dunia sepak bola tak pernah menjadi baik karena hanya untuk kepentingan.

"Untuk itu saatnya kita berbenah agar PSSI menjadi wadah para pesepak bola yang memiliki kompetensi apalagi kita akan menjadi tuan rumah Piala Dunia, tentu seyogyanya PSSI cepat berbenah demi masa depan Indonesia,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

Lokasi yang menjadi sasaran penataan berada di perbatasan Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya, dengan Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Warga mengaku terganggu setiap malam akibat suara truk, ayam, hingga mesin yang beroperasi hingga pagi hari. Baunya menyengat dan bikin bising.

Korban Tewas dalam Karhutla Bromo Bertambah, Kini jadi 6 Orang

Gugurnya Suraji menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Mahasiswa yang Bawa Brass Knuckle saat Demo di Surabaya Ditetapkan Tersangka

Saat ini, polisi masih mendalami tujuh orang yang diperiksa intensif. Sementara tiga lainnya sudah dipulangkan.

Gandeng PMI dan Unair, Yayasan Amway Peduli Edukasi Pentingnya Gut Health

Menjaga kondisi tubuh membutuhkan pendekatan menyeluruh melalui pola makan seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.