Jumat, 05 Jun 2026 09:31 WIB

Senyum Bahagia Pasangan Lansia Peserta Nikah Massal Pemkot Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 30 Agu 2022 19:44 WIB
Pasangan Zain Machmud (67 tahun) dan Hasipah (63 tahun) yang sudah menikah secara agama sejak tahun 1979
Pasangan Zain Machmud (67 tahun) dan Hasipah (63 tahun) yang sudah menikah secara agama sejak tahun 1979

selalu.id - Beberapa pasangan Suami Istri (Pasutri) lanjut usia juga ikut dalam nikah massal yang digelar Pemkot Surabaya di Empire Place, Selasa (30/8/2022).

Seperti Ismadi (66) dan Sayati (45), pasutri warga Sawahan Surabaya ini sudah menanti selama 20 tahun untuk mendapatka surat nikah dan resmi diakui oleh negara.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Ismadi bersama istrinya Sayati telah nikah siri sejak 2002 lalu. Namun, bertahun-tahun belum sah nikah karena banyak kendala, salah satunya kesulitan dengan keuangan.

"Saya sudah menunggu bertahun-tahun. Banyak kendala. Dengan adanya program pemerintah ini. Saya bersyukur sekali. Akhirnya punya buku nikah," kata Ismadi dan Sayati, kepada selalu.id.

Ismadi yang telah dianugerahi tiga orang anak ini bercerita, penghasilannya sebagai pedagang burung yang tak menentu, membuat ia sulit mengumpulkan biaya untuk isbat nikah.

"Saya selama ini gak bisa mengurus, sulit. Macam-macam kesulitannya. Keuangan pas-passan. Penghasilan saya tak menentu," terangnya.

Karena status pernikahan yang masih dibawah tangan, Ismadi mengaku cukup kesulitan saat mengurus dokumen kelahiran anaknya.

"Kalau tidak ada bantuan saya sulit. Selama ini saya pakai bukti surat kelahiran, alhamdulilahnya ndak papa. Tapi kasian juga anak saya belum punya akta kelahiran. Setelah ini dia sudah punya akta kelahiran," ungkapnya.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akhirnya, impian pasutri ini terwujud telah melaksanakan isbat nikah secara gratis dari Pemkot Surabaya, dan telah lengkap mendapatkan dokumen akta anaknya.

"Saya bersyukur sekali. Saya mengurus benar-benar dibantu sampe saya mendapatkan buku nikah, akta anak saya. Alhamdulilah," ungkapnya.

Impian yang sama juga dirasakan pasangan Zain Machmud (67 tahun) dan Hasipah (63 tahun) yang sudah menikah secara agama sejak tahun 1979.

Zain menceritakan, bukan alasan biaya ia dan istrinya tak segera mengurus pernikahan yang sah secara negara. Melainkan alasan pekerjaan Zain yang seorang pelaut.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Saya pelaut sering keluar negeri. Inilah kelengahan kita, kadang-kadang sesuatu yang kita abaikan itu penting, kalau ada kepentingan baru ngurus," kata Zain yang saat ini berprofesi sebagai Modin ini.

Pasangan ini sudah dikarunia lima orang anak dan 7 orang cucu. Mereka mengatakan, tak mengajak anak dan cucunya saat proses isbat nikah ini.

"Anak ada yang tau, tapi saya bilang ndak usah ikutlah. Malu saya sudah tua," celutuk Hasipah.

Meski demikian, pasangan ini tetap merasa bahagia karena hari ini bisa melakukan isbat nikah dan mendapatkan buku nikah yang diakui secara negara. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.