Kamis, 05 Feb 2026 14:24 WIB

Ingin Jadi Tukang Bersertifikat? Surabaya Buka Pelatihan Gratis, Catat Tanggalnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 05 Feb 2026 11:57 WIB
Pelatihan Tukang Gratis di Surabaya. (Dok. Istimewa).
Pelatihan Tukang Gratis di Surabaya. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya resmi membuka pendaftaran Pelatihan Tukang Bangunan Gedung Bersertifikat Jenjang 2 mulai 1 Februari 2026.

Program ini ditujukan bagi warga Surabaya yang ingin meningkatkan kompetensi sekaligus memperoleh sertifikasi resmi di bidang konstruksi.

Baca Juga: Pemuda asal Ponorogo Tewas Gantung Diri di Surabaya

Kepala Disperinaker Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan pelatihan tersebut merupakan kelanjutan dari program pemetaan tenaga tukang yang telah dilakukan sejak 2025. “Terkait pelatihan tukang, sebenarnya program ini sudah kami mulai sejak tahun 2025 melalui pemetaan tenaga tukang warga Kota Surabaya. Dari pemetaan itu, tujuan utama kami adalah meningkatkan penyerapan tenaga kerja, baik oleh Pemkot Surabaya maupun oleh perusahaan-perusahaan di luar pemkot,” kata Hebi, Kamis (5/2/2026).

Dari hasil pendataan, tercatat 1.784 tenaga tukang sebagai potensi tenaga kerja lokal. Sebanyak 1.042 orang merupakan hasil pemetaan Disperinaker yang terbagi dalam 63 jenis keahlian, sedangkan 742 orang lainnya dipetakan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya.

Hebi merinci, dari 1.042 tenaga tukang yang dipetakan Disperinaker, terdiri atas 118 kepala tukang, 146 mandor, 331 pembantu tukang, dan 447 tukang sesuai bidang keahlian masing-masing.

Dalam pelaksanaannya, pelatihan dibagi menjadi dua jenjang. Jenjang 1 diperuntukkan bagi tenaga pelaksana, sedangkan Jenjang 2 ditujukan bagi tenaga berpengalaman yang memiliki peran pengawasan.

“Durasi pelatihan Jenjang 2 berlangsung selama tiga hari, terdiri atas dua hari pembekalan materi dan satu hari uji sertifikasi,” jelasnya.

Untuk mengikuti Jenjang 2, peserta diwajibkan melampirkan surat keterangan pengalaman kerja sebagai tukang dari perusahaan atau tempat kerja sebelumnya.

Surat tersebut harus memuat keterangan pengalaman sesuai bidang keahlian, dengan lama kerja yang disesuaikan jenjang pendidikan. Portofolio pekerjaan dapat dilampirkan sebagai pendukung.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Percepat Overlay Jalan yang Rawan Genangan saat Hujan

Sementara itu, bagi peserta Jenjang 1, persyaratan dinilai lebih sederhana dan tidak mewajibkan portofolio. Bagi pekerja harian lepas yang kesulitan memperoleh surat pengalaman kerja, disediakan alternatif sertifikasi kompetensi tingkat dasar.

“Untuk tahap pertama, pendaftaran difokuskan pada dua kategori, yakni sertifikasi kompetensi tukang bangunan gedung dan sertifikasi kompetensi pemasangan bata,” beber Hebi.

Ia menambahkan, ke depan jenis sertifikasi akan dikembangkan bertahap sesuai kebutuhan lapangan.

“Ke depan, jenis sertifikasi kompetensi tersebut akan dikembangkan secara bertahap sesuai kebutuhan lapangan, seperti pemasangan galvalum, instalasi listrik, hingga pekerjaan pasangan batu kali,” katanya.

Baca Juga: DPRD Soroti Reklame di Taman Median Jalan Surabaya

Menurut Hebi, sertifikasi kompetensi menjadi bekal penting agar tenaga tukang memiliki daya saing lebih tinggi di pasar kerja.

“Setelah mengikuti pelatihan atau sertifikasi kompetensi serta memperoleh sertifikat, para peserta memiliki bekal untuk mempromosikan diri, baik kepada perusahaan maupun untuk terlibat langsung dalam program pembangunan fisik yang dilaksanakan oleh Pemkot Surabaya,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan program, Disperinaker juga menggandeng BAZNAS melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Harapan kami, dengan adanya pelatihan dan sertifikasi ini, para tukang semakin berdaya saing, memiliki peluang kerja yang lebih luas, serta bisa menjadi prioritas dalam penyerapan tenaga kerja lokal,” pungkas Hebi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pengadaan Laptop Pesantren Diduga Ada Kejanggalan, Inspektorat Jatim Dinilai Lamban Bertindak

Zahdi menyampaikan lambannya respons Inspektorat bertolak belakang dengan komitmen Gubernur Jatim yang sedang belakangan menggencarkan birokrokrasi.

Wali Kota Mojokerto Tekankan Pentingnya Budaya Gotong Royong

Ning Ita menyebut persoalan sampah saat ini telah menjadi isu nasional yang harus ditangani secara serius dan terintegrasi.

Pelindo Regional 3 Gelar Lomba Reels dan Fotografi Berhadiah Jutaan Rupiah

Mengusung tema “Safety is Start From Me!” ajang ini digelar sebagai upaya memperkuat budaya keselamatan kerja.

Bantahan Tim Hukum Terlapor dalam Dugaan Penyalahgunaan Dana Gereja GBI TOC Surabaya

Kasus ini sendiri telah masuk ke ranah kepolisian, setelah Ir Peter Putero, melaporkan Pendeta Samuel ke Polda Jatim.

Kejati Jatim Tahan Direktur PT BJS dalam Kasus Korupsi Dana Pendidikan

Perbuatan tersangka bersama-sama dengan tersangka lain mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp157 miliar.

OTT KPK Hari Ini: Satu di Banjarmasin, Satunya Bea Cukai Jakarta

Dari kedua kasus tersebut, KPK belum merincikan siapa saja pihak yang diamankan dan detail konstruksi perkara.