Aturan Kantong Plastik Diberlakukan di Surabaya, Pedagang Pasar: Tidak Mungkin
- Penulis : Ade Resty
- | Sabtu, 09 Apr 2022 14:28 WIB
selalu.id - Mulai hari ini, (9/4/2022) Pemerintah Kota Surabaya menerapkan pelarangan kantong plastik sesuai perwali nomor 16 tentang pelarangan penggunaan kantong plastik di toko swalayan, pasar modern, restoran maupun pasar rakyat. Namun beberapa tempat penggunaan kantong plastik masih terlihat.
selalu.id memantau penggunaan kantong plastik di Pasar Wonokromo. Terlihat para pedagang masih menggunakan kantong plastik untuk membungkus belanjaan para pelanggannya, padahal sosialisasi pelarangan sudah digelar satu bulan sebelumnya.
Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
Agung (47), salah satu pedagang Pasar Wonokromo mengaku bahwa memang per 9 April 2022 ini dilarang menggunakan kantong plastik. Namun, para pedagang pasar wonokromo tetap menggunakan kantong plastik.
"Kalau disini pasar tradisional gak pakai kantong yah gak bisa," kata Agung saat ditemui selalu.id, Sabtu (9/4/2022).
Saat ditanya apakah sudah ada sosialisasi dari Pemerintah Kota, Agung mengaku, tidak ada sosialisasi. Namun, beberapa konsumen ada yang bersiniatif menggunakan membawa kantong dari rumah,
Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
"Dari konsumen ada yang inisiatif sendiri," ujarnya.
Agung juga menyampaikan, para pedagang mengaku kesulitan jika tidak menggunakan kantong plastik untuk dagangannya. Sebab, untuk membuat bumbu giling yang berbentuk pasta butuh kantong plastik.
"Kalau ndak menyediakan kantong ya gimana?, seumpama pakai baki dari rumah, bawa pulangnya gimana?," heran Agung.
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Senada dengan Agung, Umi salah satu pedagang Wonokromo protes dengan aturan tanpa kantong plastik. Menurut Umi tidak memungkinkan jual beli di pasar tanpa menggunakan kantong plastik.
"Gak setuju, sepertinya (pelanggan) biasa minta pakai kantong plastik," terangnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi