Selasa, 03 Feb 2026 18:53 WIB

Peringati Hari Konservasi Alam Nasional, PT PJB Tanam 5000 Pohon Balangeran

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 11 Agu 2022 10:33 WIB
Penanaman pohon oleh PT PJB di Kalimantan Tengah
Penanaman pohon oleh PT PJB di Kalimantan Tengah

selalu.id - PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) melalui salah satu unit pembangkit yang dikelolanya, UBJOM PLTU Pulang Pisau berkomitmen dalam pelestarian lingkungan di Kalimantan Tengah.

Pada kegiatan ini, PJB menggandeng Balai Taman Nasional Sebangau dan Borneo Nature Foundation (BNF) dalam penanaman 5000 pohon balangeran sebagai upaya memperingati Hari konservasi Alam Nasional (HKAN) yang diperingati pada Rabu (10/8/2022).

Baca Juga: Peduli Lingkungan, Pelajar SMPN 1 Surabaya ini Bikin Gerakan Mangrove Warrior

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen UBJOM PLTU Pulang Pisau, Pemerintah Kecamatan Bukit Batu, Kejaksaan Negeri Palangka Raya, Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, serta Unit Teknik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) wilayah Kalimantan Tengah.

General Manager UBJOM PLTU Pulang Pisau, Fuad Arifin menyampaikan, harapan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sudah menjadi komitmen PJB di seluruh lingkungan bisnisnya untuk turut andil dalam pemeliharaan lingkungan.

"Pelestarian hutan di Kalimantan menjadi tanggung jawab bersama. Kami berkomitmen menjadi bagian dari usaha dalam pemeliharaan lingkungan tersebut karena sudah menjadi DNA di tubuh seluruh PJBers dan lingkup bisnisnya untuk bertumbuh dan berkembang bersama lingkungan dan masyarakart," kata Fuad Arifin.

Baca Juga: Peringati HUT ke-2, DKPP Ajak Finalis Putri Remaja Tanam 1.000 Pohon Mangrove

Kerja sama multipemangku kepentingan ini akan terus dilakukan oleh PJB untuk memperkuat sinergi antar pihak dalam usaha-usaha pelestarian lingkungan. Pemilihan pohon balangeran ini juga didasari oleh rekomendasi Kepala Balai Taman Nasional Sebangau karena melihat sifat pohon balangeran yang memiliki fungsi restorasi yang sangat tinggi dan cocok di area Taman Nasional Sebangau yang 95% wilayahnya merupakan lahan gambut.

Senada dengan yang disampaikan oleh PJB, Juliarta Bramansa Ottay, CEO Borneo Nature Foundation (BNF) menyampaikan terima kasih kepada PJB dan harapannya akan kerja sama membangun lingkungan ini. Menurutnya, diperlukan sinergi antarlembaga yang masif untuk secara kontinyu meningkatkan pemeliharan lingkungan.

Baca Juga: Jaga Kelestarian Lingkungan, Pelindo Tanam 20 Ribu Mangrove di Madura

"Kerja sama dengan PJB menambah resource dalam usaha-usaha yang sebelumnya kami lakukan dengan TN Sebangau. Kami berharap kerja sama ini akan terus berlanjut dan memberikan manfaat untuk semua pihak," kata Juliarta.

PJB melihat kerja sama ini sebagai awal langkah untuk meningkatkan kualitas lingkungan yang ada di sekitar unit pembangkit. Ke depannya, UBJOM PLTU Pulang Pisau akan menjajaki kemungkinan kerja sama pemberdayaan masyarakat di sekitar taman nasional dan tanggap darurat kebencanaan terutama kebakaran hutan dan lahan. (CIN/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.