Selasa, 03 Feb 2026 02:13 WIB

Pendapat Emak-emak Surabaya Soal Polemik Pansus Covid-19: Gak Usah Kakean Rapat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 18 Mei 2020 18:00 WIB

Surabaya (selalu.id) - Polemik Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 DPRD Surabaya rupanya sampai ke telinga masyarakat. Mereka mengkritisi gaduh para wakilnya yang duduk di kursi parlemen.

Mereka mengaku masyarakat membutuhkan bantuan secepatnya tanpa melewati birokrasi yang berbelit.

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

Seperti yang diutarakan Tiyah, warga Pakis gang 2 Surabaya. Tiya meminta agar para pemangku kebijakan segera mengucurkan bantuan kepada masyarakat.

"Saya berharap segera diturunkan bantuan. Ndak usah ribut-ribut seperti diberita. Pokoknya cepat, karena kondisinya seperti ini," keluhnya.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya membuat penghasilan para pekerja harian menurun drastis, bahkan tidak ada sama sekali.

Senada dengan Tiyah, Yani, wanita yang menggantungkan hidupnya pada UMKM kerajinan ini mengkritisi keras polemik Pansus Covid-19 DPRD Surabaya, meski awalnya Yani tidak mengetahui arti Pansus.

"Pansus itu apa mas," ujar Yani sembari meminta penjelasan mengenai polemik Pansus Covid-19.

"Oalah rapat ta. Gak perlu rapat-rapat. Sing penting bantuan. Enak wong dewan bayaran jangkep. Lha wong cilik Iki yok opo (rapat ya. Tidak perlu rapat-rapat. Yang penting bantuan. Enak orang dewan gaji lengkap. Lha orang kecil ini gimana)," keluhnya.

Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

Yani mengaku penghasilannya menurun lantaran pandemi Covid-19, ditambah dengan pemberlakukan PSBB yang makin mempersempit ruang gerak ekonomi masyarakat kecil.

"Kabeh susah mas, ojok ditambah ambek eker-ekeran pansus. Ayo lah wong-wong dewan mikiro rakyatmu. Ojok pas kampanye ae manis (semua susah mas, jangan ditambah dengan ribut-ribut pansus. Ayo lah orang-orang dewan mikir rakyatnya. Jangan waktu kampanye aja manis)," kritiknya.

Sambil mengerjakan kerajinan aksesoris, para emak-emak warga Pakis terus mengeluhkan dampak ekonomi akibat Pandemi Covid-19 dan PSBB yang berjilid di Surabaya Raya.

"Wis golek mangan susah, warung kopi diobraki, eh…Saiki malah wong dewan tukaran dewe-dewe. Wis gak perlu rapat-rapat. Sakjane wong dewan iku ngewangi pemerintah cek cepet gak malah tukaran (Sudah cari makan susah, warung kopi dioperasi, eh…sekarang malah orang dewan bertengkar sendiri-sendiri. Sudah Ndak perlu rapat-rapat. Seharusnya orang dewan itu membantu pemerintah biar cepat, tidak malah bertengkar)," imbuhnya.

Baca Juga: Kasus Bimtek DPRD Surabaya Kembali Dibuka, Begini Tanggapan Sekwan

Para emak-emak bahkan meminta informasi nama anggota dewan serta dari partai mana yang membuat kisruh di tengah kesusahan rakyat.

"Aku kandanono mas, jenenge anggota dewan sopo ambek teko partai opo sing nggawe ruwet, jarno gak tak coblos maneh. Cek kapok (aku diberitahu nama dan partai anggota dewan yang membuat ruwet, biar Ndak saya coblos lagi. Biar tahu rasa)," ancamnya yang diamini emak-emak yang lain. "Iyo ngono ae. Partaine pisan gak usah direken (Iya gitu aja. Partainya sekalian Ndak usah digubris)," timpal emak-emak yang lain.

Kekesalan para emak-emak tersebut cukup beralasan lantaran penghasilan para suami menurun bahkan hilang akibat pemberlakuan PSBB, ditambah dengan berita polemik Pansus Covid-19 DPRD Surabaya yang terus berkelanjutan.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.