Selasa, 20 Okt 2026 04:21 WIB

Capaian Satu Tahun Eri-Armuji Pimpin Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 06 Feb 2026 13:04 WIB
Kepala Bappeda Litbang Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad. (Dok. Istimewa).
Kepala Bappeda Litbang Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji pada periode 2025 menjadi momentum konsolidasi sekaligus akselerasi pembangunan.

Berbagai indikator makro menunjukkan capaian signifikan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan fiskal daerah, penurunan ketimpangan, hingga transformasi pelayanan publik berbasis digital.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Paparan tersebut disampaikan Kepala Bappeda Litbang Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad dalam Forum Wartawan (Forwan) Surabaya melalui FGD bertajuk ‘Setahun Kepemimpinan Eri–Armuji, Apa Kabar Surabaya’, Kamis (5/2/2026).

Irvan menegaskan arah pembangunan 2025 berfokus pada ‘Penguatan Kapasitas Surabaya menuju Pertumbuhan Ekonomi Inklusif melalui Peningkatan Sumber Daya Manusia dan Kerjasama Strategis’.

Visi besar yang diusung adalah Transformasi Kota Surabaya Menuju Kota Dunia yang Maju, Humanis dan Berkelanjutan.

IPM Naik, Kemiskinan dan Ketimpangan Turun

Dari sisi pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Surabaya pada 2025 mencapai 85,65, naik dari 84,69 pada 2024. Angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 4,84 persen, sementara Indeks Gini turun menjadi 0,369 yang menunjukkan ketimpangan semakin menyempit.

Tingkat Pengangguran Terbuka juga terkendali di angka 5,76 persen. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Surabaya berada di kisaran 3,56 persen dengan nilai investasi menembus Rp43,6 triliun.

“Kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus menguat. Tahun 2025, PAD menyumbang 75,6 persen dari total APBD,” paparnya.

Realisasi fiskal tersebut memperlihatkan kemandirian keuangan daerah yang semakin solid. Bahkan, pengelolaan keuangan Kota Surabaya kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK untuk ke-13 kali berturut-turut.

Transformasi Digital dan Pelayanan Publik

Dalam reformasi birokrasi dan pelayanan publik, Surabaya mempercepat digitalisasi melalui berbagai inovasi.

Aplikasi Sayang Warga menjadi tulang punggung pendataan dan pendampingan warga, mulai dari stunting, ibu hamil, bayi, TBC, hingga penyakit kronis.

Pelayanan perizinan melalui Surabaya Single Window (SSW) ditargetkan selesai kurang dari 24 jam. Bahkan, layanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di MPP Siola diklaim hanya 15 menit, tercepat di Indonesia.

Surabaya juga meraih Terbaik I Satu Data Awards kategori kabupaten/kota, mempertegas komitmen integrasi data dalam perumusan kebijakan.

Pendekatan pelayanan berbasis komunitas diperkuat melalui 1.190 Balai RW yang telah terbangun hingga 2025, meski masih ada 171 RW yang belum memiliki fasilitas tersebut.

Kota Layak Anak dan Kota Sehat

Dalam aspek sosial, Surabaya mempertahankan predikat Kota Layak Anak tingkat Utama (2017–2024) dan menjadi kota pertama serta satu-satunya di Indonesia yang tergabung dalam jaringan global Child Friendly Cities Initiative (CFCI) UNICEF.

Sebanyak 284 SD negeri dan 63 SMP negeri telah berstatus sekolah inklusi, didukung 5 Pusat Layanan Disabilitas serta Rumah Anak Berkebutuhan Khusus.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Program 1 RW 1 Nakes, 1 Kelurahan 1 Ambulans, penguatan Posyandu Keluarga, hingga pembangunan RSUD baru menjadi bagian dari penguatan layanan dasar kesehatan.

IPM yang naik selaras dengan penurunan stunting, penguatan imunisasi, serta penanganan AKI dan AKB melalui pendekatan keluarga berbasis data.

UMKM Tumbuh, Ekonomi Kreatif Bergerak

Di sektor ekonomi, Pemkot Surabaya mendorong penguatan UMKM melalui pelatihan, kurasi produk, akses permodalan, hingga digitalisasi lewat E-Peken.

Total 114.759 produk tercatat aktif dengan transaksi mencapai Rp 223,2 miliar sepanjang Oktober 2021 hingga Januari 2026.

Sebanyak 4.851 usaha masyarakat berhasil diberdayakan. Pemanfaatan eks Hi-Tech Mall untuk ekonomi kreatif, aktivasi Kota Lama, Tunjungan Romansa, serta pengembangan 17 kampung wisata, 21 kampung unggulan, dan 6 kampung ekologi menjadi motor penggerak ekonomi berbasis wilayah.

Jumlah kunjungan wisata ke Surabaya menembus 25,4 juta perjalanan, menjadikan Surabaya sebagai salah satu dari 10 besar destinasi wisata singkat di ASEAN.

Infrastruktur dan Lingkungan Berkelanjutan

Di sektor infrastruktur, sepanjang 2025 dilakukan pembangunan dan peningkatan jalan di berbagai titik, termasuk JLLB sisi barat, Panjang Jiwo, Prapen, Tambangboyo, serta 186 lokasi paving permukiman.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Perbaikan drainase mencakup 233 lokasi dengan panjang 56,36 km guna menurunkan titik genangan hingga 24 lokasi pada 12 ruas jalan skala kota.

Pengelolaan sampah juga menunjukkan progres signifikan. Timbulan sampah 1.810 ton per hari ditangani melalui 670 bank sampah, 27 rumah kompos, 12 TPS 3R, serta pengolahan energi melalui Landfill Gas Power Plant (2 MW) dan Gasifikasi Power Plant (9 MW).

Luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) Surabaya mencapai 20,32 persen dari total wilayah, didukung 39 taman kota, 139 taman aktif, serta 794 taman pasif dan jalur hijau.

Surabaya bahkan masuk Top 50 dari 630 kota di 33 negara dalam inisiatif global lingkungan, sekaligus menjadi satu-satunya wakil Indonesia.

Kolaborasi Pentahelix

Irvan menekankan, capaian satu tahun ini tidak lepas dari kolaborasi unsur pemerintah, masyarakat, swasta, akademisi, komunitas, dan media.

“Integrasi lintas pilar berhasil memadukan partisipasi warga, transformasi digital, dan pelayanan publik,” ujarnya.

Dengan populasi 3.018.022 jiwa dan 63.372 keluarga miskin yang terus ditangani melalui integrasi data sosial, Pemkot Surabaya menegaskan komitmennya menjaga arah pembangunan tetap inklusif.

Setahun Eri–Armuji 2025 bukan sekadar deret angka statistik. Ia menjadi fondasi menuju Surabaya sebagai kota dunia yang maju, humanis, dan berkelanjutan, dengan tata kelola kuat, ekonomi tumbuh, dan warga yang semakin berdaya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.