Senin, 07 Sep 2026 23:47 WIB

Pendapat Emak-emak Surabaya Soal Polemik Pansus Covid-19: Gak Usah Kakean Rapat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 18 Mei 2020 18:00 WIB

Surabaya (selalu.id) - Polemik Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 DPRD Surabaya rupanya sampai ke telinga masyarakat. Mereka mengkritisi gaduh para wakilnya yang duduk di kursi parlemen.

Mereka mengaku masyarakat membutuhkan bantuan secepatnya tanpa melewati birokrasi yang berbelit.

Baca Juga: Air Keruh Berbau Kimia Teror Warga Surabaya, Ini Dugaan Penyebabnya

Seperti yang diutarakan Tiyah, warga Pakis gang 2 Surabaya. Tiya meminta agar para pemangku kebijakan segera mengucurkan bantuan kepada masyarakat.

"Saya berharap segera diturunkan bantuan. Ndak usah ribut-ribut seperti diberita. Pokoknya cepat, karena kondisinya seperti ini," keluhnya.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya membuat penghasilan para pekerja harian menurun drastis, bahkan tidak ada sama sekali.

Senada dengan Tiyah, Yani, wanita yang menggantungkan hidupnya pada UMKM kerajinan ini mengkritisi keras polemik Pansus Covid-19 DPRD Surabaya, meski awalnya Yani tidak mengetahui arti Pansus.

"Pansus itu apa mas," ujar Yani sembari meminta penjelasan mengenai polemik Pansus Covid-19.

"Oalah rapat ta. Gak perlu rapat-rapat. Sing penting bantuan. Enak wong dewan bayaran jangkep. Lha wong cilik Iki yok opo (rapat ya. Tidak perlu rapat-rapat. Yang penting bantuan. Enak orang dewan gaji lengkap. Lha orang kecil ini gimana)," keluhnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Evaluasi Total OPD Buntut Kasus Pungli Rekrutmen Kepegawaian

Yani mengaku penghasilannya menurun lantaran pandemi Covid-19, ditambah dengan pemberlakukan PSBB yang makin mempersempit ruang gerak ekonomi masyarakat kecil.

"Kabeh susah mas, ojok ditambah ambek eker-ekeran pansus. Ayo lah wong-wong dewan mikiro rakyatmu. Ojok pas kampanye ae manis (semua susah mas, jangan ditambah dengan ribut-ribut pansus. Ayo lah orang-orang dewan mikir rakyatnya. Jangan waktu kampanye aja manis)," kritiknya.

Sambil mengerjakan kerajinan aksesoris, para emak-emak warga Pakis terus mengeluhkan dampak ekonomi akibat Pandemi Covid-19 dan PSBB yang berjilid di Surabaya Raya.

"Wis golek mangan susah, warung kopi diobraki, eh…Saiki malah wong dewan tukaran dewe-dewe. Wis gak perlu rapat-rapat. Sakjane wong dewan iku ngewangi pemerintah cek cepet gak malah tukaran (Sudah cari makan susah, warung kopi dioperasi, eh…sekarang malah orang dewan bertengkar sendiri-sendiri. Sudah Ndak perlu rapat-rapat. Seharusnya orang dewan itu membantu pemerintah biar cepat, tidak malah bertengkar)," imbuhnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Para emak-emak bahkan meminta informasi nama anggota dewan serta dari partai mana yang membuat kisruh di tengah kesusahan rakyat.

"Aku kandanono mas, jenenge anggota dewan sopo ambek teko partai opo sing nggawe ruwet, jarno gak tak coblos maneh. Cek kapok (aku diberitahu nama dan partai anggota dewan yang membuat ruwet, biar Ndak saya coblos lagi. Biar tahu rasa)," ancamnya yang diamini emak-emak yang lain. "Iyo ngono ae. Partaine pisan gak usah direken (Iya gitu aja. Partainya sekalian Ndak usah digubris)," timpal emak-emak yang lain.

Kekesalan para emak-emak tersebut cukup beralasan lantaran penghasilan para suami menurun bahkan hilang akibat pemberlakuan PSBB, ditambah dengan berita polemik Pansus Covid-19 DPRD Surabaya yang terus berkelanjutan.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Fenomena Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan, Mbah Rono Bilang Begini

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekat atau beraktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari pusat kawah.

Daftar 6 Gunung di Indonesia yang Kini Berstatus Siaga

Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau arahan resmi dari PVMBG, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik.

Tekan Emisi dan Dukung UMKM, PGN Masifkan Pemanfaatan Gas Bumi di Sidoarjo

Kehadiran gas bumi diproyeksikan mampu menjadi jawaban atas kebutuhan energi yang aman, efisien, dan praktis bagi kawasan industri maupun pemukiman.

Momen Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Kuliner Kekinian bagi Warga Binaan

Pelatihan difokuskan pada keterampilan praktis yang adaptif terhadap tren pasar saat ini, seperti pembuatan minuman ala kafe hingga olahan keripik.

Dinilai Cacat Prosedur, PN Mojokerto Dilaporkan ke Bawas MA Usai Eksekusi Rumah di Trowulan

PUMI mendesak Bawas MA RI segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan sanksi tegas kepada oknum pejabat pengadilan yang terlibat.

Soal Dugaan Pelanggaran Disiplin ASN Jember, Bawaslu Bilang Begini

Persoalan disiplin ASN itu kini masih ditelusuri dari instansi berwenang guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran aturan kepegawaian.