Selasa, 20 Okt 2026 06:29 WIB

Remaja Disabilitas di Surabaya Diduga Diperkosa Tetangga, Ini Kronologinya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 23 Jun 2022 19:33 WIB
ilustrasi perkosaan. Foto: Istimewa
ilustrasi perkosaan. Foto: Istimewa

selalu.id - Seorang remaja disabilitas penyandang tuna rungu berisinial PI (14) menjadi korban bejat tetangganya sendiri.

Pasalnya, PI penyandang disabilitas tuli warga Rangkah, Kecamatan Tembaksari, Surabaya, ini diduga diperkosa oleh tetangganya berisinial HA (45).

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Kerabat PI yakni NV, mengungkapkan bahwa kronologi pemerkosaan itu diketahui oleh Ibu PI yang terbangun pukul 00.30 WIB dan kaget PI tidak ada di kamarnya, Rabu (22/6/2022) dini hari.

"Anak ini ternyata bangun memang pukul 00.00 WIB, terus dia ke dapur dan makan. Setelah makan PI ini duduk-duduk di teras," kata NV, Kamis (23/6/2022).

Kemudian, ibunya korban PI mengatahui anaknya dibujuk oleh tetangganya HA pergi ke rumahnya dan dirayu jika diberi kue dan uang.

Sehingga, karena korban PI menerima bujukan HA hingga masuk kedalam rumah tetangganya tersebut. Apalagi, rumah HA tak jauh dari rumah PI dan Ibunya.

Di waktu yang sama, ibunya korban mencari anaknya PI sambil berkeliling di sekitar kampung hingga pukul 03.00 WIB, PI belum ditemukan.

Lalu, ibunya melihat korban PI keluar dari rumah tetangga HA. Ibunya pun terkejut dan marah terhadap putrinya.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

"Ibunya sempat mencari di sekitar kampung, jam 3 pagi, ibunya melihat jika korban keluar dari rumah terduga pelaku. Saat itu ibunya marah, karena anaknya keluar dari rumah tetangganya pagi dini hari," jelasnya.

Lebih lanjut NV mengungkapkan, dari cerita korban PI kepada ibunya bahwa mengaku telah disetubuhi oleh HA tetangganya sendiri.

Terkejut dengan pengakuan putrinya itu, Ibunya pun langsung mendatangi rumah tetangganya HA. Namun, sayangnya ia tidak berada di rumah.

"Paginya, HA didatangi oleh warga, namun terduga pelaku sudah tidak ada di rumah sehingga kita ambil langkah hukum," ungkap dia.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Saat ini, keluarga korban sendiri saat ini telah melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Surabaya, pada Rabu (15/6) dengan Tanda Bukti lapor nomor TBL/B/695/VI/2022/SPKT/Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur.

Saat dikonfirmasi, Kasubnit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya Ipda Wulan membenarkan adanya laporan itu. Saat ini korban tengah menjalani pemeriksaan di Mapolrestabes Surabaya.

"Iya benar, masih pemeriksaan," kata Wulan. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.