Selasa, 03 Feb 2026 01:00 WIB

Terus Bertambah, 168 Pasien Covid-19 di Surabaya Dinyatakan Sembuh Hari ini

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 25 Jun 2020 00:14 WIB

Surabaya (selalu.id) - Kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menangani Covid-19 benar-benar membuahkan hasil. Tren kesembuhan pasien dari hari ke hari terus bertambah.

Terbaru, pada Kamis (24/6/2020) pukul 17.00 WIB, sebanyak 168 pasien dinyatakan sembuh setelah melewati masa karantina 14 hari dengan hasil swab negatif.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M Fikser mengatakan, total kumulatif pasien yang sembuh sudah mencapai 1.838 orang. Untuk hari ini ada 168 pasien yang dinyatakan sembuh. Mereka terdiri dari pasien rawat inap rumah sakit, rawat jalan isolasi mandiri, serta tamu atau pasien dari Hotal Asrama Haji.

“Rinciannya 30 pasien dari rawat jalan isolasi mandiri dan rawat inap rumah sakit. Kemudian 138 pasien itu dari Hotal Asrama Haji. Mereka dijemput oleh keluarganya sekitar pukul 19.00 WIB,” kata Fikser di Balai Kota Surabaya, Kamis (24/6/2020).

Fikser menjelaskan, saat ini pasien Hotel Asrama Haji yang masih menjalani isolasi mandiri sebanyak 362 orang. Awalnya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika ini menyebut, ada sekitar 500 orang yang dikarantina di Hotel Asrama Haji. Namun karena hari ini ada ratusan orang dinyatakan sembuh, maka saat ini tinggal 332 pasien yang menjalani isolasi mandiri di sana.

“Semoga mereka setelah melewati masa karantina dan tes swab hasilnya juga negatif. Biar segera kembali ke rumah,” lanjut dia.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Namun demikian, Fikser menyatakan, meskipun pasien-pasien itu telah dinyatakan sembuh dan boleh pulang, namun bukan berarti mereka bisa melupakan protokol kesehatan. Sebab, mereka harus lebih ketat menjaga kesehatannya. Mulai dari menggunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan dan menggunakan hand sanitizer.

“Mereka harus tetap diplin menjaga imun tubuhnya,” ungkap dia.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, ratusan pasien yang sembuh pada hari ini berstatus sebagai orang tanpa gejala (OTG). Pasien OTG tersebut dinilai cepat sembuh lantaran imunnya kuat. Apalagi selama karantina mereka diharuskan berolahraga, kemudian mengkonsumsi vitamin secara rutin, dan makan-makanan yang bergizi.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

“Dari situ mereka bisa cepat sembuh dan tes swabnya negatif,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini pasien Covid-19 di Surabaya semakin banyak yang sembuh. Kuncinya adalah masyarakat harus disiplin menjaga kesehatannya.

“Penting untuk mematuhi protokol kesehatan agar lekas sembuh,” pungkas dia.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.