Minggu, 08 Nov 2026 06:29 WIB

Segini Keuntungan Jasa Penukaran Uang Pinggir Jalan di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 24 Apr 2022 13:30 WIB
Salah satu jasa penukaran uang di pinggir jalan di Surabaya
Salah satu jasa penukaran uang di pinggir jalan di Surabaya

selalu.id - Jasa penukaran pinggir jalan uang bermunculan mendekati akhir Bulan Ramadan di Surabaya. Mereka kerap kali berpindah-pindah lokasi untuk menghindari petugas Satpol PP.

Jasa penukaran uang ini menyebar di berbagai jalan di Surabaya, namun yang paling ramai di sekitaran Bank Indonesia. Seperti di Jalan Bubutan, Surabaya.

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Malming Syahdu di Surabaya, Nyaman dan Terjangkau

Ida (40), salah satu pengasong jasa penukaran uang, mengaku selalu standby menata uangnya dipinggir jalan Bubutan itu, sejak pukul 14.00 WIB siang.

"Sepi banget dari kemarin, apalagi sering diobrak sama satpol PP," kata Ida saat ditemui Selalu.id, Sabtu (23/4/2022).

Ida mengaku harus bersembunyi-sembunyi dari Satpol PP karena dirinya takut diobrak atau tidak diperbolehkan membuka lapak penukaran uang di sekitar BI.

"Satu hari dua kali diobrak, terus kita juga sering ditunggu sama Satpol PP," ungkap Ida.

Ida yang mengaku sudah 10 tahun menjadi jasa penukaran uang itu, pernah mengalami kejadian yang tidak mengenakkan. Dirinya pernah dibawa ke kantor Satpol PP. Bahkan uang-uang penukaran ikut terbawa.

"Saya juga pernah disidang, saya kena Tipiring (Tindak Pidana Ringan)," ujarnya.

Baca Juga: Gudang Penyimpanan Kabel-Genset di Mastrip Surabaya Terbakar

Hal yang sama juga dialami Syaiful, pengasong jasa penukaran uang di Jalan Bubutan. Syaiful mengaku harus sembunyi-sembunyi dari Satpol PP. Ia juga merasa pelanggannya sedikit lebih sepi dari tahun kemarin.

"Ramai tahun kemarin, sekarang sepi, belum lagi nanti kalau diobarak Satpol PP," ujar Syaiful.

Meski 2 tahun lalu, terjadi Pandemi, Syaiful merasa tahun ini lebih sepi. Kerana di tahun kemarin jasa penukaran uang tak sebanyak tahun ini.

"Saya di sini sudah 20 tahunan. Tahun Kemarin lebih ramai, sekarang sepi," keluhnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Bangun Shortcut Saluran Atasi Genangan di Semolowaru

Syaiful mengambil keuntungan 5 persen dari setiap transaksi sebesar Rp100 ribu. Tak jarang, sebagian orang pun menawar.

"Kan kalau uang pecahan Rp5 ribu itu 25 ribu untungnya, tapi ada yang nawar jadi 20 ribu. Ya saya kasih," ucap Syaiful.

Dalam sehari, ia menerima Rp3 juta penukaran uang. Pecahannya beragam mulai Rp1.000 hingg Rp20 ribu. (Ade/SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Dramatis! Gol Menit Akhir Ivan Mamut Bawa Persija Bungkam Persebaya 1-0 dan Rebut Puncak Klasemen

Gol dramatis Ivan Mamut di penghujung laga memastikan Macan Kemayoran merangkak naik ke puncak klasemen sementara.

Vasa Hotel Surabaya Siapkan Kejutan Liburan Akhir Tahun Lewat Maison des Merveilles

Rudyanto Effendi, mengungkapkan bahwa para tamu akan dimanjakan dengan berbagai menu tradisi klasik Natal yang sarat cita rasa.

Misteri Bunker Jepang di Nganjuk, Konon jadi Bekas Penjara Presiden Soeharto

​Selain itu, benteng ini juga disebut-sebut menjadi tempat penahanan para pejuang yang terlibat dalam pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA) di Blitar.

Lagi Heboh! Ahli Fisika Ramal Bumi Kiamat Pekan Depan, Begini Faktanya ​

​Topik ini sontak menarik perhatian publik, mengingat tidak ada satupun makhluk yang mengetahui pasti kapan dunia berakhir.

Aturan Baru Panti Pijat Mulai Desember 2026

Dengan aturan baru ini, panti pijat berkonsep terbuka resmi masuk dalam pengawasan ketat Kategori 3 dengan standar persyaratan yang jauh lebih mengikat.

Pemkot Surabaya Sabet Penghargaan Satya JKN Awards 2026

Capaian ini merupakan bukti nyata dari dedikasi, inovasi, serta kerja keras yang terbangun pada seluruh ekosistem pemerintahan dan ketenagakerjaan di Surabaya.