Senin, 07 Sep 2026 16:02 WIB

Peduli Lingkungan, Pelajar SMPN 1 Surabaya ini Bikin Gerakan Mangrove Warrior

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 07 Des 2025 17:54 WIB
Penanaman mangrove di pesisir pantai di Surabaya
Penanaman mangrove di pesisir pantai di Surabaya

selalu.id - Di tengah menurunnya jumlah mangrove di pesisir Surabaya, upaya pemulihan justru lebih banyak digerakkan kelompok sekolah dan komunitas.

Salah satunya dilakukan Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto (13), pelajar SMPN 1 Surabaya yang telah membudidayakan lebih dari 18.200 mangrove.

Baca Juga: Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Harley menggagas gerakan Mangrove Warrior, yang melibatkan petani tambak di Wonorejo dan para siswa. Penanaman dilakukan di kawasan pesisir yang selama ini mengalami tekanan abrasi dan aktivitas tambak.

“Saya ingin Surabaya tetap aman. Selama bisa menanam, saya akan terus menanam,” ujar Harley, Minggu (7/12/2025).

Sejumlah pemerhati lingkungan menilai aksi komunitas seperti yang dilakukan Harley menunjukkan bahwa upaya perlindungan mangrove di Surabaya masih belum kuat di level kebijakan.

Kawasan pesisir Wonorejo, Gunung Anyar, dan Keputih disebut masih menghadapi kerusakan dan perubahan bentang alam.

Meski Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Dedik Irianto mengapresiasi langkah pelajar tersebut, kondisi di lapangan menunjukkan kebutuhan pengawasan dan perlindungan yang lebih tegas.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

“Harley dan SMPN 1 menunjukkan ada warga yang peduli lingkungan di tengah maraknya isu perubahan iklim,” kata Dedik.

Melalui Mangrove Warrior, Harley mengelola pembibitan enam jenis mangrove, mulai Rhizophora mucronata hingga Bruguiera gymnorhiza. Ia juga menggandeng Wahana Visi Indonesia untuk memperluas penanaman di tiga titik pesisir: Gunung Anyar, Wonorejo, dan Keputih.

Kegiatan ini menarik perhatian internasional. Pelajar dari Korea Selatan sempat datang ke SMPN 1 Surabaya untuk mempelajari pembibitan dan pengelolaan ekosistem mangrove.

Selain menanam, Harley mengembangkan enam produk olahan mangrove seperti sirup, kecap, sampo, vitamin rambut, dan pewarna batik. Produk ini dikembangkan bersama pegiat mangrove peraih Kalpataru, Lulut Sri Yuliani.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Hingga akhir 2025, Harley menargetkan penanaman minimal 25.000 mangrove, dan 40.000 hingga pertengahan 2026. Langkah ini dilakukan di tengah masih rentannya pesisir Surabaya terhadap abrasi, banjir rob, dan alih fungsi lahan.

"Target ini sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga pesisir Surabaya agar tetap kuat menghadapi banjir, abrasi, dan ancaman tsunami," katanya.

Perjalanan Harley menunjukkan bahwa upaya melindungi lingkungan tidak mengenal usia. Dari tangan seorang bocah SMP, tumbuh ribuan bibit yang kelak menjadi sabuk hijau pelindung pesisir. Dokumentasi perjalanan konservasi Harley dapat diakses melalui laman www.harleypangeranlingkunganhidup.com, dimana ia juga mempromosikan berbagai produk ramah lingkungan karya siswa-siswi SMPN 1 Surabaya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Baik Tapi Masih Lumayan, Ini Rinciannya 

Sebagai informasi, harga buyback ini merupakan harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual kembali emasnya.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Pengangguran Lagi Beruntung, Yang Kerja juga Ada Peluang Menarik

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.