Rabu, 04 Feb 2026 00:00 WIB

Wali Murid Cabut Laporan Dugaan Pungutan di SMK Negeri 3 Probolinggo

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 20 Sep 2022 20:12 WIB
Syaifuddin AR berbaju merah selaku pelapor pengaduan dugaan pungutan kepada siswanya dilembaga SMK Negeri 3 Probolinggo menyatakan sikap pencabutan laporannya  didampingi kepala sekolah dan Ketua Komite.
Syaifuddin AR berbaju merah selaku pelapor pengaduan dugaan pungutan kepada siswanya dilembaga SMK Negeri 3 Probolinggo menyatakan sikap pencabutan laporannya didampingi kepala sekolah dan Ketua Komite.

selalu.id - Kasus pengaduan adanya dugaan pungutan kepada siswa di SMK Negeri 3 Probolinggo yang dilayangkan wali murid dipastikan mandek.

Wali murid, Syaifudin yang mengadukan ke polisi tertanggal 7 Mei 2021 akhirnya dicabut.

Baca Juga: Muak Gaduh, Ribuan Massa Turun Jalan Suarakan Jogo Probo

"Kami minta perkara laporan tersebut untuk diterbitkan Surat Perintah Pemberhentian Penyidikan (SP3) meski saat ini prosesnya masih berstatus dalam peyelidikan," kata Syaifuddin Selasa (20/9/2022).

Pencabutan tersebut, lanjut Syaifuddin, lantaran pihak sekolah dan Komite Sekolah SMK Negeri 3 sejak Tahun Pelajaran 2021-2022 sampai tahun pelajaran 2022-2023 sudah melaksanakan pengelolaan pendidikan sesuai regulasi atau aturan yang berlaku.

"Yakni Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 Tentang Komite Sekolah," terangnya.

Selain itu juga Syaifuddin menilai Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Sudah berganti kepemimpinan sejak tahun pelajaran 2021-2022 yakni dari Kepala SMK Negeri Ibu Rohma Hadi Sudah digantikan oleh Ibu Atim Sucianah.

"Begitu juga Komite Sekolah SMK Negeri 3 juga sudah ada Pergantian Kepengurusan," jelasnya.

Baca Juga: Kasus Pungli Rp8 Juta di Wira-Wiri Bongkar Celah Pengawasan Lemah Dishub Surabaya

Syaifuddin berharap dengan adanya langkah itu, tidak ada lagi pungutan liar di  SMKN 3 Probolinggo.

"Kalau sekolah itu menarik sumbangan untuk pendidikan disana itu boleh saja karena tidak ada patokan nominal yang ditentukan sekolah dan sifatnya tidak mengikat. Beda dengan pungutan. Atau boleh juga sekolah mengakses sumbangan dari dan CSR itu sah sah saja ," tegasnya.

Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Kota Probolinggo, Atim Sucianah mengatakan, memang kasus itu bukan dimasa kepemimpinannya namun ia menilai sebagai estafet kepemimpinan di lembaga itu pihaknya sangat mensuport upaya pencegahan pungutan liar.

Baca Juga: Tegas! Wali Kota Eri Skors Oknum Pungli Wira Wiri dan Angkat Korban Jadi Helper

"Demi nama baik SMKN 3 kami sangat berterima kasih demi kemajuan lembaga ini," ucapanya.

Sementara itu, Ketua Komite SMK Negeri 3 Kota Probolinggo, Muhammad Romli mengatakan, dirinya terpilih sebagai ketua komite di sekolah ini terhitung 31 Mei 2022 lalu menggantikan kepengurusan lama.

"Kami akan menjalankan tugas tugas komite sesuai dengan aturan pendidikan yang ada," tandasnya. (FUD/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.