Jumat, 04 Sep 2026 15:09 WIB

Bingung Tak Dapat SK, Ibu-ibu Kader di Pengampon Wadul ke Putra Mensos Risma

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 13 Mar 2022 11:38 WIB
Ketua GAS, Fuad Benardi bersama para kader di Pengampon, Surabaya
Ketua GAS, Fuad Benardi bersama para kader di Pengampon, Surabaya

selalu.id - Ketua Gerakan Arek Suroboyo (GAS), Fuad Benardi menerima keluhan dari ibu-ibu kader yang mengaku bingung dan belum mendapat kepastian terkait SK dan Kader Surabaya Hebat.

"Saya terus terang ndak tahu keputusannya seperti apa," ujar Ermalinda salah satu kader di Pengampon, Surabaya.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Secara khusus, para kader di Pengampon mengundang Ketua GAS untuk menyampaikan keluhan serta memint saran untuk kegiatan selanjutnya. Pasalnya saat ini mereka belum memahami apakah masih diperbolehkan menangani posyandu, kesehatan dan tugas kader lainnya.

"Kami ini bingung, katanya usianya dibatasi. Kami tidak tercantum dalam SK terus kami ndak boleh lagi membantu warga kampung, gitu ta?," tanya Ermalinda yang diamini oleh kader lainnya.

Ermalinda mengatakan, bahwa dirinya berserta kelompok kader di kampung tersebut bekerja secara ikhlas. Ermalinda mengaku sudah menjalankan tugas kader sosial sejak tahun 1987 dan itu tidak dibayar.

"Kami ini mau bekerja membantu warga, tidak digaji pun tidak masalah, karena inilah hidup bergotong-royong. Tapi, kami takut salah kalau ndak punya SK tetap menjalankan tugas kader," keluhnya.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Ermalinda mencontohkan, bahwa saat Surabaya dipimpin oleh Wali Kota Tri Rismaharini, para kader hanya diberi tali asih sebesar 28 ribu, dan itu tidak menjadi persoalan, karena bagi mereka kader adalah panggilan jiwa untuk membantu sesama.

"Dulu itu ndak dibayar, malah sering urunan sendiri. Kami tidak masalah dan berjalan dengan baik. Sekarang dibayar, tapi kami malah bingung," bebernya.

Menanggapi hal ini, Ketua GAS, Fuad Benardi yang juga putra sulung Menteri Sosial Tri Rismaharini ini mengaku menampung keluhan para kader dan akan ditanyakan langsung aturan jelas kepada Pemerintah Kota Surabaya.

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

"Kita akan tanyakan. Menurut saya gerakan para ibu-ibu kader ini patut diapresiasi, tak hanya secara finansial, tapi kemudahan dan akses informasi yang jelas. Mereka adalah ujung tombak Pemerintah Kota Surabaya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat," timpal Fuad.

"Saya berharap Pemkot Surabaya memberikan penjelasan yang detail dan dapat dimengerti oleh mereka. Ayo kita bahu-membahu membangun kota tercinta ini dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Saya kira maksud para kader ini baik, dan saya yakin Pemkot Surabaya juga punya tujuan yang baik pula. Mungkin hanya masalah komunikasi. Kita akan coba tanyakan biar jelas," pungkas Fuad. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.