Selasa, 03 Feb 2026 18:53 WIB

Peringati HUT ke-2, DKPP Ajak Finalis Putri Remaja Tanam 1.000 Pohon Mangrove

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 21 Mei 2025 15:59 WIB
Penanaman mangrove
Penanaman mangrove

selalu.id - Memasuki usia dua tahun, Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya terus memperkuat perannya sebagai ruang edukasi dan konservasi.

 

Baca Juga: Peduli Lingkungan, Pelajar SMPN 1 Surabaya ini Bikin Gerakan Mangrove Warrior

Dalam rangka memperingati ulang tahun ke-2 KRM, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya menggelar aksi penanaman 1.000 pohon mangrove pada Jumat (17/5).

 

Kepala DKPP Kota Surabaya, Ir. Antiek Sugiharti, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen menjaga lingkungan pesisir sekaligus memperkuat edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya ekosistem mangrove.

 

“Jenis yang kita tanam ada dua, Rhizophora mucronata yang ditanam di muara karena memiliki akar kuat untuk menahan abrasi, dan Ceriops tagal yang cocok di daratan dengan kondisi pasang surut,” jelas Antiek kepada selalu.id.

 

Momentum ulang tahun ini juga menjadi penanda perkembangan signifikan KRM. Saat diresmikan, KRM memiliki 56 spesies mangrove. Kini, jumlahnya mencapai 71 spesies, melampaui target akreditasi sebesar 70 spesies.

 

Baca Juga: Jaga Kelestarian Lingkungan, Pelindo Tanam 20 Ribu Mangrove di Madura

“Kebun raya harus menjalankan lima fungsi, salah satunya edukasi. Karena itu kami libatkan anak-anak muda agar mereka mengenal manfaat mangrove sejak dini,” tambahnya.

 

Antiek juga menekankan bahwa mangrove bukan hanya pelindung pantai, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan potensi sebagai sumber pangan alternatif.

 

“Dari mangrove bisa diolah menjadi berbagai produk seperti sirup dan selai. Ini mendukung program ketahanan pangan nasional,” ungkapnya.

Baca Juga: Festival Mangrove Romokalisari, Gubernur Khofifah: Wujud Penguatan Ekosistem Mangrove dari Hulu ke Hilir

 

Penanaman kali ini semakin istimewa dengan hadirnya Regina Ellana Go, Finalis Putri Remaja Jawa Timur 2025, yang datang bersama sembilan rekannya dari SpIns International School.

 

“Setelah ikut Cambridge Science Research dan meneliti rumput laut, saya jadi lebih sadar pentingnya menjaga lingkungan. Kita bisa mulai dari hal kecil seperti membawa tumbler atau tas kain,” ujar Regina.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.