Minggu, 01 Nov 2026 17:09 WIB

DPRD Soroti Reklame di Taman Median Jalan Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 05 Feb 2026 07:13 WIB
Penampakan reklame yang dipasang di taman median Jalan Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).
Penampakan reklame yang dipasang di taman median Jalan Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - DPRD Surabaya soroti keberadaan reklame di taman median jalan Surabaya yang dinilai penempatan iklan di ruang terbuka hijau berpotensi merusak estetika kota jika tak diatur ketat, meski di sisi lain diklaim mendongkrak pendapatan daerah.

Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono menilai keberadaan media iklan di ruang terbuka hijau dinilai tidak boleh semata-mata berorientasi pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), tetapi harus tetap menjaga fungsi taman sebagai ruang publik yang nyaman dan estetis.

Baca Juga: Aturan Operasional Pasar Tanjungsari Surabaya Dikeluhkan: Pedagang Tugi, Buah Cepat Busuk

Menurutnya, sejak awal pemanfaatan taman untuk aktivitas ekonomi memang dimungkinkan. Namun, menurutnya, aspek keindahan kota dan fungsi sosial taman tidak boleh dikorbankan.

“Kalau ada unsur ekonomi dan ada benda baru yang masuk ke taman, maka konteks estetika dan edukasi harus menjadi pertimbangan utama,” jelas politisi yang akrab disapa Buleks kepada selalu.id, Kamis (5/2/2026).

Buleks menyoroti sejumlah titik taman median jalan yang justru tampak didominasi reklame.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghilangkan nilai estetika serta merusak identitas taman kota yang selama ini dibangun sebagai ruang hijau sekaligus ruang interaksi warga.

Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono. (Dok. Selalu.id).Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono. (Dok. Selalu.id).

Baca Juga: Siasat Licik Penjual Miras Ilegal di Surabaya Hindari Razia Satpol PP

“Jangan sampai dapat duit, tapi taman rusak. Kalau yang menonjol justru iklannya, itu sudah jauh dari harapan,” tegas Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya tersebut.

Selain soal tampilan visual, Buleks juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan pendapatan dari reklame di ruang terbuka hijau.

Ia meminta perhitungan kontribusi ekonomi dilakukan secara terbuka, mulai dari nilai kontrak, durasi penayangan, jumlah konten, hingga ukuran media reklame.

Menurutnya, penataan reklame termasuk videotron perlu dievaluasi secara menyeluruh. Evaluasi itu tidak hanya menyangkut boleh atau tidaknya iklan dipasang di taman, tetapi juga menyangkut desain, ukuran, titik penempatan, hingga konten iklan agar tetap selaras dengan karakter taman.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

“Evaluasi pola penempatannya penting. Jangan sampai demi kepentingan ekonomi, fungsi dan keindahan taman justru dikorbankan,” jelas Buleks.

Ia juga mengingatkan bahwa masih banyak alternatif lokasi reklame yang tidak bersinggungan langsung dengan ruang hijau, seperti kawasan komersial atau gedung-gedung tinggi.

Di berbagai kota besar dunia, penempatan iklan diatur ketat agar tidak merusak lanskap ruang publik.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Anggaran Logistik Bencana Tembus Rp41 M: DPRD Jatim Tuntut Pangan Bergizi, Jangan Cuma Kenyang

DPRD Jatim mengakui mie instan praktis dan mudah didistribusikan, namun tidak ideal jika menjadi tumpuan utama asupan pangan di masa pengungsian. 

Hasil Pegadaian Championship, De Red FC Bungkam Deltras Sidoarjo 2-0

Bagi Deltras, kekalahan ini makin memperpanjang catatan kelam tanpa kemenangan menjadi empat pertandingan berturut-turut.

Jika Surat Penyetaraan Tidak Sah, Masih Lengkapkah Syarat Pencalonan Gibran?

Pada titik ini perlu dibuat batas yang tegas. Tidak sahnya Surat Keterangan tersebut tidak otomatis berarti Gibran berhenti sebagai Wakil Presiden.

Harga Emas Antam Hari Ini: Jual dan Beli Turun Bunda, Ini Rinciannya 

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia umumnya dipengaruhi oleh harga emas global serta nilai tukar rupiah.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Waspada Orang Kedua, Tapi Keberuntungan dan Uang Masih Oke

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Sah! Hairul Syapril Sholeh Nahkoda Baru IKAPMII Jember 2026–2031

Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan peran IKAPMII dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah