Selasa, 21 Jul 2026 20:18 WIB

Proyek Pemkot Surabaya Bermasalah

Lagi, Ditemukan Indikasi Pelanggaran Pada Lelang LPSE di Proyek Stadion GBT

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 15 Jul 2022 16:44 WIB
Laman lelang pembangunan jalan paving Stadion GBT
Laman lelang pembangunan jalan paving Stadion GBT

selalu.id - Lagi, ditemukan adanya indikasi pelanggaran peraturan LKPP no 12 tahun 2021 pada proses lelang di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemekrintah Kota Surabaya. Dalam draf persyaratan lelang hanya memasukkan satu merek pabrikan saja.

Informasi yang berhasil dihimpun selalu.id, pada lelang pembangunan jalan paving di kawasan Gelora Bung Karno (GBT) yang diupload pada tangga 15 Juli 2022 tersebut terdapat indikasi pelanggaran dengan hanya memasukan satu merek box culfert yakni PT Bumindo Sakti saja di rencana kerja dan syarat-syarat (RKS).

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Hal ini jelas melanggar peraturan LKPP no 12 tahun 2021 yang menyebutkan pelarangan menunjuk atau 'mengarahkan' satu merek produk saja. Disebutkan dalam peraturan tersebut, penunjukkan satu merek pabrikan diperbolehkan hanya berlaku untuk suku cadang, tender cepat serta pembelian e-catalog (pembelian langsung).

Diketahui, di Surabaya terdapat beberapa pabrikan produk box culvert diantaranya PT Calvari, PT Lisa Congcrete, PT Cakrindo Mas, PT Sariton Jaya dan banyak lainnya.

Penunjukkan satu merek pabrikan ini mengundang tanda tanya yang terkesan mengarahkan pembelian untuk produk yang ditunjuk saja.

Direktur CV Sari Jaya Sakti, slah satu kontraktor rekanan Pemerintah Kota Surabaya, Yanto Tohir menyayangkan penunjukkan satu merek pada lelang di LPSE tersebut.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Kita sesalkan adanya kondisi ini. Secara aturan seharusnya tidak boleh," keluh Yato saat dikonfirmasi selalu.id, Jumat (15/7/2022).

Yanto menambahkan, pemasukkan satu merek sebagai persyaratan tersebut menimbulkan protes di kalangan kontraktor rekanan dan sisebutkan mencederai semangat berkopetisi dalam bidang pembangunan di Surabaya.

"Kenapa kok hanya satu item saja yang harus satu merek, seangkan item yang lain bisa beberapa merek," protesnya.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

Munculnya indikasi pelanggaran ini menambah daftar karut-marut LPSE di Surabaya. Sebelumnya juga ditemukan beberapa indikasi pelanggaran, salah satunya proses lelang pengerjaan U-Ditch di kawasan Surabaya Barat.

Beberapa pelanggaran ini memicu reaksi DPRD Surabaya dengan berenecana memanggil pihak terkait dalam hal ini Administrasi Pembangunan (Adpemb) serta kelompok kerja (Pokja) LPSE.

"Kami ingin tahu yang memperbolehkan itu. Tentu pendapat hanya pendapat. Tidak menduga-menduga. Kami akan panggil secepatnya, minggu depan dipanggil," kata Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Arif Fathoni beberapa waktu lalu. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.