Rabu, 22 Jul 2026 22:30 WIB

Kecam Pembakaran di Jakarta, Kader Banteng Surabaya Kompak Kibarkan Bendera PDIP di Rumah dan Kampung

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 29 Jun 2020 15:56 WIB

Surabaya (selalu.id) - Pembakaran bendera PDI Perjuangan di depan Gedung DPR-RI, 24 Juni lalu, direspon kader banteng di Kota Surabaya dengan memasang bendera partai di rumah dan berbagai kampung.

Ribuan bendera dinaikkan di rumah-rumah warga dan perkampungan, sejak Kamis pekan lalu (25/6/2020) hingga berlanjut sampai waktu yang belum diputuskan.

Baca Juga: 75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

”Ini respons kawan-kawan PDI Perjuangan Kota Surabaya. Kita spontan saja. Bendera kita dibakar, kita justru makin solid. Kita kibarkan bendera PDI Perjuangan di rumah masing-masing, di kampung-kampung atau lingkungan masing-masing kader,” ujar Anas Karno, Wakil Sekretaris DPC PDIP Kota Surabaya, Senin (29/6/2020).

Menurut Anas, mematuhi perintah harian Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Para kader tidak boleh terprovokasi dan harus menyerahkan masalah pembakaran bendera tersebut ke jalur hukum.

”Terus terang, kita semua marah. Tapi kita menyalurkan kemarahan dengan baik, yaitu melaporkan ke kepolisian dan mengibarkan bendera partai. Ibu Ketua Umum telah memerintahkan kepada kita semua untuk taat hukum,” ujarnya.

Baca Juga: Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, semula pihaknya menerima banyak sekali tumpahan kekesalan dari para kader, terkait aksi pembakaran bendera tersebut. Mereka semua ingin turun ke jalan.

”Namun, kita konsolidasikan. Kita semua rapat, dan sesuai perintah Ibu Megawati, semua kader jangan terprovokasi. Kita teguh dalam kesabaran revolusioner dan keyakinan penuh bahwa pada akhirnya kebenaranlah yang akan menang, Satyam Eva Jayate, sebagaimana disampaikan Raden Wijaya,” ujarnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Menurut Adi, aksi masal memasang bendera partai di depan rumah masing-masing juga menjadi simbol bahwa kader PDIP selalu punya cara untuk menunjukkan sikapnya dengan baik dan tak destruktif.

”Partai ini punya sejarah panjang, berliku, dan ditindas selama Orde Baru. Desoekarnoisasi juga terus dilakukan sepanjang Orde Baru. Semuanya itu dilalui dengan kesabaran revolusioner dan kerja-kerja kerakyatan yang berbuah pada semakin tingginya kepercayaan rakyat. Mungkin itu yang membuat pihak tertentu tidak suka, dan lalu memfitnah dan memprovokasi dengan pembakaran bendera,” pungkas Adi.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.