Jumat, 05 Jun 2026 04:36 WIB

Peringati Hari Konservasi Alam Nasional, PT PJB Tanam 5000 Pohon Balangeran

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 11 Agu 2022 10:33 WIB
Penanaman pohon oleh PT PJB di Kalimantan Tengah
Penanaman pohon oleh PT PJB di Kalimantan Tengah

selalu.id - PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) melalui salah satu unit pembangkit yang dikelolanya, UBJOM PLTU Pulang Pisau berkomitmen dalam pelestarian lingkungan di Kalimantan Tengah.

Pada kegiatan ini, PJB menggandeng Balai Taman Nasional Sebangau dan Borneo Nature Foundation (BNF) dalam penanaman 5000 pohon balangeran sebagai upaya memperingati Hari konservasi Alam Nasional (HKAN) yang diperingati pada Rabu (10/8/2022).

Baca Juga: Peduli Lingkungan, Pelajar SMPN 1 Surabaya ini Bikin Gerakan Mangrove Warrior

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen UBJOM PLTU Pulang Pisau, Pemerintah Kecamatan Bukit Batu, Kejaksaan Negeri Palangka Raya, Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, serta Unit Teknik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) wilayah Kalimantan Tengah.

General Manager UBJOM PLTU Pulang Pisau, Fuad Arifin menyampaikan, harapan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sudah menjadi komitmen PJB di seluruh lingkungan bisnisnya untuk turut andil dalam pemeliharaan lingkungan.

"Pelestarian hutan di Kalimantan menjadi tanggung jawab bersama. Kami berkomitmen menjadi bagian dari usaha dalam pemeliharaan lingkungan tersebut karena sudah menjadi DNA di tubuh seluruh PJBers dan lingkup bisnisnya untuk bertumbuh dan berkembang bersama lingkungan dan masyarakart," kata Fuad Arifin.

Baca Juga: Peringati HUT ke-2, DKPP Ajak Finalis Putri Remaja Tanam 1.000 Pohon Mangrove

Kerja sama multipemangku kepentingan ini akan terus dilakukan oleh PJB untuk memperkuat sinergi antar pihak dalam usaha-usaha pelestarian lingkungan. Pemilihan pohon balangeran ini juga didasari oleh rekomendasi Kepala Balai Taman Nasional Sebangau karena melihat sifat pohon balangeran yang memiliki fungsi restorasi yang sangat tinggi dan cocok di area Taman Nasional Sebangau yang 95% wilayahnya merupakan lahan gambut.

Senada dengan yang disampaikan oleh PJB, Juliarta Bramansa Ottay, CEO Borneo Nature Foundation (BNF) menyampaikan terima kasih kepada PJB dan harapannya akan kerja sama membangun lingkungan ini. Menurutnya, diperlukan sinergi antarlembaga yang masif untuk secara kontinyu meningkatkan pemeliharan lingkungan.

Baca Juga: Jaga Kelestarian Lingkungan, Pelindo Tanam 20 Ribu Mangrove di Madura

"Kerja sama dengan PJB menambah resource dalam usaha-usaha yang sebelumnya kami lakukan dengan TN Sebangau. Kami berharap kerja sama ini akan terus berlanjut dan memberikan manfaat untuk semua pihak," kata Juliarta.

PJB melihat kerja sama ini sebagai awal langkah untuk meningkatkan kualitas lingkungan yang ada di sekitar unit pembangkit. Ke depannya, UBJOM PLTU Pulang Pisau akan menjajaki kemungkinan kerja sama pemberdayaan masyarakat di sekitar taman nasional dan tanggap darurat kebencanaan terutama kebakaran hutan dan lahan. (CIN/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.