Rabu, 21 Okt 2026 20:33 WIB

Aturan Kantong Plastik Diberlakukan di Surabaya, Pedagang Pasar: Tidak Mungkin

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 09 Apr 2022 14:28 WIB
Salah satu pedagang buah di Pasar Wonokromo
Salah satu pedagang buah di Pasar Wonokromo

selalu.id - Mulai hari ini, (9/4/2022) Pemerintah Kota Surabaya menerapkan pelarangan kantong plastik sesuai perwali nomor 16 tentang pelarangan penggunaan kantong plastik di toko swalayan, pasar modern, restoran maupun pasar rakyat. Namun beberapa tempat penggunaan kantong plastik masih terlihat.

selalu.id memantau penggunaan kantong plastik di Pasar Wonokromo. Terlihat para pedagang masih menggunakan kantong plastik untuk membungkus belanjaan para pelanggannya, padahal sosialisasi pelarangan sudah digelar satu bulan sebelumnya.

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Agung (47), salah satu pedagang Pasar Wonokromo mengaku bahwa memang per 9 April 2022 ini dilarang menggunakan kantong plastik. Namun, para pedagang pasar wonokromo tetap menggunakan kantong plastik.

"Kalau disini pasar tradisional gak pakai kantong yah gak bisa," kata Agung saat ditemui selalu.id, Sabtu (9/4/2022).

Saat ditanya apakah sudah ada sosialisasi dari Pemerintah Kota, Agung mengaku, tidak ada sosialisasi. Namun, beberapa konsumen ada yang bersiniatif menggunakan membawa kantong dari rumah,

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

"Dari konsumen ada yang inisiatif sendiri," ujarnya.

Agung juga menyampaikan, para pedagang mengaku kesulitan jika tidak menggunakan kantong plastik untuk dagangannya. Sebab, untuk membuat bumbu giling yang berbentuk pasta butuh kantong plastik.

"Kalau ndak menyediakan kantong ya gimana?, seumpama pakai baki dari rumah, bawa pulangnya gimana?," heran Agung.

Baca Juga: Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

Senada dengan Agung, Umi salah satu pedagang Wonokromo protes dengan aturan tanpa kantong plastik. Menurut Umi tidak memungkinkan jual beli di pasar tanpa menggunakan kantong plastik.

"Gak setuju, sepertinya (pelanggan) biasa minta pakai kantong plastik," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).

Aksi Motoran Santri Sidoarjo Kampanyekan Tertib Lalu Lintas Sambut HSN 2026

Tak sekadar konvoi, Motoran Santri membawa pesan “Motor Santun”, yakni ajakan berkendara secara aman, tertib, dan bertanggung jawab. 

Kisah Penjual Peyek di Nganjuk Terancam Kehilangan Rumah atas Utang Mendiang Suami Rp690 Juta

Rumah tinggal Lilik terancam disita dan dilelang oleh BRI Cabang Nganjuk atas klaim utang mendiang suaminya, Puji Astanto, sebesar Rp690 juta.

21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

Tiga orang dilaporkan menjadi korban dan mengalami luka-luka, salah satunya luka robek diduga akibat senjata tajam.