Sabtu, 06 Jun 2026 08:46 WIB

Kecam Pembakaran di Jakarta, Kader Banteng Surabaya Kompak Kibarkan Bendera PDIP di Rumah dan Kampung

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 29 Jun 2020 15:56 WIB

Surabaya (selalu.id) - Pembakaran bendera PDI Perjuangan di depan Gedung DPR-RI, 24 Juni lalu, direspon kader banteng di Kota Surabaya dengan memasang bendera partai di rumah dan berbagai kampung.

Ribuan bendera dinaikkan di rumah-rumah warga dan perkampungan, sejak Kamis pekan lalu (25/6/2020) hingga berlanjut sampai waktu yang belum diputuskan.

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

”Ini respons kawan-kawan PDI Perjuangan Kota Surabaya. Kita spontan saja. Bendera kita dibakar, kita justru makin solid. Kita kibarkan bendera PDI Perjuangan di rumah masing-masing, di kampung-kampung atau lingkungan masing-masing kader,” ujar Anas Karno, Wakil Sekretaris DPC PDIP Kota Surabaya, Senin (29/6/2020).

Menurut Anas, mematuhi perintah harian Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Para kader tidak boleh terprovokasi dan harus menyerahkan masalah pembakaran bendera tersebut ke jalur hukum.

”Terus terang, kita semua marah. Tapi kita menyalurkan kemarahan dengan baik, yaitu melaporkan ke kepolisian dan mengibarkan bendera partai. Ibu Ketua Umum telah memerintahkan kepada kita semua untuk taat hukum,” ujarnya.

Baca Juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, semula pihaknya menerima banyak sekali tumpahan kekesalan dari para kader, terkait aksi pembakaran bendera tersebut. Mereka semua ingin turun ke jalan.

”Namun, kita konsolidasikan. Kita semua rapat, dan sesuai perintah Ibu Megawati, semua kader jangan terprovokasi. Kita teguh dalam kesabaran revolusioner dan keyakinan penuh bahwa pada akhirnya kebenaranlah yang akan menang, Satyam Eva Jayate, sebagaimana disampaikan Raden Wijaya,” ujarnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

Menurut Adi, aksi masal memasang bendera partai di depan rumah masing-masing juga menjadi simbol bahwa kader PDIP selalu punya cara untuk menunjukkan sikapnya dengan baik dan tak destruktif.

”Partai ini punya sejarah panjang, berliku, dan ditindas selama Orde Baru. Desoekarnoisasi juga terus dilakukan sepanjang Orde Baru. Semuanya itu dilalui dengan kesabaran revolusioner dan kerja-kerja kerakyatan yang berbuah pada semakin tingginya kepercayaan rakyat. Mungkin itu yang membuat pihak tertentu tidak suka, dan lalu memfitnah dan memprovokasi dengan pembakaran bendera,” pungkas Adi.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.