Senin, 07 Sep 2026 23:47 WIB

Puluhan Pecinta Hewan Bersedia Merawat Ratusan Kucing yang Terlantar di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 26 Mei 2022 16:08 WIB
Para Adopter melihat kondisi kucing yang terlantar
Para Adopter melihat kondisi kucing yang terlantar

selalu.id - Puluhan pecinta hewan bersedia mengadopsi ratusan kucing yang ditinggal pemiliknya di dalam ruko di Surabaya. Namun, mereka harus memenuhi persyaratan untuk mengadopsi kucing-kucing tersebut.

Komunitas Kucing yang bernama catcats.id, Novita, mengatakan, total yang mendaftar untuk mengadopsi kucing ini sebanyak 87 orang. Bahkan, ada yang dari luar kota berminat mengadopsi.

Baca Juga: Air Keruh Berbau Kimia Teror Warga Surabaya, Ini Dugaan Penyebabnya

"Ada yang dari luar kota Tulungagung, ada 7 orang yang ikut bersih-bersih. Kalau anjingnya belum ada yang adopt," kata Novita, saat ditemui selalu.id, Kamis (26/5/2022).

Novita menyampaikan, persyaratan mengadopsi kucing tersebut, wajib menandatangani formulir pernyataan bahwa mampu merawat kucing ini.

"Sistem adopsi pakai formulir foto diri materai 10 ribu, kemudian, langsung milih dipanggil berdasarkan yang datang duluan,"jelasnya.

Untuk pemilihan kucing, Novita menerangkan, adopter bebas memilih. Namun, ia meminta kepada para adopter untuk tidak memilih kucing yang keadaan bagus. Sebab, kucing-kucing di dalam ruko ini semuanya prihatin.

"Banyak orang bilang, aku mau yang bagus. Ini padahal semuanya tersiksa disini, tolong jangan pilih kasih,"pesannya.

Menurutnya, antusias warga sangat tinggi. Bahkan, ada yang rela datang dari jauh.

"Kalau ada lebih dikirim ke shelter luar Surabaya. Kalau sisa 50 diangkut aja. Opsi pertama habis semua. Saya senang orang-orang senang,"terangnya.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Lia, salah satu warga Gresik mengaku, tidak tega melihat kucing-kucing yang ada di Ruko ini. Sehingga, ia mengajukan diri untuk mengadopsi.

"Tahu kabar ini dari TikTok, ada nomor di Instagram. Saya langsung daftar, di rumah ada 1. Saya adopsi karena suka dan kasihan sama kucingnya,"kata Lia.

Pengestu (20), salah satu adopter memilih anak kucing kecil yang tampak kurus dan diam. Karena merasa kasihan, ia mengadopsi kucing tersebut.

"Iya saya ambil kucing yang ini kasian terlihat tertekan. Saya juga punya kucing kecil juga dirumah. Yang ini buat teman ku juga,"ungkapnya.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Sementara itu, dokter hewan dari Moccachino Pet Care, Edward Jonas, ikut memeriksa ratusan kucing. Edward menyebut, saat memeriksa beberapa kucing, ada yang terkena penyakit.

"Ada beberapa yang sakit, terutama sakit kulit, kemudian jamur, kutu, scabes, diare karena lingkungannya lembab dan kotor jadi pengaruhnya disitu,"jelasnya.

Edward berharap untuk para adopter yang mengadopsi ratusan kucing ini, bisa merawat. Ia menyarankan harus menjaga makanannya, rutin vaksin dan memberi obat cacing

"Kalau gak mau populasi lebih banyak kita sarankan steril," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Fenomena Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan, Mbah Rono Bilang Begini

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekat atau beraktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari pusat kawah.

Daftar 6 Gunung di Indonesia yang Kini Berstatus Siaga

Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau arahan resmi dari PVMBG, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik.

Tekan Emisi dan Dukung UMKM, PGN Masifkan Pemanfaatan Gas Bumi di Sidoarjo

Kehadiran gas bumi diproyeksikan mampu menjadi jawaban atas kebutuhan energi yang aman, efisien, dan praktis bagi kawasan industri maupun pemukiman.

Momen Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Kuliner Kekinian bagi Warga Binaan

Pelatihan difokuskan pada keterampilan praktis yang adaptif terhadap tren pasar saat ini, seperti pembuatan minuman ala kafe hingga olahan keripik.

DPRD Surabaya Desak Evaluasi Total OPD Buntut Kasus Pungli Rekrutmen Kepegawaian

DPRD Surabaya mengatakan bahwa penindakan terhadap oknum yang terlibat dinilai tidak cukup tanpa adanya pembenahan sistem secara menyeluruh.

Dinilai Cacat Prosedur, PN Mojokerto Dilaporkan ke Bawas MA Usai Eksekusi Rumah di Trowulan

PUMI mendesak Bawas MA RI segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan sanksi tegas kepada oknum pejabat pengadilan yang terlibat.