Sabtu, 06 Jun 2026 09:08 WIB

DPRD Soroti Reklame di Taman Median Jalan Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 05 Feb 2026 07:13 WIB
Penampakan reklame yang dipasang di taman median Jalan Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).
Penampakan reklame yang dipasang di taman median Jalan Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - DPRD Surabaya soroti keberadaan reklame di taman median jalan Surabaya yang dinilai penempatan iklan di ruang terbuka hijau berpotensi merusak estetika kota jika tak diatur ketat, meski di sisi lain diklaim mendongkrak pendapatan daerah.

Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono menilai keberadaan media iklan di ruang terbuka hijau dinilai tidak boleh semata-mata berorientasi pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), tetapi harus tetap menjaga fungsi taman sebagai ruang publik yang nyaman dan estetis.

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Menurutnya, sejak awal pemanfaatan taman untuk aktivitas ekonomi memang dimungkinkan. Namun, menurutnya, aspek keindahan kota dan fungsi sosial taman tidak boleh dikorbankan.

“Kalau ada unsur ekonomi dan ada benda baru yang masuk ke taman, maka konteks estetika dan edukasi harus menjadi pertimbangan utama,” jelas politisi yang akrab disapa Buleks kepada selalu.id, Kamis (5/2/2026).

Buleks menyoroti sejumlah titik taman median jalan yang justru tampak didominasi reklame.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghilangkan nilai estetika serta merusak identitas taman kota yang selama ini dibangun sebagai ruang hijau sekaligus ruang interaksi warga.

Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono. (Dok. Selalu.id).Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono. (Dok. Selalu.id).

Baca Juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

“Jangan sampai dapat duit, tapi taman rusak. Kalau yang menonjol justru iklannya, itu sudah jauh dari harapan,” tegas Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya tersebut.

Selain soal tampilan visual, Buleks juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan pendapatan dari reklame di ruang terbuka hijau.

Ia meminta perhitungan kontribusi ekonomi dilakukan secara terbuka, mulai dari nilai kontrak, durasi penayangan, jumlah konten, hingga ukuran media reklame.

Menurutnya, penataan reklame termasuk videotron perlu dievaluasi secara menyeluruh. Evaluasi itu tidak hanya menyangkut boleh atau tidaknya iklan dipasang di taman, tetapi juga menyangkut desain, ukuran, titik penempatan, hingga konten iklan agar tetap selaras dengan karakter taman.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

“Evaluasi pola penempatannya penting. Jangan sampai demi kepentingan ekonomi, fungsi dan keindahan taman justru dikorbankan,” jelas Buleks.

Ia juga mengingatkan bahwa masih banyak alternatif lokasi reklame yang tidak bersinggungan langsung dengan ruang hijau, seperti kawasan komersial atau gedung-gedung tinggi.

Di berbagai kota besar dunia, penempatan iklan diatur ketat agar tidak merusak lanskap ruang publik.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.