Kamis, 08 Okt 2026 03:11 WIB

Begini Tanggapan Mensos Risma Soal Pria Marah di Lokasi Gempa Pasaman Barat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 01 Mar 2022 20:06 WIB
Screenshoot pria marah-marah kepada Mensos Risma
Screenshoot pria marah-marah kepada Mensos Risma

selalu.id - Sebuah video pengusiran Menteri Sosial Tri Rismaharini oleh seorang pria saat mengunjungi lokasi terdampak gempa di Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat,Sumatera Barat yang viral disebutkan karena pencitraan dibantah oleh Mensos Risma. Menurutnya itu hanya salah paham saja.

Diketahui beredar video yang menjadi viral seorang pria marah-marah kepada Mensos Risma saat mengunjungi lokasi gempa di sumatera Barat, pada Sabtu (26/2/2022). Pria tersebut marah dan berkata "Tidak usah dikunjungi daerah kami," ujarnya dengan ada tinggi.

Baca Juga: Heboh! Ada Lubang Hitam Muncul di Google Maps, Berikut Faktanya

Kepada selalu.id, Mensos Risma mengatakan, bahwa kemarahan pria dalam video tersebut lantaran panik karena daerahnya belum mendapat kunjungan dan merasa tidak diperhatikan.

"Hanya salah paham saja, dia itu minta daerahnya dikunjungi," ujar Risma tanpa merinci desa tempat tinggal pria dalam video tersebut.

Risma mengatakan, bahwa kunjungannya tersebut dilakukan secara estafet dan bergantian berdasar kebutuhan bantuan masing-masing daerah terdampak gempa.

Baca Juga: Bupati Probolinggo Sidak RSUD Waluyo Jati Kraksaan Usai Viral Video Pasien Terlantar Hingga Meninggal

"Kan tidak semua bisa didatangi. Skala prioritas, tapi bantuan saya pastikan tersalurkan seluruhnya kepada warga terdampak di semua lokasi," imbuhnya.

Saat ditanya apakah dirinya tersulut emosi atas kemarahan salah satu warga tersebut, Risma mengaku memaklumi dan memahami kondisi psikologis warga tersebut. Menurutnya jika tidak dalam suasana bencana perilakunya mungkin berbeda.

"Tidak lah (marah), saya paham betul warga di sana panik dan membutuhkan bantuan segera. Mereka adalah korban bencana, jadi kita harus bisa memaklumi," imbuhnya.

Baca Juga: Lhuk, Pria Bertato di TikTok Ini Tantang Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi 

Sebagai seorang pejabat negara dan membawa bantuan, apakah Risma tidak merasa tersinggung dengan perlakuan seorang warga yang dianggap tidak sopan dan berpotensi terjerat hukum tersebut, dengan tegas Risma menjawab tidak.

"Ini sudah resiko pekerjaan. Yang kita hadapi adalah para korban yang panik, bingung dan berduka. Mereka adalah masyarakat dan tugas pemerintah adalah merangkul dan mengayomi mereka. Jadi tidak usah diperbesar lah kejadian itu. Sepenuhnya saya memaklumi dan memahami kondisi psikologis mereka," pungkas Risma. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Momen Siswa MI Surabaya Suarakan Bahaya Tergerusnya Budaya di Era Digital

Pentas ini ini tidak sekadar jadi pelengkap kemeriahan tradisi tahunan Sedekah Bumi Lidah Wetan, Surabaya tetapi mampu menjadi pengingat bagi generasi penerus.

Jawaban Santai Wapres Gibran soal Putusan MK dalam Kasus Ijazah

Diketahui, sidang MK pada Selasa (6/10/2026) menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan yang menunjukkan Gibran memiliki ijazah setingkat SMA di luar negeri.

Aturan Baru Sound Horeg di Sidoarjo

DPRD Sidoarjo menegaskan pembahasan ini tidak ditujukan untuk menghapus keberadaan sound horeg, melainkan menyelaraskan kebijakan demi kebaikan bersama.

Bawa Ayam Krispi Isi Sabu ke Lapas Porong, Nenek asal Surabaya Diamankan

Total narkoba jenis sabu yang disita dari dalam ayam goreng krispi itu seberat 17,11 gram. Sabu itu merupakan pesanan dari napi di dalam Lapas Porong.

Tim Tabur Gabungan Ringkus Buronan Rp60 Miliar Oktavanus Katili di Gorontalo

Langkah eksekusi ini dilakukan untuk menjalankan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 1986/K.Pid.Sus/2018 yang telah berkekuatan hukum tetap.

Bupati Cup Atletik Jember Digelar, Ribuan Bakat Muda Dibidik Masuk Radar Prestasi

Ajang ini ditargetkan jadi langkah awal menemukan talenta baru sekaligus membangun ekosistem atletik Jember untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.