Jumat, 04 Sep 2026 16:16 WIB

Capaian Satu Tahun Eri-Armuji Pimpin Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 06 Feb 2026 13:04 WIB
Kepala Bappeda Litbang Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad. (Dok. Istimewa).
Kepala Bappeda Litbang Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji pada periode 2025 menjadi momentum konsolidasi sekaligus akselerasi pembangunan.

Berbagai indikator makro menunjukkan capaian signifikan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan fiskal daerah, penurunan ketimpangan, hingga transformasi pelayanan publik berbasis digital.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Paparan tersebut disampaikan Kepala Bappeda Litbang Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad dalam Forum Wartawan (Forwan) Surabaya melalui FGD bertajuk ‘Setahun Kepemimpinan Eri–Armuji, Apa Kabar Surabaya’, Kamis (5/2/2026).

Irvan menegaskan arah pembangunan 2025 berfokus pada ‘Penguatan Kapasitas Surabaya menuju Pertumbuhan Ekonomi Inklusif melalui Peningkatan Sumber Daya Manusia dan Kerjasama Strategis’.

Visi besar yang diusung adalah Transformasi Kota Surabaya Menuju Kota Dunia yang Maju, Humanis dan Berkelanjutan.

IPM Naik, Kemiskinan dan Ketimpangan Turun

Dari sisi pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Surabaya pada 2025 mencapai 85,65, naik dari 84,69 pada 2024. Angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 4,84 persen, sementara Indeks Gini turun menjadi 0,369 yang menunjukkan ketimpangan semakin menyempit.

Tingkat Pengangguran Terbuka juga terkendali di angka 5,76 persen. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Surabaya berada di kisaran 3,56 persen dengan nilai investasi menembus Rp43,6 triliun.

“Kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus menguat. Tahun 2025, PAD menyumbang 75,6 persen dari total APBD,” paparnya.

Realisasi fiskal tersebut memperlihatkan kemandirian keuangan daerah yang semakin solid. Bahkan, pengelolaan keuangan Kota Surabaya kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK untuk ke-13 kali berturut-turut.

Transformasi Digital dan Pelayanan Publik

Dalam reformasi birokrasi dan pelayanan publik, Surabaya mempercepat digitalisasi melalui berbagai inovasi.

Aplikasi Sayang Warga menjadi tulang punggung pendataan dan pendampingan warga, mulai dari stunting, ibu hamil, bayi, TBC, hingga penyakit kronis.

Pelayanan perizinan melalui Surabaya Single Window (SSW) ditargetkan selesai kurang dari 24 jam. Bahkan, layanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di MPP Siola diklaim hanya 15 menit, tercepat di Indonesia.

Surabaya juga meraih Terbaik I Satu Data Awards kategori kabupaten/kota, mempertegas komitmen integrasi data dalam perumusan kebijakan.

Pendekatan pelayanan berbasis komunitas diperkuat melalui 1.190 Balai RW yang telah terbangun hingga 2025, meski masih ada 171 RW yang belum memiliki fasilitas tersebut.

Kota Layak Anak dan Kota Sehat

Dalam aspek sosial, Surabaya mempertahankan predikat Kota Layak Anak tingkat Utama (2017–2024) dan menjadi kota pertama serta satu-satunya di Indonesia yang tergabung dalam jaringan global Child Friendly Cities Initiative (CFCI) UNICEF.

Sebanyak 284 SD negeri dan 63 SMP negeri telah berstatus sekolah inklusi, didukung 5 Pusat Layanan Disabilitas serta Rumah Anak Berkebutuhan Khusus.

Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

Program 1 RW 1 Nakes, 1 Kelurahan 1 Ambulans, penguatan Posyandu Keluarga, hingga pembangunan RSUD baru menjadi bagian dari penguatan layanan dasar kesehatan.

IPM yang naik selaras dengan penurunan stunting, penguatan imunisasi, serta penanganan AKI dan AKB melalui pendekatan keluarga berbasis data.

UMKM Tumbuh, Ekonomi Kreatif Bergerak

Di sektor ekonomi, Pemkot Surabaya mendorong penguatan UMKM melalui pelatihan, kurasi produk, akses permodalan, hingga digitalisasi lewat E-Peken.

Total 114.759 produk tercatat aktif dengan transaksi mencapai Rp 223,2 miliar sepanjang Oktober 2021 hingga Januari 2026.

Sebanyak 4.851 usaha masyarakat berhasil diberdayakan. Pemanfaatan eks Hi-Tech Mall untuk ekonomi kreatif, aktivasi Kota Lama, Tunjungan Romansa, serta pengembangan 17 kampung wisata, 21 kampung unggulan, dan 6 kampung ekologi menjadi motor penggerak ekonomi berbasis wilayah.

Jumlah kunjungan wisata ke Surabaya menembus 25,4 juta perjalanan, menjadikan Surabaya sebagai salah satu dari 10 besar destinasi wisata singkat di ASEAN.

Infrastruktur dan Lingkungan Berkelanjutan

Di sektor infrastruktur, sepanjang 2025 dilakukan pembangunan dan peningkatan jalan di berbagai titik, termasuk JLLB sisi barat, Panjang Jiwo, Prapen, Tambangboyo, serta 186 lokasi paving permukiman.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Diskotek Triple X Surabaya: Pemuda Dikeroyok Brutal, Kepala Dihantam Paving

Perbaikan drainase mencakup 233 lokasi dengan panjang 56,36 km guna menurunkan titik genangan hingga 24 lokasi pada 12 ruas jalan skala kota.

Pengelolaan sampah juga menunjukkan progres signifikan. Timbulan sampah 1.810 ton per hari ditangani melalui 670 bank sampah, 27 rumah kompos, 12 TPS 3R, serta pengolahan energi melalui Landfill Gas Power Plant (2 MW) dan Gasifikasi Power Plant (9 MW).

Luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) Surabaya mencapai 20,32 persen dari total wilayah, didukung 39 taman kota, 139 taman aktif, serta 794 taman pasif dan jalur hijau.

Surabaya bahkan masuk Top 50 dari 630 kota di 33 negara dalam inisiatif global lingkungan, sekaligus menjadi satu-satunya wakil Indonesia.

Kolaborasi Pentahelix

Irvan menekankan, capaian satu tahun ini tidak lepas dari kolaborasi unsur pemerintah, masyarakat, swasta, akademisi, komunitas, dan media.

“Integrasi lintas pilar berhasil memadukan partisipasi warga, transformasi digital, dan pelayanan publik,” ujarnya.

Dengan populasi 3.018.022 jiwa dan 63.372 keluarga miskin yang terus ditangani melalui integrasi data sosial, Pemkot Surabaya menegaskan komitmennya menjaga arah pembangunan tetap inklusif.

Setahun Eri–Armuji 2025 bukan sekadar deret angka statistik. Ia menjadi fondasi menuju Surabaya sebagai kota dunia yang maju, humanis, dan berkelanjutan, dengan tata kelola kuat, ekonomi tumbuh, dan warga yang semakin berdaya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.