Minggu, 01 Nov 2026 09:48 WIB

Senyum Bahagia Pasangan Lansia Peserta Nikah Massal Pemkot Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 30 Agu 2022 19:44 WIB
Pasangan Zain Machmud (67 tahun) dan Hasipah (63 tahun) yang sudah menikah secara agama sejak tahun 1979
Pasangan Zain Machmud (67 tahun) dan Hasipah (63 tahun) yang sudah menikah secara agama sejak tahun 1979

selalu.id - Beberapa pasangan Suami Istri (Pasutri) lanjut usia juga ikut dalam nikah massal yang digelar Pemkot Surabaya di Empire Place, Selasa (30/8/2022).

Seperti Ismadi (66) dan Sayati (45), pasutri warga Sawahan Surabaya ini sudah menanti selama 20 tahun untuk mendapatka surat nikah dan resmi diakui oleh negara.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

Ismadi bersama istrinya Sayati telah nikah siri sejak 2002 lalu. Namun, bertahun-tahun belum sah nikah karena banyak kendala, salah satunya kesulitan dengan keuangan.

"Saya sudah menunggu bertahun-tahun. Banyak kendala. Dengan adanya program pemerintah ini. Saya bersyukur sekali. Akhirnya punya buku nikah," kata Ismadi dan Sayati, kepada selalu.id.

Ismadi yang telah dianugerahi tiga orang anak ini bercerita, penghasilannya sebagai pedagang burung yang tak menentu, membuat ia sulit mengumpulkan biaya untuk isbat nikah.

"Saya selama ini gak bisa mengurus, sulit. Macam-macam kesulitannya. Keuangan pas-passan. Penghasilan saya tak menentu," terangnya.

Karena status pernikahan yang masih dibawah tangan, Ismadi mengaku cukup kesulitan saat mengurus dokumen kelahiran anaknya.

"Kalau tidak ada bantuan saya sulit. Selama ini saya pakai bukti surat kelahiran, alhamdulilahnya ndak papa. Tapi kasian juga anak saya belum punya akta kelahiran. Setelah ini dia sudah punya akta kelahiran," ungkapnya.

Baca Juga: Pelaku yang Loncat ke Sungai Usai Bacok Pemobil di Surabaya Belum Ditemukan

Akhirnya, impian pasutri ini terwujud telah melaksanakan isbat nikah secara gratis dari Pemkot Surabaya, dan telah lengkap mendapatkan dokumen akta anaknya.

"Saya bersyukur sekali. Saya mengurus benar-benar dibantu sampe saya mendapatkan buku nikah, akta anak saya. Alhamdulilah," ungkapnya.

Impian yang sama juga dirasakan pasangan Zain Machmud (67 tahun) dan Hasipah (63 tahun) yang sudah menikah secara agama sejak tahun 1979.

Zain menceritakan, bukan alasan biaya ia dan istrinya tak segera mengurus pernikahan yang sah secara negara. Melainkan alasan pekerjaan Zain yang seorang pelaut.

Baca Juga: Cekcok Berujung Pembacokan di Surabaya, 1 Pelaku Belum Ditemukan usai Lompat Sungai

"Saya pelaut sering keluar negeri. Inilah kelengahan kita, kadang-kadang sesuatu yang kita abaikan itu penting, kalau ada kepentingan baru ngurus," kata Zain yang saat ini berprofesi sebagai Modin ini.

Pasangan ini sudah dikarunia lima orang anak dan 7 orang cucu. Mereka mengatakan, tak mengajak anak dan cucunya saat proses isbat nikah ini.

"Anak ada yang tau, tapi saya bilang ndak usah ikutlah. Malu saya sudah tua," celutuk Hasipah.

Meski demikian, pasangan ini tetap merasa bahagia karena hari ini bisa melakukan isbat nikah dan mendapatkan buku nikah yang diakui secara negara. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini: Jual dan Beli Turun Bunda, Ini Rinciannya 

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia umumnya dipengaruhi oleh harga emas global serta nilai tukar rupiah.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Waspada Orang Kedua, Tapi Keberuntungan dan Uang Masih Oke

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Sah! Hairul Syapril Sholeh Nahkoda Baru IKAPMII Jember 2026–2031

Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan peran IKAPMII dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah

Bantu Pemulihan Pasokan Air Bersih, SIER Salurkan Dua Tandon Air bagi Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab

Bupati Jember Gus Fawait Turun Gunung Sosialisasikan Layanan Bunga Desaku

Gus Fawait menegaskan bahwa pengurusan administrasi kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), tidak dipungut biaya.

Melihat Tradisi Tedak Sinten di Nganjuk, Sebar Uang Koin hingga Jadi Rebutan

selalu.id - Warga Dusun Kepuhtelu, Desa Balongrejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk masih melestarikan tradisi adat Jawa Piton-Piton atau yang juga dikenal