Sabtu, 06 Jun 2026 04:53 WIB

Segini Keuntungan Jasa Penukaran Uang Pinggir Jalan di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 24 Apr 2022 13:30 WIB
Salah satu jasa penukaran uang di pinggir jalan di Surabaya
Salah satu jasa penukaran uang di pinggir jalan di Surabaya

selalu.id - Jasa penukaran pinggir jalan uang bermunculan mendekati akhir Bulan Ramadan di Surabaya. Mereka kerap kali berpindah-pindah lokasi untuk menghindari petugas Satpol PP.

Jasa penukaran uang ini menyebar di berbagai jalan di Surabaya, namun yang paling ramai di sekitaran Bank Indonesia. Seperti di Jalan Bubutan, Surabaya.

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Ida (40), salah satu pengasong jasa penukaran uang, mengaku selalu standby menata uangnya dipinggir jalan Bubutan itu, sejak pukul 14.00 WIB siang.

"Sepi banget dari kemarin, apalagi sering diobrak sama satpol PP," kata Ida saat ditemui Selalu.id, Sabtu (23/4/2022).

Ida mengaku harus bersembunyi-sembunyi dari Satpol PP karena dirinya takut diobrak atau tidak diperbolehkan membuka lapak penukaran uang di sekitar BI.

"Satu hari dua kali diobrak, terus kita juga sering ditunggu sama Satpol PP," ungkap Ida.

Ida yang mengaku sudah 10 tahun menjadi jasa penukaran uang itu, pernah mengalami kejadian yang tidak mengenakkan. Dirinya pernah dibawa ke kantor Satpol PP. Bahkan uang-uang penukaran ikut terbawa.

"Saya juga pernah disidang, saya kena Tipiring (Tindak Pidana Ringan)," ujarnya.

Baca Juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Hal yang sama juga dialami Syaiful, pengasong jasa penukaran uang di Jalan Bubutan. Syaiful mengaku harus sembunyi-sembunyi dari Satpol PP. Ia juga merasa pelanggannya sedikit lebih sepi dari tahun kemarin.

"Ramai tahun kemarin, sekarang sepi, belum lagi nanti kalau diobarak Satpol PP," ujar Syaiful.

Meski 2 tahun lalu, terjadi Pandemi, Syaiful merasa tahun ini lebih sepi. Kerana di tahun kemarin jasa penukaran uang tak sebanyak tahun ini.

"Saya di sini sudah 20 tahunan. Tahun Kemarin lebih ramai, sekarang sepi," keluhnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

Syaiful mengambil keuntungan 5 persen dari setiap transaksi sebesar Rp100 ribu. Tak jarang, sebagian orang pun menawar.

"Kan kalau uang pecahan Rp5 ribu itu 25 ribu untungnya, tapi ada yang nawar jadi 20 ribu. Ya saya kasih," ucap Syaiful.

Dalam sehari, ia menerima Rp3 juta penukaran uang. Pecahannya beragam mulai Rp1.000 hingg Rp20 ribu. (Ade/SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.