Selasa, 21 Jul 2026 02:22 WIB

Begini Tanggapan Mensos Risma Soal Pria Marah di Lokasi Gempa Pasaman Barat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 01 Mar 2022 20:06 WIB
Screenshoot pria marah-marah kepada Mensos Risma
Screenshoot pria marah-marah kepada Mensos Risma

selalu.id - Sebuah video pengusiran Menteri Sosial Tri Rismaharini oleh seorang pria saat mengunjungi lokasi terdampak gempa di Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat,Sumatera Barat yang viral disebutkan karena pencitraan dibantah oleh Mensos Risma. Menurutnya itu hanya salah paham saja.

Diketahui beredar video yang menjadi viral seorang pria marah-marah kepada Mensos Risma saat mengunjungi lokasi gempa di sumatera Barat, pada Sabtu (26/2/2022). Pria tersebut marah dan berkata "Tidak usah dikunjungi daerah kami," ujarnya dengan ada tinggi.

Baca Juga: Usai Pertamina Klarifikasi Viral Nota BBM, Netizen: Subsidi Pertamax Aja

Kepada selalu.id, Mensos Risma mengatakan, bahwa kemarahan pria dalam video tersebut lantaran panik karena daerahnya belum mendapat kunjungan dan merasa tidak diperhatikan.

"Hanya salah paham saja, dia itu minta daerahnya dikunjungi," ujar Risma tanpa merinci desa tempat tinggal pria dalam video tersebut.

Risma mengatakan, bahwa kunjungannya tersebut dilakukan secara estafet dan bergantian berdasar kebutuhan bantuan masing-masing daerah terdampak gempa.

Baca Juga: Setelah Cek Nota Pembelian BBM, Netizen Sadari Harga Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax

"Kan tidak semua bisa didatangi. Skala prioritas, tapi bantuan saya pastikan tersalurkan seluruhnya kepada warga terdampak di semua lokasi," imbuhnya.

Saat ditanya apakah dirinya tersulut emosi atas kemarahan salah satu warga tersebut, Risma mengaku memaklumi dan memahami kondisi psikologis warga tersebut. Menurutnya jika tidak dalam suasana bencana perilakunya mungkin berbeda.

"Tidak lah (marah), saya paham betul warga di sana panik dan membutuhkan bantuan segera. Mereka adalah korban bencana, jadi kita harus bisa memaklumi," imbuhnya.

Baca Juga: Viral Lansia Gasak Tiang Rambu Dishub di Surabaya, Ditangkap Usai Kabur ke Lamongan

Sebagai seorang pejabat negara dan membawa bantuan, apakah Risma tidak merasa tersinggung dengan perlakuan seorang warga yang dianggap tidak sopan dan berpotensi terjerat hukum tersebut, dengan tegas Risma menjawab tidak.

"Ini sudah resiko pekerjaan. Yang kita hadapi adalah para korban yang panik, bingung dan berduka. Mereka adalah masyarakat dan tugas pemerintah adalah merangkul dan mengayomi mereka. Jadi tidak usah diperbesar lah kejadian itu. Sepenuhnya saya memaklumi dan memahami kondisi psikologis mereka," pungkas Risma. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.