Selasa, 03 Feb 2026 03:50 WIB

Remaja Disabilitas di Surabaya Diduga Diperkosa Tetangga, Ini Kronologinya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 23 Jun 2022 19:33 WIB
ilustrasi perkosaan. Foto: Istimewa
ilustrasi perkosaan. Foto: Istimewa

selalu.id - Seorang remaja disabilitas penyandang tuna rungu berisinial PI (14) menjadi korban bejat tetangganya sendiri.

Pasalnya, PI penyandang disabilitas tuli warga Rangkah, Kecamatan Tembaksari, Surabaya, ini diduga diperkosa oleh tetangganya berisinial HA (45).

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kerabat PI yakni NV, mengungkapkan bahwa kronologi pemerkosaan itu diketahui oleh Ibu PI yang terbangun pukul 00.30 WIB dan kaget PI tidak ada di kamarnya, Rabu (22/6/2022) dini hari.

"Anak ini ternyata bangun memang pukul 00.00 WIB, terus dia ke dapur dan makan. Setelah makan PI ini duduk-duduk di teras," kata NV, Kamis (23/6/2022).

Kemudian, ibunya korban PI mengatahui anaknya dibujuk oleh tetangganya HA pergi ke rumahnya dan dirayu jika diberi kue dan uang.

Sehingga, karena korban PI menerima bujukan HA hingga masuk kedalam rumah tetangganya tersebut. Apalagi, rumah HA tak jauh dari rumah PI dan Ibunya.

Di waktu yang sama, ibunya korban mencari anaknya PI sambil berkeliling di sekitar kampung hingga pukul 03.00 WIB, PI belum ditemukan.

Lalu, ibunya melihat korban PI keluar dari rumah tetangga HA. Ibunya pun terkejut dan marah terhadap putrinya.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

"Ibunya sempat mencari di sekitar kampung, jam 3 pagi, ibunya melihat jika korban keluar dari rumah terduga pelaku. Saat itu ibunya marah, karena anaknya keluar dari rumah tetangganya pagi dini hari," jelasnya.

Lebih lanjut NV mengungkapkan, dari cerita korban PI kepada ibunya bahwa mengaku telah disetubuhi oleh HA tetangganya sendiri.

Terkejut dengan pengakuan putrinya itu, Ibunya pun langsung mendatangi rumah tetangganya HA. Namun, sayangnya ia tidak berada di rumah.

"Paginya, HA didatangi oleh warga, namun terduga pelaku sudah tidak ada di rumah sehingga kita ambil langkah hukum," ungkap dia.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Saat ini, keluarga korban sendiri saat ini telah melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Surabaya, pada Rabu (15/6) dengan Tanda Bukti lapor nomor TBL/B/695/VI/2022/SPKT/Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur.

Saat dikonfirmasi, Kasubnit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya Ipda Wulan membenarkan adanya laporan itu. Saat ini korban tengah menjalani pemeriksaan di Mapolrestabes Surabaya.

"Iya benar, masih pemeriksaan," kata Wulan. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.