Selasa, 03 Feb 2026 05:35 WIB

Puluhan Pecinta Hewan Bersedia Merawat Ratusan Kucing yang Terlantar di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 26 Mei 2022 16:08 WIB
Para Adopter melihat kondisi kucing yang terlantar
Para Adopter melihat kondisi kucing yang terlantar

selalu.id - Puluhan pecinta hewan bersedia mengadopsi ratusan kucing yang ditinggal pemiliknya di dalam ruko di Surabaya. Namun, mereka harus memenuhi persyaratan untuk mengadopsi kucing-kucing tersebut.

Komunitas Kucing yang bernama catcats.id, Novita, mengatakan, total yang mendaftar untuk mengadopsi kucing ini sebanyak 87 orang. Bahkan, ada yang dari luar kota berminat mengadopsi.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

"Ada yang dari luar kota Tulungagung, ada 7 orang yang ikut bersih-bersih. Kalau anjingnya belum ada yang adopt," kata Novita, saat ditemui selalu.id, Kamis (26/5/2022).

Novita menyampaikan, persyaratan mengadopsi kucing tersebut, wajib menandatangani formulir pernyataan bahwa mampu merawat kucing ini.

"Sistem adopsi pakai formulir foto diri materai 10 ribu, kemudian, langsung milih dipanggil berdasarkan yang datang duluan,"jelasnya.

Untuk pemilihan kucing, Novita menerangkan, adopter bebas memilih. Namun, ia meminta kepada para adopter untuk tidak memilih kucing yang keadaan bagus. Sebab, kucing-kucing di dalam ruko ini semuanya prihatin.

"Banyak orang bilang, aku mau yang bagus. Ini padahal semuanya tersiksa disini, tolong jangan pilih kasih,"pesannya.

Menurutnya, antusias warga sangat tinggi. Bahkan, ada yang rela datang dari jauh.

"Kalau ada lebih dikirim ke shelter luar Surabaya. Kalau sisa 50 diangkut aja. Opsi pertama habis semua. Saya senang orang-orang senang,"terangnya.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Lia, salah satu warga Gresik mengaku, tidak tega melihat kucing-kucing yang ada di Ruko ini. Sehingga, ia mengajukan diri untuk mengadopsi.

"Tahu kabar ini dari TikTok, ada nomor di Instagram. Saya langsung daftar, di rumah ada 1. Saya adopsi karena suka dan kasihan sama kucingnya,"kata Lia.

Pengestu (20), salah satu adopter memilih anak kucing kecil yang tampak kurus dan diam. Karena merasa kasihan, ia mengadopsi kucing tersebut.

"Iya saya ambil kucing yang ini kasian terlihat tertekan. Saya juga punya kucing kecil juga dirumah. Yang ini buat teman ku juga,"ungkapnya.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Sementara itu, dokter hewan dari Moccachino Pet Care, Edward Jonas, ikut memeriksa ratusan kucing. Edward menyebut, saat memeriksa beberapa kucing, ada yang terkena penyakit.

"Ada beberapa yang sakit, terutama sakit kulit, kemudian jamur, kutu, scabes, diare karena lingkungannya lembab dan kotor jadi pengaruhnya disitu,"jelasnya.

Edward berharap untuk para adopter yang mengadopsi ratusan kucing ini, bisa merawat. Ia menyarankan harus menjaga makanannya, rutin vaksin dan memberi obat cacing

"Kalau gak mau populasi lebih banyak kita sarankan steril," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.