Jumat, 05 Jun 2026 02:50 WIB

Pendapat Emak-emak Surabaya Soal Polemik Pansus Covid-19: Gak Usah Kakean Rapat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 18 Mei 2020 18:00 WIB

Surabaya (selalu.id) - Polemik Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 DPRD Surabaya rupanya sampai ke telinga masyarakat. Mereka mengkritisi gaduh para wakilnya yang duduk di kursi parlemen.

Mereka mengaku masyarakat membutuhkan bantuan secepatnya tanpa melewati birokrasi yang berbelit.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Seperti yang diutarakan Tiyah, warga Pakis gang 2 Surabaya. Tiya meminta agar para pemangku kebijakan segera mengucurkan bantuan kepada masyarakat.

"Saya berharap segera diturunkan bantuan. Ndak usah ribut-ribut seperti diberita. Pokoknya cepat, karena kondisinya seperti ini," keluhnya.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya membuat penghasilan para pekerja harian menurun drastis, bahkan tidak ada sama sekali.

Senada dengan Tiyah, Yani, wanita yang menggantungkan hidupnya pada UMKM kerajinan ini mengkritisi keras polemik Pansus Covid-19 DPRD Surabaya, meski awalnya Yani tidak mengetahui arti Pansus.

"Pansus itu apa mas," ujar Yani sembari meminta penjelasan mengenai polemik Pansus Covid-19.

"Oalah rapat ta. Gak perlu rapat-rapat. Sing penting bantuan. Enak wong dewan bayaran jangkep. Lha wong cilik Iki yok opo (rapat ya. Tidak perlu rapat-rapat. Yang penting bantuan. Enak orang dewan gaji lengkap. Lha orang kecil ini gimana)," keluhnya.

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

Yani mengaku penghasilannya menurun lantaran pandemi Covid-19, ditambah dengan pemberlakukan PSBB yang makin mempersempit ruang gerak ekonomi masyarakat kecil.

"Kabeh susah mas, ojok ditambah ambek eker-ekeran pansus. Ayo lah wong-wong dewan mikiro rakyatmu. Ojok pas kampanye ae manis (semua susah mas, jangan ditambah dengan ribut-ribut pansus. Ayo lah orang-orang dewan mikir rakyatnya. Jangan waktu kampanye aja manis)," kritiknya.

Sambil mengerjakan kerajinan aksesoris, para emak-emak warga Pakis terus mengeluhkan dampak ekonomi akibat Pandemi Covid-19 dan PSBB yang berjilid di Surabaya Raya.

"Wis golek mangan susah, warung kopi diobraki, eh…Saiki malah wong dewan tukaran dewe-dewe. Wis gak perlu rapat-rapat. Sakjane wong dewan iku ngewangi pemerintah cek cepet gak malah tukaran (Sudah cari makan susah, warung kopi dioperasi, eh…sekarang malah orang dewan bertengkar sendiri-sendiri. Sudah Ndak perlu rapat-rapat. Seharusnya orang dewan itu membantu pemerintah biar cepat, tidak malah bertengkar)," imbuhnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

Para emak-emak bahkan meminta informasi nama anggota dewan serta dari partai mana yang membuat kisruh di tengah kesusahan rakyat.

"Aku kandanono mas, jenenge anggota dewan sopo ambek teko partai opo sing nggawe ruwet, jarno gak tak coblos maneh. Cek kapok (aku diberitahu nama dan partai anggota dewan yang membuat ruwet, biar Ndak saya coblos lagi. Biar tahu rasa)," ancamnya yang diamini emak-emak yang lain. "Iyo ngono ae. Partaine pisan gak usah direken (Iya gitu aja. Partainya sekalian Ndak usah digubris)," timpal emak-emak yang lain.

Kekesalan para emak-emak tersebut cukup beralasan lantaran penghasilan para suami menurun bahkan hilang akibat pemberlakuan PSBB, ditambah dengan berita polemik Pansus Covid-19 DPRD Surabaya yang terus berkelanjutan.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.