Sabtu, 07 Feb 2026 10:07 WIB

Tiga Bocah di Surabaya Terekam CCTV Curi 3 Pasang Sandal Jepit Merek Fipper

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 17 Jul 2022 18:42 WIB
Tiga bocah saat menjalankan aksinya mencuri sandal di rumah warga
Tiga bocah saat menjalankan aksinya mencuri sandal di rumah warga

selalu.id - Tiga bocah laki-laki terekam CCTV sedang mencuri tiga pasang sandal jepit di salah satu rumah warga Kedinding Tengah, Surabaya, Minggu (17/7/2022). Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Berdasar keterangan pemilik rumah yang bernama Anggi (25), sandal jepit yang dicuri oleh tiga bocah tersebut bukan sandal jepit yang ada di pasaran. Sandal jepit tersebut bermerek Fipper dengan harga di kisaran Rp 100 ribu keatas

Baca Juga: Dugaan Korupsi di KBS, Wali Kota Eri Minta Kejati Jatim Usut Tuntas

"Pencurian sudah dua kali, sebelumnya bulan Januari tanggal 12 sandal yang sama. Nah, hari ini Minggu (17/7/2022), ada tiga pasang sandal yang sama pula itu diambil," kata Anggi, saat ditemui selalu.id.

Anggi juga heran dengan aksi bocah-bocah tersebut. Mereka hanya mengincar sandal jepit dengan merek itu, padahal di sekitaran halaman terdapat barang-barang lain dengan nilai yang lebih mahal.

"Yang dicuri sandal jepit merek fipper. Yang pertama dicuri hanya satu pasang. Hari ini tiga pasang yang dicuri,"jelasnya.

Anggi menceritakan kronologi tiga bocah tersebut, saat mencuri tiga pasang sandal jepitnya. Melalui CCTV, terlihat tiga bocah tersebut sedang memantau rumah pemilik.

"Ada satu anak yang melintas didepan pintu pagar. Terus kembali lagi, posisi pagar juga dikunci,"ujar Anggi.

Awalnya, mereka berusaha mengambil sandal jepit menggunakan kayu. Namun, justru gagal, karena kayu tersebut tidak berhasil menyentuh sandal.

Baca Juga: DPRD Surabaya Turut Sesalkan Hilangnya Rumah Radio Bung Tomo

"Ambil kayu gak nutut (sampai), lalu naik ke pagar,"ucapnya.

Dalam rekaman CCTV terlihat satu bocah nekat manjat pagar, sedangkan, dua anak lain menunggu diluar pagar. Saat bocah tersebut berhasil memasuki halaman rumah, langsung melancarkan aksinya mengambil tiga pasang sandal jepit.

"Pelaku naik pagar, ia ambil di rak sandal dan yang satu dibawah jendela. Sekaligus tiga pasang sandal yang sama. Lalu ia menyerahkan sandal itu kepada dua temannya yang di luar pagar"jelasnya.

Baca Juga: Capaian Satu Tahun Eri-Armuji Pimpin Surabaya

Sepertinya bocah-bocah tersebut menginginkan sandal bermerek mahal itu untuk dipakai sendiri. Mereka mengambil hanya sandal yang berukuran kecil saja, sedangkan yang berukuran besar ditinggalkan.

"Yang pertama satu sandal ukuran kecil, ngasih ke teman, ambil lagi yang warna beda kasih ke teman kedua. Kemudian satu pasang ia ambil lagi,"tuturnya.

Anggi mengaku saat tiga anak tersebut melakukan aksinya. Kondisi lingkungan rumahnya dalam keadaan sepi dan penghuni rumah masih keadaan tidur. Ia menyadari saat dipagi hari, sandal mereka telah hilang.

"Baru sadar tadi pagi, kok sandal gak ada, sampai penghuni rumah tuduh-tuduhan,"terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Izin Belum Lengkap, Outlet HWG23 di Kota Mojokerto Ditutup

Perda Kota Mojokerto Nomor 2 Tahun 2015 mengatur jarak minimal 400 meter dari sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas umum.

KBS Diproses Kejati, DPRD Surabaya Ingatkan Perawatan Satwa

"Jangan sampai satwa KBS kena dampak. Makanannya dan kesehatannya jangan sampai terlantar,” ujar Buleks.

KPK Ungkap Tren Emas Kini Jadi Alat Suap

Hal ini membuat KPK lebih menaruh perhatian terhadap emas terkait komoditas korupsi di samping uang tunai dan kripto.

Pembentukan DJENPES Dekati Final, Menag: Bukti Keseriusan Pemerintahan Prabowo!

Menurut Menag, pesantren saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks sehingga membutuhkan dukungan komprehensif. 

Jember Resmi Launching FORPROV Jatim III 2026, KORMI Siap Berikan yang Terbaik

KORMI Jember optimistis FORPROV III Jawa Timur 2026 akan berjalan sukses serta menjadi salah satu festival olahraga rekreasi terbaik di tingkat provinsi.

Sekjen: Kemenag Terus Perjuangkan Guru Swasta Bisa Diangkat PPPK

Selain soal PPPK, Sekjen Kemenag juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan akselerasi dalam program sertifikasi guru.