Selasa, 03 Feb 2026 05:23 WIB

Begini Tanggapan Mensos Risma Soal Pria Marah di Lokasi Gempa Pasaman Barat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 01 Mar 2022 20:06 WIB
Screenshoot pria marah-marah kepada Mensos Risma
Screenshoot pria marah-marah kepada Mensos Risma

selalu.id - Sebuah video pengusiran Menteri Sosial Tri Rismaharini oleh seorang pria saat mengunjungi lokasi terdampak gempa di Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat,Sumatera Barat yang viral disebutkan karena pencitraan dibantah oleh Mensos Risma. Menurutnya itu hanya salah paham saja.

Diketahui beredar video yang menjadi viral seorang pria marah-marah kepada Mensos Risma saat mengunjungi lokasi gempa di sumatera Barat, pada Sabtu (26/2/2022). Pria tersebut marah dan berkata "Tidak usah dikunjungi daerah kami," ujarnya dengan ada tinggi.

Baca Juga: Kapolda Jatim Ingatkan Warga Tak Viralkan Konten Provokatif: Jangan Membikin Situasi Tidak Kondusif!

Kepada selalu.id, Mensos Risma mengatakan, bahwa kemarahan pria dalam video tersebut lantaran panik karena daerahnya belum mendapat kunjungan dan merasa tidak diperhatikan.

"Hanya salah paham saja, dia itu minta daerahnya dikunjungi," ujar Risma tanpa merinci desa tempat tinggal pria dalam video tersebut.

Risma mengatakan, bahwa kunjungannya tersebut dilakukan secara estafet dan bergantian berdasar kebutuhan bantuan masing-masing daerah terdampak gempa.

Baca Juga: Video Jenazah Kakek Ahwa Viral, RT–RW Pastikan Bukan Pengusiran

"Kan tidak semua bisa didatangi. Skala prioritas, tapi bantuan saya pastikan tersalurkan seluruhnya kepada warga terdampak di semua lokasi," imbuhnya.

Saat ditanya apakah dirinya tersulut emosi atas kemarahan salah satu warga tersebut, Risma mengaku memaklumi dan memahami kondisi psikologis warga tersebut. Menurutnya jika tidak dalam suasana bencana perilakunya mungkin berbeda.

"Tidak lah (marah), saya paham betul warga di sana panik dan membutuhkan bantuan segera. Mereka adalah korban bencana, jadi kita harus bisa memaklumi," imbuhnya.

Baca Juga: Penghancuran Paksa Rumah Nenek Elina, Polda Jatim Segera Tetapkan Tersangka

Sebagai seorang pejabat negara dan membawa bantuan, apakah Risma tidak merasa tersinggung dengan perlakuan seorang warga yang dianggap tidak sopan dan berpotensi terjerat hukum tersebut, dengan tegas Risma menjawab tidak.

"Ini sudah resiko pekerjaan. Yang kita hadapi adalah para korban yang panik, bingung dan berduka. Mereka adalah masyarakat dan tugas pemerintah adalah merangkul dan mengayomi mereka. Jadi tidak usah diperbesar lah kejadian itu. Sepenuhnya saya memaklumi dan memahami kondisi psikologis mereka," pungkas Risma. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.