Selasa, 10 Feb 2026 13:26 WIB

Program ASRI Presiden

Wali Kota Mojokerto Tekankan Pentingnya Budaya Gotong Royong

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).

selalu.id - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menekankan pentingnya penguatan budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Hal tersebut disampaikannya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan digelar di tiga wilayah, yakni Kelurahan Blooto, Kelurahan Pulorejo, dan Kelurahan Surodinawan.

Baca Juga: Pesan Khusus Ning Ita pada Insan Pers Dalam Perayaan HPN ke-80 di Mojokerto

Penekanan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait program Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).

Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, menyebut persoalan sampah saat ini telah menjadi isu nasional yang harus ditangani secara serius dan terintegrasi.

Kondisi tersebut diperparah dengan fakta bahwa banyak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Indonesia diproyeksikan mengalami kelebihan kapasitas pada tahun 2028.

“Pak Presiden menegaskan bahwa persoalan sampah ini sangat krusial. Bahkan, diproyeksikan banyak TPA akan mengalami overcapacity pada 2028. Karena itu, pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi dalam penanganannya,” tegas Ning Ita.

Baca Juga: Sate 'Nggarai Tangi' di Pinggiran Sawah Mojokerto, Begini Khasiatnya untuk Pria Dewasa

Ia menjelaskan, Kota Mojokerto telah lebih dahulu membangun budaya kebersihan lingkungan melalui Program Budaya RT Berseri. Program ini dinilai sejalan dengan Indonesia ASRI yang akan diperkuat oleh pemerintah pusat sebagai gerakan nasional berbasis gotong royong.

“Saya sudah mendahului dengan Budaya RT Berseri. Ternyata Pak Presiden akan meluncurkan program ASRI yang fokus pada kebersihan lingkungan dan gotong royong. Ini tentu akan semakin memperkuat gerakan yang sudah kita bangun,” katanya.

Terkait usulan dalam Musrenbang, Ning Ita menegaskan bahwa aspirasi masyarakat harus selaras dengan tema pembangunan daerah, yaitu meningkatkan ketahanan ekonomi dan sosial budaya melalui daya saing sektor unggulan daerah.

Menurutnya, ketahanan tersebut dapat diperkuat melalui pengembangan potensi kelurahan serta penguatan budaya gotong royong.

Baca Juga: Izin Belum Lengkap, Outlet HWG23 di Kota Mojokerto Ditutup

“Musrenbang ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan aspirasi, agar program pembangunan yang disusun benar-benar selaras,” tandas Ning Ita.

Melalui Musrenbang kelurahan ini, Pemerintah Kota Mojokerto mendorong masyarakat menyusun usulan pembangunan yang sejalan dengan tema daerah serta mendukung kebijakan nasional.

Selain penguatan sektor ekonomi, pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan diharapkan menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan daerah ke depan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Potret 25 Terdakwa Kasus Pesta Gay Surabaya saat Jalani Sidang Perdana

Dalam kasus ini, total ada 34 terdakwa yang terbagi dalam beberapa berkas perkara. Sebanyak 25 terdakwa yang disidangkan lebih dulu.

Pemkot Surabaya Seleksi Ketat Penerima Bantuan Rutilahu 2026, Berikut yang Jadi Prioritas

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan, pengetatan kriteria dilakukan agar bantuan sosial benar-benar diterima warga yang paling membutuhkan.

Tolak Pergantian Pj Kades, Warga Patemon Jember Geruduk Kantor Camat Pakusari

Aksi tersebut dipicu lantaran mendengar akan adanya rencana pergantian Penjabat (Pj) Kepala Desa Patemon yang saat ini dijabat Siti Muslihatin.

Arif Fathoni Nilai Adies Kadir Layak Sebagai Hakim MK

Fathoni menilai Adies Kadir memiliki latar belakang yang kuat di bidang hukum dan tumbuh di lingkungan peradilan.

5.012 Anak Surabaya Lolos Administrasi Beasiswa Penghafal Kitab Suci, Berikut Jadwal Tes dan Lokasinya

Peserta yang lolos akan melanjutkan tahap pemberkasan daring, termasuk pengisian rekening atas nama siswa penerima beasiswa.

Momen Haru Gus Yani Kawal Kepulangan 3 Anak PMI Gresik dari Kuala Lumpur

Bagi ketiga anak tersebut, ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan pertemuan pertama dengan kampung halaman.