Kamis, 22 Okt 2026 22:31 WIB

Peduli Lingkungan, Pelajar SMPN 1 Surabaya ini Bikin Gerakan Mangrove Warrior

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 07 Des 2025 17:54 WIB
Penanaman mangrove di pesisir pantai di Surabaya
Penanaman mangrove di pesisir pantai di Surabaya

selalu.id - Di tengah menurunnya jumlah mangrove di pesisir Surabaya, upaya pemulihan justru lebih banyak digerakkan kelompok sekolah dan komunitas.

Salah satunya dilakukan Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto (13), pelajar SMPN 1 Surabaya yang telah membudidayakan lebih dari 18.200 mangrove.

Baca Juga: Massa Demo Berpakaian Serba Hitam Mulai Datang di Depan Grahadi Surabaya

Harley menggagas gerakan Mangrove Warrior, yang melibatkan petani tambak di Wonorejo dan para siswa. Penanaman dilakukan di kawasan pesisir yang selama ini mengalami tekanan abrasi dan aktivitas tambak.

“Saya ingin Surabaya tetap aman. Selama bisa menanam, saya akan terus menanam,” ujar Harley, Minggu (7/12/2025).

Sejumlah pemerhati lingkungan menilai aksi komunitas seperti yang dilakukan Harley menunjukkan bahwa upaya perlindungan mangrove di Surabaya masih belum kuat di level kebijakan.

Kawasan pesisir Wonorejo, Gunung Anyar, dan Keputih disebut masih menghadapi kerusakan dan perubahan bentang alam.

Meski Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Dedik Irianto mengapresiasi langkah pelajar tersebut, kondisi di lapangan menunjukkan kebutuhan pengawasan dan perlindungan yang lebih tegas.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

“Harley dan SMPN 1 menunjukkan ada warga yang peduli lingkungan di tengah maraknya isu perubahan iklim,” kata Dedik.

Melalui Mangrove Warrior, Harley mengelola pembibitan enam jenis mangrove, mulai Rhizophora mucronata hingga Bruguiera gymnorhiza. Ia juga menggandeng Wahana Visi Indonesia untuk memperluas penanaman di tiga titik pesisir: Gunung Anyar, Wonorejo, dan Keputih.

Kegiatan ini menarik perhatian internasional. Pelajar dari Korea Selatan sempat datang ke SMPN 1 Surabaya untuk mempelajari pembibitan dan pengelolaan ekosistem mangrove.

Selain menanam, Harley mengembangkan enam produk olahan mangrove seperti sirup, kecap, sampo, vitamin rambut, dan pewarna batik. Produk ini dikembangkan bersama pegiat mangrove peraih Kalpataru, Lulut Sri Yuliani.

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Hingga akhir 2025, Harley menargetkan penanaman minimal 25.000 mangrove, dan 40.000 hingga pertengahan 2026. Langkah ini dilakukan di tengah masih rentannya pesisir Surabaya terhadap abrasi, banjir rob, dan alih fungsi lahan.

"Target ini sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga pesisir Surabaya agar tetap kuat menghadapi banjir, abrasi, dan ancaman tsunami," katanya.

Perjalanan Harley menunjukkan bahwa upaya melindungi lingkungan tidak mengenal usia. Dari tangan seorang bocah SMP, tumbuh ribuan bibit yang kelak menjadi sabuk hijau pelindung pesisir. Dokumentasi perjalanan konservasi Harley dapat diakses melalui laman www.harleypangeranlingkunganhidup.com, dimana ia juga mempromosikan berbagai produk ramah lingkungan karya siswa-siswi SMPN 1 Surabaya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir cukup besar.

Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pembuat Onar saat Demo di Grahadi Surabaya

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti cairan tiner, minuman keras jenis arak, senjata keling (knuckle), hingga beberapa telepon seluler.

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.