Kamis, 04 Jun 2026 23:51 WIB

Peduli Lingkungan, Pelajar SMPN 1 Surabaya ini Bikin Gerakan Mangrove Warrior

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 07 Des 2025 17:54 WIB
Penanaman mangrove di pesisir pantai di Surabaya
Penanaman mangrove di pesisir pantai di Surabaya

selalu.id - Di tengah menurunnya jumlah mangrove di pesisir Surabaya, upaya pemulihan justru lebih banyak digerakkan kelompok sekolah dan komunitas.

Salah satunya dilakukan Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto (13), pelajar SMPN 1 Surabaya yang telah membudidayakan lebih dari 18.200 mangrove.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Harley menggagas gerakan Mangrove Warrior, yang melibatkan petani tambak di Wonorejo dan para siswa. Penanaman dilakukan di kawasan pesisir yang selama ini mengalami tekanan abrasi dan aktivitas tambak.

“Saya ingin Surabaya tetap aman. Selama bisa menanam, saya akan terus menanam,” ujar Harley, Minggu (7/12/2025).

Sejumlah pemerhati lingkungan menilai aksi komunitas seperti yang dilakukan Harley menunjukkan bahwa upaya perlindungan mangrove di Surabaya masih belum kuat di level kebijakan.

Kawasan pesisir Wonorejo, Gunung Anyar, dan Keputih disebut masih menghadapi kerusakan dan perubahan bentang alam.

Meski Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Dedik Irianto mengapresiasi langkah pelajar tersebut, kondisi di lapangan menunjukkan kebutuhan pengawasan dan perlindungan yang lebih tegas.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

“Harley dan SMPN 1 menunjukkan ada warga yang peduli lingkungan di tengah maraknya isu perubahan iklim,” kata Dedik.

Melalui Mangrove Warrior, Harley mengelola pembibitan enam jenis mangrove, mulai Rhizophora mucronata hingga Bruguiera gymnorhiza. Ia juga menggandeng Wahana Visi Indonesia untuk memperluas penanaman di tiga titik pesisir: Gunung Anyar, Wonorejo, dan Keputih.

Kegiatan ini menarik perhatian internasional. Pelajar dari Korea Selatan sempat datang ke SMPN 1 Surabaya untuk mempelajari pembibitan dan pengelolaan ekosistem mangrove.

Selain menanam, Harley mengembangkan enam produk olahan mangrove seperti sirup, kecap, sampo, vitamin rambut, dan pewarna batik. Produk ini dikembangkan bersama pegiat mangrove peraih Kalpataru, Lulut Sri Yuliani.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Hingga akhir 2025, Harley menargetkan penanaman minimal 25.000 mangrove, dan 40.000 hingga pertengahan 2026. Langkah ini dilakukan di tengah masih rentannya pesisir Surabaya terhadap abrasi, banjir rob, dan alih fungsi lahan.

"Target ini sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga pesisir Surabaya agar tetap kuat menghadapi banjir, abrasi, dan ancaman tsunami," katanya.

Perjalanan Harley menunjukkan bahwa upaya melindungi lingkungan tidak mengenal usia. Dari tangan seorang bocah SMP, tumbuh ribuan bibit yang kelak menjadi sabuk hijau pelindung pesisir. Dokumentasi perjalanan konservasi Harley dapat diakses melalui laman www.harleypangeranlingkunganhidup.com, dimana ia juga mempromosikan berbagai produk ramah lingkungan karya siswa-siswi SMPN 1 Surabaya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.