Kamis, 04 Jun 2026 05:19 WIB

Sikapi Tragedi Kanjuruhan, Pembina Syubbanul Muslimin Sebut PSSI Harus Berbenah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 04 Okt 2022 15:39 WIB
Pembina majelis Syubbanul Muslimin Pengasuh Pon Pes Nurul Qadim Probolinggo Jawa Timur, H Hafidzul Hakim Noer
Pembina majelis Syubbanul Muslimin Pengasuh Pon Pes Nurul Qadim Probolinggo Jawa Timur, H Hafidzul Hakim Noer

selalu.id - Pembina majelis Syubbanul Muslimin Pengasuh Pon Pes Nurul Qadim Probolinggo Jawa Timur, H Hafidzul Hakim Noer ikut prihatin atas Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Gus Hafidz mengungkapkan, tragedi tersebut harus ditangani dengan objektif dan kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi dunia sepak bola.

Baca Juga: Setelah Lumat Singo Edan, Bajul Ijo Taklukkan Badai Pasifik

"Menurut saya peristiwa ini bukanlah kesalahan siapa siapa, di dalam kondisi seperti ini jangan kita mencari siapa yang salah, Tetapi saatnya kita intropeksi mungkin ini teguran dari Allah yang kadang kita lalai,"ungkap Gus Hafidz, melalui keterangannya, Selasa (4/10/2022).

Menurutnya, Kepolisian atau TNI sudah menjalankan prosedur yang benar. Namun, tentunya kejadian tersebut juga terjadi diluar nalar.

"Tentunya Polisi tidak akan bertindak kalau tidak ada api, memang simalakama ya menjadi polisi,"ujarnya.

Menurutnya, Indonesia harus berbenah dari segala bidang, khususnya dunia sepak bola tanah air. Ia menyebut masyarakat harus bijak dengan media sosial

Baca Juga: Hasil Super League: Persebaya Surabaya Bantai Arema FC 0-4

"Pesan saya, kita harus dewasa dalam ber medsos , sebab di Indonesia ini kan maha benar netizen atas semua pendapatnya,"ucapnya.

Lebih lanjut Hafidz menjelaskan, dalam kasus tragedi Kanjuruhan tersebut harus ditangani dengan bijak dan tak boleh menyudutkan pihak satu sama yang lain.

"Kita Intropeksi diri agar kedepan sepak bola Indonesia lebih baik lagi dan TNI Polri dapat tetap menjaga rakyat indonesia, apalagi kita melihat jasa mereka untuk mengamankan Indonesia juga besar,"tuturnya.

Baca Juga: Kapolda Jatim Satukan Aremania dan Bonek, Sepakat Tak Ada Rivalitas di Luar Lapangan

Ia menambahkan, untuk suporter juga tidak perlu disalahkn. Sebab, mereka hanya mengalami kekecewaan adanya dugaan wasit yang kurang fair.

Apalagi, kepercayaan publik saat ini terhadap PSSI juga menjadi kondisi yang tidak baik. Hal tersebut harus dibenahi, jika tidak dunia sepak bola tak pernah menjadi baik karena hanya untuk kepentingan.

"Untuk itu saatnya kita berbenah agar PSSI menjadi wadah para pesepak bola yang memiliki kompetensi apalagi kita akan menjadi tuan rumah Piala Dunia, tentu seyogyanya PSSI cepat berbenah demi masa depan Indonesia,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.