Kamis, 04 Jun 2026 06:53 WIB

Daftar Makanan yang Wajib Dihindari saat Musim Hujan, Berikut Risikonya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 04 Feb 2026 20:24 WIB
Ilustrasi hujan. (Dok. Freepik/Istimewa).
Ilustrasi hujan. (Dok. Freepik/Istimewa).

selalu.id - Puncak musim hujan telah tiba. Dalam kondisi ini, tak banyak orang abai terhadap kesehatan.

Padahal, musim hujan dengan tingkat kelembapan tinggi membuat kuman dan bakteri lebih mudah berkembang biak. 

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit, terutama yang berkaitan dengan saluran pencernaan, jika kebersihan makanan tidak terjaga.

Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk tidak sembarangan dalam hal memilih makanan yang akan dikonsumsi.

Perawat dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Firman mengingatkan, selain menjaga daya tahan tubuh, masyarakat juga perlu lebih selektif dalam memilih makanan agar tidak mudah jatuh sakit saat musim hujan.

"Yang pertama perlu dihindari adalah makanan terbuka, yaitu makanan yang disajikan tanpa penutup," kata Firman dikutip dari laman resmi UM Surabaya, Rabu (4/2/2026).

Makanan yang dibiarkan terbuka, terutama di pinggir jalan, sangat berisiko terpapar bakteri dari lalat maupun udara yang tercemar. Menurutnya, bakteri seperti Salmonella, E. coli, dan Listeria kerap ditemukan pada makanan yang terkontaminasi. 

Jika masuk ke dalam tubuh, bakteri tersebut dapat menyebabkan infeksi saluran cerna dengan gejala seperti sakit perut, diare, mual, muntah, hingga penyakit serius seperti tifus.

Jenis makanan kedua yang sebaiknya dihindari adalah makanan mentah atau setengah matang. 

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Firman menjelaskan, makanan yang belum dimasak dengan sempurna memiliki peluang lebih besar membawa bakteri dibandingkan makanan matang.

"Makanan mentah masih memungkinkan banyak bakteri menempel. Jika langsung dikonsumsi, bakteri tersebut ikut masuk ke dalam tubuh dan bisa berkembang biak," jelasnya.

Dalam jangka waktu tertentu, kondisi ini dapat memicu munculnya penyakit. Untuk meminimalkan risiko, Firman menyarankan agar bahan makanan dicuci bersih dengan air mengalir sebelum dimasak, dimasak hingga benar-benar matang, serta selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.

Ketiga, Firman mengingatkan agar tidak berlebihan mengonsumsi gorengan selama musim hujan. Cuaca dingin membuat proses metabolisme tubuh melambat, sehingga tubuh tidak cepat merasa lapar seperti biasanya.

"Dalam kondisi metabolisme menurun, makanan berlemak seperti gorengan akan lebih sulit dicerna," bebernya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Sejumlah penelitian menunjukkan gorengan mengandung lemak jenuh yang berpotensi menumpuk di dalam tubuh, memicu kenaikan berat badan tidak normal hingga obesitas. 

Tak hanya itu, konsumsi gorengan yang terlalu sering juga berisiko bagi kesehatan jantung. Lemak jenuh dapat memicu penyumbatan pembuluh darah yang berujung pada hipertensi, serangan jantung, dan stroke.

"Karena itu, di musim hujan sebaiknya lebih bijak memilih makanan. Perbanyak makanan sehat, bergizi seimbang, dan pastikan kebersihannya," pungkas Firman.

 

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.