Kamis, 03 Sep 2026 16:07 WIB

Program ASRI Presiden

Wali Kota Mojokerto Tekankan Pentingnya Budaya Gotong Royong

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).

selalu.id - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menekankan pentingnya penguatan budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Hal tersebut disampaikannya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan digelar di tiga wilayah, yakni Kelurahan Blooto, Kelurahan Pulorejo, dan Kelurahan Surodinawan.

Baca Juga: Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Penekanan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait program Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).

Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, menyebut persoalan sampah saat ini telah menjadi isu nasional yang harus ditangani secara serius dan terintegrasi.

Kondisi tersebut diperparah dengan fakta bahwa banyak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Indonesia diproyeksikan mengalami kelebihan kapasitas pada tahun 2028.

“Pak Presiden menegaskan bahwa persoalan sampah ini sangat krusial. Bahkan, diproyeksikan banyak TPA akan mengalami overcapacity pada 2028. Karena itu, pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi dalam penanganannya,” tegas Ning Ita.

Baca Juga: Pemkab Mojokerto Kucurkan Rp3,2 Miliar untuk Kelompok Tani, Ajak Milenial Tak Gengsi jadi Petani

Ia menjelaskan, Kota Mojokerto telah lebih dahulu membangun budaya kebersihan lingkungan melalui Program Budaya RT Berseri. Program ini dinilai sejalan dengan Indonesia ASRI yang akan diperkuat oleh pemerintah pusat sebagai gerakan nasional berbasis gotong royong.

“Saya sudah mendahului dengan Budaya RT Berseri. Ternyata Pak Presiden akan meluncurkan program ASRI yang fokus pada kebersihan lingkungan dan gotong royong. Ini tentu akan semakin memperkuat gerakan yang sudah kita bangun,” katanya.

Terkait usulan dalam Musrenbang, Ning Ita menegaskan bahwa aspirasi masyarakat harus selaras dengan tema pembangunan daerah, yaitu meningkatkan ketahanan ekonomi dan sosial budaya melalui daya saing sektor unggulan daerah.

Menurutnya, ketahanan tersebut dapat diperkuat melalui pengembangan potensi kelurahan serta penguatan budaya gotong royong.

Baca Juga: Berkat Akses dan Kualitas Kesehatan, Kota Mojokerto Terima Insentif Fiskal 2 Miliar

“Musrenbang ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan aspirasi, agar program pembangunan yang disusun benar-benar selaras,” tandas Ning Ita.

Melalui Musrenbang kelurahan ini, Pemerintah Kota Mojokerto mendorong masyarakat menyusun usulan pembangunan yang sejalan dengan tema daerah serta mendukung kebijakan nasional.

Selain penguatan sektor ekonomi, pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan diharapkan menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan daerah ke depan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Majelis hakim dijadwalkan bakal memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV pada persidangan pekan depan guna mencocokkan fakta lapangan.

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.