Peduli Lingkungan, Pelajar SMPN 1 Surabaya ini Bikin Gerakan Mangrove Warrior
- Penulis : Ade Resty
- | Minggu, 07 Des 2025 17:54 WIB
selalu.id - Di tengah menurunnya jumlah mangrove di pesisir Surabaya, upaya pemulihan justru lebih banyak digerakkan kelompok sekolah dan komunitas.
Salah satunya dilakukan Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto (13), pelajar SMPN 1 Surabaya yang telah membudidayakan lebih dari 18.200 mangrove.
Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
Harley menggagas gerakan Mangrove Warrior, yang melibatkan petani tambak di Wonorejo dan para siswa. Penanaman dilakukan di kawasan pesisir yang selama ini mengalami tekanan abrasi dan aktivitas tambak.
“Saya ingin Surabaya tetap aman. Selama bisa menanam, saya akan terus menanam,” ujar Harley, Minggu (7/12/2025).
Sejumlah pemerhati lingkungan menilai aksi komunitas seperti yang dilakukan Harley menunjukkan bahwa upaya perlindungan mangrove di Surabaya masih belum kuat di level kebijakan.
Kawasan pesisir Wonorejo, Gunung Anyar, dan Keputih disebut masih menghadapi kerusakan dan perubahan bentang alam.
Meski Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Dedik Irianto mengapresiasi langkah pelajar tersebut, kondisi di lapangan menunjukkan kebutuhan pengawasan dan perlindungan yang lebih tegas.
Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
“Harley dan SMPN 1 menunjukkan ada warga yang peduli lingkungan di tengah maraknya isu perubahan iklim,” kata Dedik.
Melalui Mangrove Warrior, Harley mengelola pembibitan enam jenis mangrove, mulai Rhizophora mucronata hingga Bruguiera gymnorhiza. Ia juga menggandeng Wahana Visi Indonesia untuk memperluas penanaman di tiga titik pesisir: Gunung Anyar, Wonorejo, dan Keputih.
Kegiatan ini menarik perhatian internasional. Pelajar dari Korea Selatan sempat datang ke SMPN 1 Surabaya untuk mempelajari pembibitan dan pengelolaan ekosistem mangrove.
Selain menanam, Harley mengembangkan enam produk olahan mangrove seperti sirup, kecap, sampo, vitamin rambut, dan pewarna batik. Produk ini dikembangkan bersama pegiat mangrove peraih Kalpataru, Lulut Sri Yuliani.
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Hingga akhir 2025, Harley menargetkan penanaman minimal 25.000 mangrove, dan 40.000 hingga pertengahan 2026. Langkah ini dilakukan di tengah masih rentannya pesisir Surabaya terhadap abrasi, banjir rob, dan alih fungsi lahan.
"Target ini sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga pesisir Surabaya agar tetap kuat menghadapi banjir, abrasi, dan ancaman tsunami," katanya.
Perjalanan Harley menunjukkan bahwa upaya melindungi lingkungan tidak mengenal usia. Dari tangan seorang bocah SMP, tumbuh ribuan bibit yang kelak menjadi sabuk hijau pelindung pesisir. Dokumentasi perjalanan konservasi Harley dapat diakses melalui laman www.harleypangeranlingkunganhidup.com, dimana ia juga mempromosikan berbagai produk ramah lingkungan karya siswa-siswi SMPN 1 Surabaya.
Editor : Arif Ardianto