Selasa, 21 Jul 2026 14:33 WIB

Bingung Tak Dapat SK, Ibu-ibu Kader di Pengampon Wadul ke Putra Mensos Risma

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 13 Mar 2022 11:38 WIB
Ketua GAS, Fuad Benardi bersama para kader di Pengampon, Surabaya
Ketua GAS, Fuad Benardi bersama para kader di Pengampon, Surabaya

selalu.id - Ketua Gerakan Arek Suroboyo (GAS), Fuad Benardi menerima keluhan dari ibu-ibu kader yang mengaku bingung dan belum mendapat kepastian terkait SK dan Kader Surabaya Hebat.

"Saya terus terang ndak tahu keputusannya seperti apa," ujar Ermalinda salah satu kader di Pengampon, Surabaya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Secara khusus, para kader di Pengampon mengundang Ketua GAS untuk menyampaikan keluhan serta memint saran untuk kegiatan selanjutnya. Pasalnya saat ini mereka belum memahami apakah masih diperbolehkan menangani posyandu, kesehatan dan tugas kader lainnya.

"Kami ini bingung, katanya usianya dibatasi. Kami tidak tercantum dalam SK terus kami ndak boleh lagi membantu warga kampung, gitu ta?," tanya Ermalinda yang diamini oleh kader lainnya.

Ermalinda mengatakan, bahwa dirinya berserta kelompok kader di kampung tersebut bekerja secara ikhlas. Ermalinda mengaku sudah menjalankan tugas kader sosial sejak tahun 1987 dan itu tidak dibayar.

"Kami ini mau bekerja membantu warga, tidak digaji pun tidak masalah, karena inilah hidup bergotong-royong. Tapi, kami takut salah kalau ndak punya SK tetap menjalankan tugas kader," keluhnya.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

Ermalinda mencontohkan, bahwa saat Surabaya dipimpin oleh Wali Kota Tri Rismaharini, para kader hanya diberi tali asih sebesar 28 ribu, dan itu tidak menjadi persoalan, karena bagi mereka kader adalah panggilan jiwa untuk membantu sesama.

"Dulu itu ndak dibayar, malah sering urunan sendiri. Kami tidak masalah dan berjalan dengan baik. Sekarang dibayar, tapi kami malah bingung," bebernya.

Menanggapi hal ini, Ketua GAS, Fuad Benardi yang juga putra sulung Menteri Sosial Tri Rismaharini ini mengaku menampung keluhan para kader dan akan ditanyakan langsung aturan jelas kepada Pemerintah Kota Surabaya.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Kita akan tanyakan. Menurut saya gerakan para ibu-ibu kader ini patut diapresiasi, tak hanya secara finansial, tapi kemudahan dan akses informasi yang jelas. Mereka adalah ujung tombak Pemerintah Kota Surabaya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat," timpal Fuad.

"Saya berharap Pemkot Surabaya memberikan penjelasan yang detail dan dapat dimengerti oleh mereka. Ayo kita bahu-membahu membangun kota tercinta ini dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Saya kira maksud para kader ini baik, dan saya yakin Pemkot Surabaya juga punya tujuan yang baik pula. Mungkin hanya masalah komunikasi. Kita akan coba tanyakan biar jelas," pungkas Fuad. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.