Senin, 02 Feb 2026 06:34 WIB

Ini Penyebab Naiknya Harga Telur dan Daging Ayam di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 03 Jun 2022 16:42 WIB
Salah satu pedagang di Pasar Tambah Rejo Surabaya
Salah satu pedagang di Pasar Tambah Rejo Surabaya

selalu.id - Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya menyebut kenaikan harga telur dan daging ayam, disebabkan karena wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak.

Kabid Distribusi Perdagangan Dinkopdag Surabaya, Devie Afrianto, mengatakan akibat wabah PMK, banyak warga yang beralih membeli telur maupun daging ayam.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

"Ini imbas dari PMK, jadi pola pembelian berbeda, banyak beralih ke telur. PMK kaitannya ke produk turunan, harusnya nggak pada tempatnya," kata Devie, saat dihubungi selalu.id, Jumat (3/6/2022).

Menurutnya, walaupun harga telur ayam naik. Namun untuk pasokan telur tesebut terpantau lancar. Pihaknya pun memantau dalam 2 minggu terakhir pasokan atau konsumen berjalan normal.

"Semua beli, itu konsekuensi tapi ndak sampai panic buying, dan beli di luar siklus belanja normal mereka," ujar Devie.

Untuk harga daging ayam, kata Devie, pihaknya telah menyampaikan kepada penyedia ayam maupun telor untuk kesepakatan nantinya.

Selain itu, rencananya untuk minggu depan, Dinkopdag Surabaya akan mengadakan operasi pasar terutama telur dan daging ayam.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Operasi pasar koordinasi ke produsen dan penyedia. Target Minggu depan, mereka minta surat resmi jadi Minggu depan,"jelasnya.

Lebih lanjut Devie menjelaskan, untuk kenaikan harga cabe dan bawang, pihaknya telah berokordinasi dengan Dinas Pertanian. Untuk menyiapkan skema operasi pasar.

"Bedanya kalo cabe itu kan, untuk skema operasi pasar langsung ke warga, itu transaksi ndak banyak. 1 kg untuk satu orang,"tuturnya.

Ditanya upaya untuk mestabilkan harga, Devie menerangkan, akan menggelar operasi pasar.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Ia menambahkan, upaya tersebut untuk harga fluktuasi, agar masyarakat tetap bisa membeli bahan pokok tersebut.

"Kalau impor Dewe (sendiri) ya gamungkin. Paling bisa dieksekusi langsung ya operasi pasar," terangnya.

Pantauan selalu.id, di pasar Tambah Rejo Surabaya. Sejumlah bahan pokok naik yakni harga telor ayam dari Rp 28 ribu jadi Rp 29 ribu. Untuk daging ayam Rp 30 ribu, naik jadi Rp 34-35 Ribu.

Sedangkan, cabai rawit sebelumnya Rp 40 ribu perkilo, naik menjadi Rp 90 ribu perkilo. Untuk bawang putih Rp 20 ribu naik menjadi Rp 35 ribu perkilo. Bawang merah naik menjadi Rp 32 ribu. (Ade/SL2)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.