Jumat, 05 Jun 2026 14:14 WIB

Ini Penyebab Naiknya Harga Telur dan Daging Ayam di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 03 Jun 2022 16:42 WIB
Salah satu pedagang di Pasar Tambah Rejo Surabaya
Salah satu pedagang di Pasar Tambah Rejo Surabaya

selalu.id - Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya menyebut kenaikan harga telur dan daging ayam, disebabkan karena wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak.

Kabid Distribusi Perdagangan Dinkopdag Surabaya, Devie Afrianto, mengatakan akibat wabah PMK, banyak warga yang beralih membeli telur maupun daging ayam.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

"Ini imbas dari PMK, jadi pola pembelian berbeda, banyak beralih ke telur. PMK kaitannya ke produk turunan, harusnya nggak pada tempatnya," kata Devie, saat dihubungi selalu.id, Jumat (3/6/2022).

Menurutnya, walaupun harga telur ayam naik. Namun untuk pasokan telur tesebut terpantau lancar. Pihaknya pun memantau dalam 2 minggu terakhir pasokan atau konsumen berjalan normal.

"Semua beli, itu konsekuensi tapi ndak sampai panic buying, dan beli di luar siklus belanja normal mereka," ujar Devie.

Untuk harga daging ayam, kata Devie, pihaknya telah menyampaikan kepada penyedia ayam maupun telor untuk kesepakatan nantinya.

Selain itu, rencananya untuk minggu depan, Dinkopdag Surabaya akan mengadakan operasi pasar terutama telur dan daging ayam.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Operasi pasar koordinasi ke produsen dan penyedia. Target Minggu depan, mereka minta surat resmi jadi Minggu depan,"jelasnya.

Lebih lanjut Devie menjelaskan, untuk kenaikan harga cabe dan bawang, pihaknya telah berokordinasi dengan Dinas Pertanian. Untuk menyiapkan skema operasi pasar.

"Bedanya kalo cabe itu kan, untuk skema operasi pasar langsung ke warga, itu transaksi ndak banyak. 1 kg untuk satu orang,"tuturnya.

Ditanya upaya untuk mestabilkan harga, Devie menerangkan, akan menggelar operasi pasar.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Ia menambahkan, upaya tersebut untuk harga fluktuasi, agar masyarakat tetap bisa membeli bahan pokok tersebut.

"Kalau impor Dewe (sendiri) ya gamungkin. Paling bisa dieksekusi langsung ya operasi pasar," terangnya.

Pantauan selalu.id, di pasar Tambah Rejo Surabaya. Sejumlah bahan pokok naik yakni harga telor ayam dari Rp 28 ribu jadi Rp 29 ribu. Untuk daging ayam Rp 30 ribu, naik jadi Rp 34-35 Ribu.

Sedangkan, cabai rawit sebelumnya Rp 40 ribu perkilo, naik menjadi Rp 90 ribu perkilo. Untuk bawang putih Rp 20 ribu naik menjadi Rp 35 ribu perkilo. Bawang merah naik menjadi Rp 32 ribu. (Ade/SL2)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.