Rabu, 11 Feb 2026 16:16 WIB

Muak Gaduh, Ribuan Massa Turun Jalan Suarakan Jogo Probo

  • Penulis : Inung
  • | Senin, 05 Jan 2026 20:06 WIB
Aksi massa Jogo Probo saat menggelar demonstrasi
Aksi massa Jogo Probo saat menggelar demonstrasi

selalu.id – Pemandangan kontras yang mencengangkan terjadi di Kabupaten Probolinggo, Senin (5/1/2025). Sekelompok kecil dari Aliansi LSM yang menggelar demonstrasi dengan 10 orang justru mati kutu saat "diluruk" oleh gelombang ribuan massa yang mengatasnamakan diri "Jogo Probo". 

Aksi ribuan massa itu dilakukan lantaran muak dengan kelakuan LSM tersebut yang acap kali membuat kegaduhan demi kepentingan pribadi maupun kelompoknya.

Baca Juga: Balita 2 Tahun di Probolinggo yang Hilang Misterius Belum Ditemukan

Gerakan seruan warga ini diklaim murni lahir dari spontanitas. Kabar mengenai rencana aksi demo dari kelompok kecil yang dinilai masyarakat kerap mencari kesalahan dan menciptakan kegaduhan demi keuntungan pribadi, memicu kemarahan kolektif warga.

Masyarakat yang mengaku sudah bosan dan lelah dengan "ancaman sedikit-sedikit demo" yang menghambat kinerja pemerintah, akhirnya memutuskan turun ke jalan tanpa komando terpusat.

"Kami datang karena kami sudah muak. Sedikit-sedikit demo, sedikit-sedikit bikin gaduh. Padahal tujuannya cuma untuk kepentingan pribadi dan kelompok mereka saja. Pembangunan jadi terhambat," ujar Rudy salah satu peserta aksi Jogo Probo dengan nada geram.

Baca Juga: Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Aksi ini diangggap menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Probolinggo kini berdiri tegak di belakang pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan berjalan tanpa gangguan dari oknum-oknum oportunis.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi Jogo Probo, Imron, menegaskan bahwa kehadiran ribuan orang ini adalah bentuk "pagar betis" masyarakat terhadap daerahnya. Ia memperingatkan kelompok-kelompok kecil tersebut untuk berhenti mengganggu stabilitas Kabupaten Probolinggo.

"Kami siap datang kapan saja tanpa diperintah, kami bergerak karena hati nurani. Kami siap menghadapi siapapun yang menghalangi pembangunan daerah menjadi lebih baik," tegas Imron di hadapan massa.

Baca Juga: Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Melihat jumlah pendemo lawan yang hanya segelintir, Imron menekankan bahwa kekuatan rakyat yang sebenarnya jauh lebih besar daripada yang terlihat hari ini.

"Ini belum seberapa. Jika mereka masih coba main-main dan bikin rusuh lagi, akan ada massa yang jauh lebih besar lagi yang siap turun," pungkasnya yang disambut riuh semangat ribuan warga.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Xiaomi SU7 Ultra Siap Taklukkan Lintasan Virtual Gran Turismo 7

Kehadiran mobil ini sudah meluncur melalui "Update 1.67" pada 29 Januari 2026, menandai debut bersejarah Xiaomi dalam franchise Gran Turismo.

Gubernur Khofifah Diperiksa Besok di Sidang Korupsi Dana Hibah Jatim, Berani Datang?

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa penjadwalan ulang ini dilakukan karena Gubernur Khofifah berhalangan hadir alias mangkir pada jadwal sebelumnya.

Wisata Trawas dan Pacet Mojokerto Cocok Buat Liburan dengan Keluarga: Tempatnya Nyaman, Aksesnya Mudah

Wisata di Mojokerto ini cocok sekali bagi kamu yang ingin sejenak melepas penat dari hiruk-pikuk kota dan mencari suasana baru untuk menyegarkan pikiran.

Upacara Penghormatan Terakhir untuk Adi Sutarwijono Digelar Besok Siang

Jenazah Cak Awi diberangkatkan dari Jakarta pada hari ini, Rabu, 11 Februari 2026 siang menggunakan pesawat menuju Surabaya.

Bendera Setengah Tiang di DPRD Surabaya untuk Penghormatan Terakhir pada Adi Sutarwijono

Sekretaris DPRD Surabaya, Musdiq Ali Suhudi mengatakan bendera setengah tiang itu dipasang untuk penghormatan terakhir kepada Cak Awi.

Gedung TK di Kedurus Surabaya Terancam Roboh, DPRD Turun Tangan

“Tidak boleh ada masalah warga Kedurus yang dibiarkan berlarut. Camat dan lurah harus responsif,” jelas Cak Yebe.