Minggu, 06 Sep 2026 08:07 WIB

Ini Penyebab Naiknya Harga Telur dan Daging Ayam di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 03 Jun 2022 16:42 WIB
Salah satu pedagang di Pasar Tambah Rejo Surabaya
Salah satu pedagang di Pasar Tambah Rejo Surabaya

selalu.id - Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya menyebut kenaikan harga telur dan daging ayam, disebabkan karena wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak.

Kabid Distribusi Perdagangan Dinkopdag Surabaya, Devie Afrianto, mengatakan akibat wabah PMK, banyak warga yang beralih membeli telur maupun daging ayam.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Ini imbas dari PMK, jadi pola pembelian berbeda, banyak beralih ke telur. PMK kaitannya ke produk turunan, harusnya nggak pada tempatnya," kata Devie, saat dihubungi selalu.id, Jumat (3/6/2022).

Menurutnya, walaupun harga telur ayam naik. Namun untuk pasokan telur tesebut terpantau lancar. Pihaknya pun memantau dalam 2 minggu terakhir pasokan atau konsumen berjalan normal.

"Semua beli, itu konsekuensi tapi ndak sampai panic buying, dan beli di luar siklus belanja normal mereka," ujar Devie.

Untuk harga daging ayam, kata Devie, pihaknya telah menyampaikan kepada penyedia ayam maupun telor untuk kesepakatan nantinya.

Selain itu, rencananya untuk minggu depan, Dinkopdag Surabaya akan mengadakan operasi pasar terutama telur dan daging ayam.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Operasi pasar koordinasi ke produsen dan penyedia. Target Minggu depan, mereka minta surat resmi jadi Minggu depan,"jelasnya.

Lebih lanjut Devie menjelaskan, untuk kenaikan harga cabe dan bawang, pihaknya telah berokordinasi dengan Dinas Pertanian. Untuk menyiapkan skema operasi pasar.

"Bedanya kalo cabe itu kan, untuk skema operasi pasar langsung ke warga, itu transaksi ndak banyak. 1 kg untuk satu orang,"tuturnya.

Ditanya upaya untuk mestabilkan harga, Devie menerangkan, akan menggelar operasi pasar.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Ia menambahkan, upaya tersebut untuk harga fluktuasi, agar masyarakat tetap bisa membeli bahan pokok tersebut.

"Kalau impor Dewe (sendiri) ya gamungkin. Paling bisa dieksekusi langsung ya operasi pasar," terangnya.

Pantauan selalu.id, di pasar Tambah Rejo Surabaya. Sejumlah bahan pokok naik yakni harga telor ayam dari Rp 28 ribu jadi Rp 29 ribu. Untuk daging ayam Rp 30 ribu, naik jadi Rp 34-35 Ribu.

Sedangkan, cabai rawit sebelumnya Rp 40 ribu perkilo, naik menjadi Rp 90 ribu perkilo. Untuk bawang putih Rp 20 ribu naik menjadi Rp 35 ribu perkilo. Bawang merah naik menjadi Rp 32 ribu. (Ade/SL2)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.