Jumat, 05 Jun 2026 08:26 WIB

Jaga Kelestarian Lingkungan, Pelindo Tanam 20 Ribu Mangrove di Madura

Penyulaman mangrove oleh Pelindo
Penyulaman mangrove oleh Pelindo

selalu.id - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan. Salah satunya dengan melakukan penyulaman bibit mangrove. Hal ini merupakan upaya monitoring dan evaluasi program penanaman mangrove guna memastikan program tanam mangrove maksimal.

Program sulam mangrove yang dilakukan pada Rabu (8/5/2024) kemarin, sedikitnya terdapat 20.000 bibit mangrove di tanam ulang di area seluas 11 hektar di Desa Bancaran, Kabupaten Bangkalan, Madura. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program penanaman mangrove yang telah dilakukan Pelindo pada tahun 2023, di mana sebanyak 55.000 bibit mangrove ditanam di area yang sama.

Baca Juga: Pelindo Regional 3 Sebar 209 Hewan Kurban untuk Warga Ring 1 Pelabuhan

"Pada tahun 2023, kami menanam 55.000 bibit mangrove di Desa Bancaran. Namun, karena faktor ombak yang besar, sekitar 25-30 persen bibit mangrove tersebut mati," Ujar Karlinda Sari Senior Manager Hukum dan Humas Pelindo Regional 3 kepada selalu.id, Kamis (9/5/2024).

Karlinda menambahkan, kegiatan tanam dan sulam mangrove kali ini tidak hanya melibatkan masayarakat melalui kelompok-kelompok tani, namun juga peran aktif pegawai perusahaan untuk ikut langsung melakukan penanaman. Hal ini sejalan dengan Employe Social Responsibility dari Kementerian BUMN.

"Dukungan kami pada lingkungan tidak hanya pada program2 TJSL namun juga peran langsung para pegawai kami. Harapannya partisipasi pegawai bisa terus bertambah kedepannya," Ujar Karlinda.

Baca Juga: Arus Peti Kemas Internasional Tumbuh 11 Persen, Sinyal Kuat Pemulihan Ekonomi Nasional

Kegiatan penyulaman mangrove di Desa Bancaran disambut baik oleh masyarakat setempat. Ketua kelompok Tani Tunas 2 Desa Bancaran, Mujamil, menyampaikan terima kasih kepada Pelindo atas perhatiannya terhadap kelestarian lingkungan di desanya.

"Kami sangat berterima kasih kepada Pelindo atas bantuannya dalam menanam mangrove di Desa Bancaran. Mangrove sangat penting bagi kami, karena dapat mencegah abrasi pantai dan melindungi habitat biota laut. Kami juga akan membantu merawat mangrove yang ditanam agar dapat tumbuh dengan baik," ujar Mujamil.

Baca Juga: Kejar Operasional Rendah Emisi, TPK Semarang Terapkan Sistem GRK Internasional

Penanaman mangrove di Desa Bancaran merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan Tanggung Jawab Sosial Lingkunga Pelindo. Mangrove memiliki banyak manfaat, di antaranya mencegah abrasi pantai, melindungi habitat biota laut, dan menyerap emisi karbon.

Pelindo berkomitmen untuk terus mendukung kelestarian lingkungan hidup. Pelindo menargetkan pada tahun 2024 akan menanam mangrove di area seluas 100 hektar.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.