Selasa, 03 Feb 2026 06:23 WIB

Senyum Bahagia Pasangan Lansia Peserta Nikah Massal Pemkot Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 30 Agu 2022 19:44 WIB
Pasangan Zain Machmud (67 tahun) dan Hasipah (63 tahun) yang sudah menikah secara agama sejak tahun 1979
Pasangan Zain Machmud (67 tahun) dan Hasipah (63 tahun) yang sudah menikah secara agama sejak tahun 1979

selalu.id - Beberapa pasangan Suami Istri (Pasutri) lanjut usia juga ikut dalam nikah massal yang digelar Pemkot Surabaya di Empire Place, Selasa (30/8/2022).

Seperti Ismadi (66) dan Sayati (45), pasutri warga Sawahan Surabaya ini sudah menanti selama 20 tahun untuk mendapatka surat nikah dan resmi diakui oleh negara.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Ismadi bersama istrinya Sayati telah nikah siri sejak 2002 lalu. Namun, bertahun-tahun belum sah nikah karena banyak kendala, salah satunya kesulitan dengan keuangan.

"Saya sudah menunggu bertahun-tahun. Banyak kendala. Dengan adanya program pemerintah ini. Saya bersyukur sekali. Akhirnya punya buku nikah," kata Ismadi dan Sayati, kepada selalu.id.

Ismadi yang telah dianugerahi tiga orang anak ini bercerita, penghasilannya sebagai pedagang burung yang tak menentu, membuat ia sulit mengumpulkan biaya untuk isbat nikah.

"Saya selama ini gak bisa mengurus, sulit. Macam-macam kesulitannya. Keuangan pas-passan. Penghasilan saya tak menentu," terangnya.

Karena status pernikahan yang masih dibawah tangan, Ismadi mengaku cukup kesulitan saat mengurus dokumen kelahiran anaknya.

"Kalau tidak ada bantuan saya sulit. Selama ini saya pakai bukti surat kelahiran, alhamdulilahnya ndak papa. Tapi kasian juga anak saya belum punya akta kelahiran. Setelah ini dia sudah punya akta kelahiran," ungkapnya.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Akhirnya, impian pasutri ini terwujud telah melaksanakan isbat nikah secara gratis dari Pemkot Surabaya, dan telah lengkap mendapatkan dokumen akta anaknya.

"Saya bersyukur sekali. Saya mengurus benar-benar dibantu sampe saya mendapatkan buku nikah, akta anak saya. Alhamdulilah," ungkapnya.

Impian yang sama juga dirasakan pasangan Zain Machmud (67 tahun) dan Hasipah (63 tahun) yang sudah menikah secara agama sejak tahun 1979.

Zain menceritakan, bukan alasan biaya ia dan istrinya tak segera mengurus pernikahan yang sah secara negara. Melainkan alasan pekerjaan Zain yang seorang pelaut.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

"Saya pelaut sering keluar negeri. Inilah kelengahan kita, kadang-kadang sesuatu yang kita abaikan itu penting, kalau ada kepentingan baru ngurus," kata Zain yang saat ini berprofesi sebagai Modin ini.

Pasangan ini sudah dikarunia lima orang anak dan 7 orang cucu. Mereka mengatakan, tak mengajak anak dan cucunya saat proses isbat nikah ini.

"Anak ada yang tau, tapi saya bilang ndak usah ikutlah. Malu saya sudah tua," celutuk Hasipah.

Meski demikian, pasangan ini tetap merasa bahagia karena hari ini bisa melakukan isbat nikah dan mendapatkan buku nikah yang diakui secara negara. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.