Viral Guru SD di Lumajang Ajari Siswanya Soal Pasangan Sejenis Disorot Warganet
- Penulis : Ade Resty
- | Sabtu, 26 Mar 2022 15:24 WIB
selalu.id - Video Tik Tok seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Lumajang menjadi viral lantaran mengajarkan siswanya tentang kaum Nabi Luth yang notabene penyuka sesama jenis.
Video seorang guru yang bernama Ribut tersebut menjadi perbincangan warganet dan dianggap kurang pantas.
Baca Juga: Bersama BPIP, UNTAG Surabaya Perkuat Kurikulum Pancasila
Dalam video 12 detik tersebut memperlihatkan, Pak Ribu sedang menjelaskan soal kaum Sodom
Dalam video yang ia upload di TikTok dengan nama akun @R_DanceManagement.
Tampak Pak Ribut sedang mengkoreksi ujian muridnya sekaligus menjelaskan soal kaum sodom di zaman Nabi Luth.
" Kaum sodom itu laki-laki suka sama laki-laki, kalau perempuan suka sama perempuan namanya apa ? Lesbi," ujarnya.
Pak Ribut juga menjelaskan kepada muridnya bahwa kaum sodom adalah kaum yang tidak baik. Kaum sodom nantinya akan dilaknat oleh Allah.
"Kaum sodom itu, nanti akan dilaknat sama Allah. Dosanya kalau tidak taubat bisa tidak diampuni sama Allah," ungkapnya.
Baca Juga: Dapur Bergizi Perdana di Sukomanunggal Resmi Beroperasi, Ribuan Pelajar Siap Nikmati MBG
Menanggapi hal ini, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang Agus Salim, mengatakan bahwa apa yang diajarkan oleh pak Ribut sebenarnya baik sudah benar dalam mengajar.
"Yang disampaikan Pak Ribut benar, itu materi pelajaran pembahasan agama. Membahas kaum Nabi Luth. Benar kaum sodom. Dia bagus, dia termasuk guru yang komunikatif," ujarnya, Sabtu (26/3/2022).
Sayangnya, banyak orang yang memotong video tersebut dan menganggap bahwa pak Ribut membicarakan soal seksualitas.
"Yang dilihat itu adalah potongan video, aslinya video tersebut panjang. Dia bagus, karena mengajarkan bahwa kaum sodom itu dilaknat oleh Allah," tutur Agus.
Baca Juga: Kapolda Jatim Ingatkan Warga Tak Viralkan Konten Provokatif: Jangan Membikin Situasi Tidak Kondusif!
Agus menjelaskan bahwa ribut adalah seorang guru di salah satu Sekolah Dasar di Lumajang. Pak Ribut saat ini masih menjadi guru honorer.
"Ngajar kelas 3 SD di daerah Pagawon, saya juga gak terlalu hafal (nama sekolah tempat pak ribut mengajar) dia masih Honorer," pungkasnya.
Saaat ditanya apakah nantinya pak Ribut akan dipanggil, Agus mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada rencana untuk memanggil pak Ribut. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi