Rabu, 22 Jul 2026 15:49 WIB

Segini Keuntungan Jasa Penukaran Uang Pinggir Jalan di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 24 Apr 2022 13:30 WIB
Salah satu jasa penukaran uang di pinggir jalan di Surabaya
Salah satu jasa penukaran uang di pinggir jalan di Surabaya

selalu.id - Jasa penukaran pinggir jalan uang bermunculan mendekati akhir Bulan Ramadan di Surabaya. Mereka kerap kali berpindah-pindah lokasi untuk menghindari petugas Satpol PP.

Jasa penukaran uang ini menyebar di berbagai jalan di Surabaya, namun yang paling ramai di sekitaran Bank Indonesia. Seperti di Jalan Bubutan, Surabaya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Ida (40), salah satu pengasong jasa penukaran uang, mengaku selalu standby menata uangnya dipinggir jalan Bubutan itu, sejak pukul 14.00 WIB siang.

"Sepi banget dari kemarin, apalagi sering diobrak sama satpol PP," kata Ida saat ditemui Selalu.id, Sabtu (23/4/2022).

Ida mengaku harus bersembunyi-sembunyi dari Satpol PP karena dirinya takut diobrak atau tidak diperbolehkan membuka lapak penukaran uang di sekitar BI.

"Satu hari dua kali diobrak, terus kita juga sering ditunggu sama Satpol PP," ungkap Ida.

Ida yang mengaku sudah 10 tahun menjadi jasa penukaran uang itu, pernah mengalami kejadian yang tidak mengenakkan. Dirinya pernah dibawa ke kantor Satpol PP. Bahkan uang-uang penukaran ikut terbawa.

"Saya juga pernah disidang, saya kena Tipiring (Tindak Pidana Ringan)," ujarnya.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Hal yang sama juga dialami Syaiful, pengasong jasa penukaran uang di Jalan Bubutan. Syaiful mengaku harus sembunyi-sembunyi dari Satpol PP. Ia juga merasa pelanggannya sedikit lebih sepi dari tahun kemarin.

"Ramai tahun kemarin, sekarang sepi, belum lagi nanti kalau diobarak Satpol PP," ujar Syaiful.

Meski 2 tahun lalu, terjadi Pandemi, Syaiful merasa tahun ini lebih sepi. Kerana di tahun kemarin jasa penukaran uang tak sebanyak tahun ini.

"Saya di sini sudah 20 tahunan. Tahun Kemarin lebih ramai, sekarang sepi," keluhnya.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Syaiful mengambil keuntungan 5 persen dari setiap transaksi sebesar Rp100 ribu. Tak jarang, sebagian orang pun menawar.

"Kan kalau uang pecahan Rp5 ribu itu 25 ribu untungnya, tapi ada yang nawar jadi 20 ribu. Ya saya kasih," ucap Syaiful.

Dalam sehari, ia menerima Rp3 juta penukaran uang. Pecahannya beragam mulai Rp1.000 hingg Rp20 ribu. (Ade/SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.