Kamis, 17 Sep 2026 00:11 WIB

Senyum Bahagia Pasangan Lansia Peserta Nikah Massal Pemkot Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 30 Agu 2022 19:44 WIB
Pasangan Zain Machmud (67 tahun) dan Hasipah (63 tahun) yang sudah menikah secara agama sejak tahun 1979
Pasangan Zain Machmud (67 tahun) dan Hasipah (63 tahun) yang sudah menikah secara agama sejak tahun 1979

selalu.id - Beberapa pasangan Suami Istri (Pasutri) lanjut usia juga ikut dalam nikah massal yang digelar Pemkot Surabaya di Empire Place, Selasa (30/8/2022).

Seperti Ismadi (66) dan Sayati (45), pasutri warga Sawahan Surabaya ini sudah menanti selama 20 tahun untuk mendapatka surat nikah dan resmi diakui oleh negara.

Baca Juga: Dugaan Jual Beli Lapak di SWK Taman Prestasi Surabaya, Ini Pengakuan Pedagang Senior

Ismadi bersama istrinya Sayati telah nikah siri sejak 2002 lalu. Namun, bertahun-tahun belum sah nikah karena banyak kendala, salah satunya kesulitan dengan keuangan.

"Saya sudah menunggu bertahun-tahun. Banyak kendala. Dengan adanya program pemerintah ini. Saya bersyukur sekali. Akhirnya punya buku nikah," kata Ismadi dan Sayati, kepada selalu.id.

Ismadi yang telah dianugerahi tiga orang anak ini bercerita, penghasilannya sebagai pedagang burung yang tak menentu, membuat ia sulit mengumpulkan biaya untuk isbat nikah.

"Saya selama ini gak bisa mengurus, sulit. Macam-macam kesulitannya. Keuangan pas-passan. Penghasilan saya tak menentu," terangnya.

Karena status pernikahan yang masih dibawah tangan, Ismadi mengaku cukup kesulitan saat mengurus dokumen kelahiran anaknya.

"Kalau tidak ada bantuan saya sulit. Selama ini saya pakai bukti surat kelahiran, alhamdulilahnya ndak papa. Tapi kasian juga anak saya belum punya akta kelahiran. Setelah ini dia sudah punya akta kelahiran," ungkapnya.

Baca Juga: Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Protes Sejumlah Pengembang Besar

Akhirnya, impian pasutri ini terwujud telah melaksanakan isbat nikah secara gratis dari Pemkot Surabaya, dan telah lengkap mendapatkan dokumen akta anaknya.

"Saya bersyukur sekali. Saya mengurus benar-benar dibantu sampe saya mendapatkan buku nikah, akta anak saya. Alhamdulilah," ungkapnya.

Impian yang sama juga dirasakan pasangan Zain Machmud (67 tahun) dan Hasipah (63 tahun) yang sudah menikah secara agama sejak tahun 1979.

Zain menceritakan, bukan alasan biaya ia dan istrinya tak segera mengurus pernikahan yang sah secara negara. Melainkan alasan pekerjaan Zain yang seorang pelaut.

Baca Juga: Mahasiswa UINSA Demo Tolak Muzakki Kembali Pimpin Kampus, Angkat Persoalan Dana Hingga UKT

"Saya pelaut sering keluar negeri. Inilah kelengahan kita, kadang-kadang sesuatu yang kita abaikan itu penting, kalau ada kepentingan baru ngurus," kata Zain yang saat ini berprofesi sebagai Modin ini.

Pasangan ini sudah dikarunia lima orang anak dan 7 orang cucu. Mereka mengatakan, tak mengajak anak dan cucunya saat proses isbat nikah ini.

"Anak ada yang tau, tapi saya bilang ndak usah ikutlah. Malu saya sudah tua," celutuk Hasipah.

Meski demikian, pasangan ini tetap merasa bahagia karena hari ini bisa melakukan isbat nikah dan mendapatkan buku nikah yang diakui secara negara. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sisi Gelap Warkop Jalan Kunti Surabaya, Pesan Kopi Bisa Sambil Nyabu

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 10 poket sabu seberat total 65,51 gram. Saat ini, kasusnya terus dilakukan pengembangan.

Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Meski sebagian besar wilayah Indonesia tengah dikepung kemarau terik, potensi hujan lebat hingga angin kencang masih mengintai. BMKG mengimbau selalu waspada.

Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan yang dapat mendukung kebutuhan tenant.

Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

Relawan yang diberhentikan itu adalah Egidius Nehe alias Egis. Ia mengaku terkejut lantaran menerima pemberitahuan pemutusan tugas hanya melalui pesan WA.

Penduduk Surabaya Tembus 3 Juta, Dapil dan Kursi DPRD Berpeluang Dirombak

Kondisi ini dimanfaatkan DPRD Kota Surabaya untuk mengawal peluang penambahan lima kursi legislatif pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang.

Bukan Sekadar Ambil Alih, Ini Rencana PDAM Surabaya Masuk Perumahan Air Mandiri

Langkah ini diambil guna memastikan kesetaraan akses air bersih di Kota Surabaya.