Kamis, 04 Jun 2026 07:14 WIB

Muak Gaduh, Ribuan Massa Turun Jalan Suarakan Jogo Probo

  • Penulis : Inung
  • | Senin, 05 Jan 2026 20:06 WIB
Aksi massa Jogo Probo saat menggelar demonstrasi
Aksi massa Jogo Probo saat menggelar demonstrasi

selalu.id – Pemandangan kontras yang mencengangkan terjadi di Kabupaten Probolinggo, Senin (5/1/2025). Sekelompok kecil dari Aliansi LSM yang menggelar demonstrasi dengan 10 orang justru mati kutu saat "diluruk" oleh gelombang ribuan massa yang mengatasnamakan diri "Jogo Probo". 

Aksi ribuan massa itu dilakukan lantaran muak dengan kelakuan LSM tersebut yang acap kali membuat kegaduhan demi kepentingan pribadi maupun kelompoknya.

Baca Juga: Pria di Probolinggo jadi Korban Begal, Satu Motor Matik Raib 

Gerakan seruan warga ini diklaim murni lahir dari spontanitas. Kabar mengenai rencana aksi demo dari kelompok kecil yang dinilai masyarakat kerap mencari kesalahan dan menciptakan kegaduhan demi keuntungan pribadi, memicu kemarahan kolektif warga.

Masyarakat yang mengaku sudah bosan dan lelah dengan "ancaman sedikit-sedikit demo" yang menghambat kinerja pemerintah, akhirnya memutuskan turun ke jalan tanpa komando terpusat.

"Kami datang karena kami sudah muak. Sedikit-sedikit demo, sedikit-sedikit bikin gaduh. Padahal tujuannya cuma untuk kepentingan pribadi dan kelompok mereka saja. Pembangunan jadi terhambat," ujar Rudy salah satu peserta aksi Jogo Probo dengan nada geram.

Baca Juga: Yadnya Kasada Suku Tengger Semeru Lahirkan Tiga Dukun Pandita Baru

Aksi ini diangggap menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Probolinggo kini berdiri tegak di belakang pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan berjalan tanpa gangguan dari oknum-oknum oportunis.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi Jogo Probo, Imron, menegaskan bahwa kehadiran ribuan orang ini adalah bentuk "pagar betis" masyarakat terhadap daerahnya. Ia memperingatkan kelompok-kelompok kecil tersebut untuk berhenti mengganggu stabilitas Kabupaten Probolinggo.

"Kami siap datang kapan saja tanpa diperintah, kami bergerak karena hati nurani. Kami siap menghadapi siapapun yang menghalangi pembangunan daerah menjadi lebih baik," tegas Imron di hadapan massa.

Baca Juga: Yadnya Kasada 2026, 10 Tokoh Probolinggo jadi Warga Kehormatan Suku Tengger

Melihat jumlah pendemo lawan yang hanya segelintir, Imron menekankan bahwa kekuatan rakyat yang sebenarnya jauh lebih besar daripada yang terlihat hari ini.

"Ini belum seberapa. Jika mereka masih coba main-main dan bikin rusuh lagi, akan ada massa yang jauh lebih besar lagi yang siap turun," pungkasnya yang disambut riuh semangat ribuan warga.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.