Jumat, 05 Jun 2026 16:58 WIB

Kecam Pembakaran di Jakarta, Kader Banteng Surabaya Kompak Kibarkan Bendera PDIP di Rumah dan Kampung

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 29 Jun 2020 15:56 WIB

Surabaya (selalu.id) - Pembakaran bendera PDI Perjuangan di depan Gedung DPR-RI, 24 Juni lalu, direspon kader banteng di Kota Surabaya dengan memasang bendera partai di rumah dan berbagai kampung.

Ribuan bendera dinaikkan di rumah-rumah warga dan perkampungan, sejak Kamis pekan lalu (25/6/2020) hingga berlanjut sampai waktu yang belum diputuskan.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

”Ini respons kawan-kawan PDI Perjuangan Kota Surabaya. Kita spontan saja. Bendera kita dibakar, kita justru makin solid. Kita kibarkan bendera PDI Perjuangan di rumah masing-masing, di kampung-kampung atau lingkungan masing-masing kader,” ujar Anas Karno, Wakil Sekretaris DPC PDIP Kota Surabaya, Senin (29/6/2020).

Menurut Anas, mematuhi perintah harian Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Para kader tidak boleh terprovokasi dan harus menyerahkan masalah pembakaran bendera tersebut ke jalur hukum.

”Terus terang, kita semua marah. Tapi kita menyalurkan kemarahan dengan baik, yaitu melaporkan ke kepolisian dan mengibarkan bendera partai. Ibu Ketua Umum telah memerintahkan kepada kita semua untuk taat hukum,” ujarnya.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, semula pihaknya menerima banyak sekali tumpahan kekesalan dari para kader, terkait aksi pembakaran bendera tersebut. Mereka semua ingin turun ke jalan.

”Namun, kita konsolidasikan. Kita semua rapat, dan sesuai perintah Ibu Megawati, semua kader jangan terprovokasi. Kita teguh dalam kesabaran revolusioner dan keyakinan penuh bahwa pada akhirnya kebenaranlah yang akan menang, Satyam Eva Jayate, sebagaimana disampaikan Raden Wijaya,” ujarnya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Menurut Adi, aksi masal memasang bendera partai di depan rumah masing-masing juga menjadi simbol bahwa kader PDIP selalu punya cara untuk menunjukkan sikapnya dengan baik dan tak destruktif.

”Partai ini punya sejarah panjang, berliku, dan ditindas selama Orde Baru. Desoekarnoisasi juga terus dilakukan sepanjang Orde Baru. Semuanya itu dilalui dengan kesabaran revolusioner dan kerja-kerja kerakyatan yang berbuah pada semakin tingginya kepercayaan rakyat. Mungkin itu yang membuat pihak tertentu tidak suka, dan lalu memfitnah dan memprovokasi dengan pembakaran bendera,” pungkas Adi.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.