Sabtu, 06 Jun 2026 07:04 WIB

Ingin Jadi Tukang Bersertifikat? Surabaya Buka Pelatihan Gratis, Catat Tanggalnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 05 Feb 2026 11:57 WIB
Pelatihan Tukang Gratis di Surabaya. (Dok. Istimewa).
Pelatihan Tukang Gratis di Surabaya. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya resmi membuka pendaftaran Pelatihan Tukang Bangunan Gedung Bersertifikat Jenjang 2 mulai 1 Februari 2026.

Program ini ditujukan bagi warga Surabaya yang ingin meningkatkan kompetensi sekaligus memperoleh sertifikasi resmi di bidang konstruksi.

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Kepala Disperinaker Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan pelatihan tersebut merupakan kelanjutan dari program pemetaan tenaga tukang yang telah dilakukan sejak 2025. “Terkait pelatihan tukang, sebenarnya program ini sudah kami mulai sejak tahun 2025 melalui pemetaan tenaga tukang warga Kota Surabaya. Dari pemetaan itu, tujuan utama kami adalah meningkatkan penyerapan tenaga kerja, baik oleh Pemkot Surabaya maupun oleh perusahaan-perusahaan di luar pemkot,” kata Hebi, Kamis (5/2/2026).

Dari hasil pendataan, tercatat 1.784 tenaga tukang sebagai potensi tenaga kerja lokal. Sebanyak 1.042 orang merupakan hasil pemetaan Disperinaker yang terbagi dalam 63 jenis keahlian, sedangkan 742 orang lainnya dipetakan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya.

Hebi merinci, dari 1.042 tenaga tukang yang dipetakan Disperinaker, terdiri atas 118 kepala tukang, 146 mandor, 331 pembantu tukang, dan 447 tukang sesuai bidang keahlian masing-masing.

Dalam pelaksanaannya, pelatihan dibagi menjadi dua jenjang. Jenjang 1 diperuntukkan bagi tenaga pelaksana, sedangkan Jenjang 2 ditujukan bagi tenaga berpengalaman yang memiliki peran pengawasan.

“Durasi pelatihan Jenjang 2 berlangsung selama tiga hari, terdiri atas dua hari pembekalan materi dan satu hari uji sertifikasi,” jelasnya.

Untuk mengikuti Jenjang 2, peserta diwajibkan melampirkan surat keterangan pengalaman kerja sebagai tukang dari perusahaan atau tempat kerja sebelumnya.

Surat tersebut harus memuat keterangan pengalaman sesuai bidang keahlian, dengan lama kerja yang disesuaikan jenjang pendidikan. Portofolio pekerjaan dapat dilampirkan sebagai pendukung.

Baca Juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Sementara itu, bagi peserta Jenjang 1, persyaratan dinilai lebih sederhana dan tidak mewajibkan portofolio. Bagi pekerja harian lepas yang kesulitan memperoleh surat pengalaman kerja, disediakan alternatif sertifikasi kompetensi tingkat dasar.

“Untuk tahap pertama, pendaftaran difokuskan pada dua kategori, yakni sertifikasi kompetensi tukang bangunan gedung dan sertifikasi kompetensi pemasangan bata,” beber Hebi.

Ia menambahkan, ke depan jenis sertifikasi akan dikembangkan bertahap sesuai kebutuhan lapangan.

“Ke depan, jenis sertifikasi kompetensi tersebut akan dikembangkan secara bertahap sesuai kebutuhan lapangan, seperti pemasangan galvalum, instalasi listrik, hingga pekerjaan pasangan batu kali,” katanya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

Menurut Hebi, sertifikasi kompetensi menjadi bekal penting agar tenaga tukang memiliki daya saing lebih tinggi di pasar kerja.

“Setelah mengikuti pelatihan atau sertifikasi kompetensi serta memperoleh sertifikat, para peserta memiliki bekal untuk mempromosikan diri, baik kepada perusahaan maupun untuk terlibat langsung dalam program pembangunan fisik yang dilaksanakan oleh Pemkot Surabaya,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan program, Disperinaker juga menggandeng BAZNAS melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Harapan kami, dengan adanya pelatihan dan sertifikasi ini, para tukang semakin berdaya saing, memiliki peluang kerja yang lebih luas, serta bisa menjadi prioritas dalam penyerapan tenaga kerja lokal,” pungkas Hebi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.