Bingung Tak Dapat SK, Ibu-ibu Kader di Pengampon Wadul ke Putra Mensos Risma
- Penulis : Ade Resty
- | Minggu, 13 Mar 2022 11:38 WIB
selalu.id - Ketua Gerakan Arek Suroboyo (GAS), Fuad Benardi menerima keluhan dari ibu-ibu kader yang mengaku bingung dan belum mendapat kepastian terkait SK dan Kader Surabaya Hebat.
"Saya terus terang ndak tahu keputusannya seperti apa," ujar Ermalinda salah satu kader di Pengampon, Surabaya.
Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
Secara khusus, para kader di Pengampon mengundang Ketua GAS untuk menyampaikan keluhan serta memint saran untuk kegiatan selanjutnya. Pasalnya saat ini mereka belum memahami apakah masih diperbolehkan menangani posyandu, kesehatan dan tugas kader lainnya.
"Kami ini bingung, katanya usianya dibatasi. Kami tidak tercantum dalam SK terus kami ndak boleh lagi membantu warga kampung, gitu ta?," tanya Ermalinda yang diamini oleh kader lainnya.
Ermalinda mengatakan, bahwa dirinya berserta kelompok kader di kampung tersebut bekerja secara ikhlas. Ermalinda mengaku sudah menjalankan tugas kader sosial sejak tahun 1987 dan itu tidak dibayar.
"Kami ini mau bekerja membantu warga, tidak digaji pun tidak masalah, karena inilah hidup bergotong-royong. Tapi, kami takut salah kalau ndak punya SK tetap menjalankan tugas kader," keluhnya.
Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
Ermalinda mencontohkan, bahwa saat Surabaya dipimpin oleh Wali Kota Tri Rismaharini, para kader hanya diberi tali asih sebesar 28 ribu, dan itu tidak menjadi persoalan, karena bagi mereka kader adalah panggilan jiwa untuk membantu sesama.
"Dulu itu ndak dibayar, malah sering urunan sendiri. Kami tidak masalah dan berjalan dengan baik. Sekarang dibayar, tapi kami malah bingung," bebernya.
Menanggapi hal ini, Ketua GAS, Fuad Benardi yang juga putra sulung Menteri Sosial Tri Rismaharini ini mengaku menampung keluhan para kader dan akan ditanyakan langsung aturan jelas kepada Pemerintah Kota Surabaya.
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
"Kita akan tanyakan. Menurut saya gerakan para ibu-ibu kader ini patut diapresiasi, tak hanya secara finansial, tapi kemudahan dan akses informasi yang jelas. Mereka adalah ujung tombak Pemerintah Kota Surabaya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat," timpal Fuad.
"Saya berharap Pemkot Surabaya memberikan penjelasan yang detail dan dapat dimengerti oleh mereka. Ayo kita bahu-membahu membangun kota tercinta ini dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Saya kira maksud para kader ini baik, dan saya yakin Pemkot Surabaya juga punya tujuan yang baik pula. Mungkin hanya masalah komunikasi. Kita akan coba tanyakan biar jelas," pungkas Fuad. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi