Kamis, 03 Sep 2026 14:51 WIB

LPAI Jatim Sebut Seharusnya Surabaya Sediakan Wahana Permainan Anak Murah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 03 Sep 2022 17:14 WIB
Ketua Bidang Data, Informasi, dan Litbang (LPAI) Jawa Timur, Isa Anshori.
Ketua Bidang Data, Informasi, dan Litbang (LPAI) Jawa Timur, Isa Anshori.

selalu.id - Lembaga Perlindungan Anak (LPAI) Jawa Timur menyebut Kota Surabaya sebagai Kota Layak Anak (KLA) seharusnya bisa melayani tumbuh kembang anak bermain. Salah satunya wahana bermain murah.

Ketua Bidang Data, Informasi, dan Litbang (LPAI) Jawa Timur, Isa Anshori mengungkapkan, seperti kasus cucunya Menteri Sosial Tri Rismaharini yang diduga mendapatkan peristiwa diusir saat bermain di salah satu wahana Mal di Surabaya lantaran tidak memakai masker. Hal tersebut melanggar hak bermain anak.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Isa juga menyampaikan, hal ini juga menjadi tantangan untuk Pemkot Surabaya agar menghadirkan wahana yang adil untuk semua kalangan. Terutama masyarakat kelas bawah yang tidak mampu membayar wahana bermain mahal.

"Banyak ruang bermain yang selama ini menyediakan tempat bermain hanya kelas tertentu. Sehingga ini perlu dipertimbangkan apalagi Surabaya KLA predikat 5 kali. Bahkan menjelang Kota Layak Anak dunia,"kata Isa, saat dihubungi selalu.id, Sabtu (3/9/2022).

Sebagai Kota Layak Anak, lanjut Isa, jangan sampai ada lagi perilaku pelayanan yang tidak mengenakkan terhadap anak.

"Menurut saya tidak ada keadilan (anak), untuk kelompok menengah kebawah itu. Pemerintah mesti harus hadir memberi pelayanan yang adil kepada mereka,"jelasnya.

Menurutnya, sebagai Kota Layak Anak, Surabaya harus bisa melayani tumbuh kembang anak bermain. Ia menyebut Surabaya mempunyai taman-taman yang bagus. Tetapi fasilitasnya tidak ada perubahan.

"Bahkan cendrung ada yang rusak dan tak terawat (fasilitas taman), namanya juga anak tingkah macam-macam,"tuturnya.

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Lebih lanjut Isa menjelaskan, dahulu Surabaya mempunyai wahana permainan yang murah yakni Taman Hiburan Rakyat (THR) yang kini sudah tidak ada lagi.

"Dulu kan kita punya THR, itu kan wahana bermain murah, tak kalah dengan di mal yang bayar mahal-mahal itu. Tapi kan sudah tak ada (THR), sehingga anak-anak kemana untuk bermain, apalagi anak kampung kelas bawah,"ungkapnya.

Sehingga, anak-anak kelas bawah tersebut justru bermain bola dijalanan ataupun berenang disungai dan itu berbahaya.

Sebab itu, Isa menyarankan Pemkot Surabaya mestinya mempunyai wahana hiburan seperti THR yang tak hanya satu wahana.

Baca Juga: Sikat Jukir Nakal Surabaya, Wali Kota Eri Buka Peluang Anak Muda yang Kelola Parkir

"Kalau perlu ada lima (wahana), di Surabaya dibagi lima, utara, barat, timur, selatan, tengah, mestinya setiap tempat ada. Sehingga, misal anak-anak dari barat itu tak perlu main ke pusat," jelasnya.

"Sehingga ada alternatif anak-anak bermain. Kalau gak bisa di mal ya mereka bisa ke sana (wahana). Jangan biarkan anak sekelas kebawah itu main di jalan, berenang di sungai,"lanjutnya.

Isa pun membayangkan anak-anak Surabaya bisa menikmati wahana yang sama semua kalangan. Sehingga, Surabaya menjadi Kota yang bahagia.

"Kalau anak tumbuh besar bahagia, Surabaya bisa jadi kota aman dan damai. Ndak mungkin mereka lakukan kriminal kalau sudah merasa bahagia damai,"terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat. 

Langkah Sigap PDS Bantu Warga Terdampak Gempa Flores di Tiga Wilayah NTT

Sekretaris Perusahaan PDS, Bayu Widyafrasta menegaskan bahwa aksi cepat ini merupakan komitmen dan kepedulian nyata perusahaan terhadap warga terdampak bencana.