Jumat, 05 Jun 2026 05:04 WIB

Begini Tanggapan Mensos Risma Soal Pria Marah di Lokasi Gempa Pasaman Barat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 01 Mar 2022 20:06 WIB
Screenshoot pria marah-marah kepada Mensos Risma
Screenshoot pria marah-marah kepada Mensos Risma

selalu.id - Sebuah video pengusiran Menteri Sosial Tri Rismaharini oleh seorang pria saat mengunjungi lokasi terdampak gempa di Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat,Sumatera Barat yang viral disebutkan karena pencitraan dibantah oleh Mensos Risma. Menurutnya itu hanya salah paham saja.

Diketahui beredar video yang menjadi viral seorang pria marah-marah kepada Mensos Risma saat mengunjungi lokasi gempa di sumatera Barat, pada Sabtu (26/2/2022). Pria tersebut marah dan berkata "Tidak usah dikunjungi daerah kami," ujarnya dengan ada tinggi.

Baca Juga: Demi Konten, Empat Remaja Kebut Kebutan di Jalan Tol Mojo

Kepada selalu.id, Mensos Risma mengatakan, bahwa kemarahan pria dalam video tersebut lantaran panik karena daerahnya belum mendapat kunjungan dan merasa tidak diperhatikan.

"Hanya salah paham saja, dia itu minta daerahnya dikunjungi," ujar Risma tanpa merinci desa tempat tinggal pria dalam video tersebut.

Risma mengatakan, bahwa kunjungannya tersebut dilakukan secara estafet dan bergantian berdasar kebutuhan bantuan masing-masing daerah terdampak gempa.

Baca Juga: Viral! Pedagang di Kodam Surabaya Pamer Kekayaan, Warganet: Mungkin dia CEO yang Menyamar

"Kan tidak semua bisa didatangi. Skala prioritas, tapi bantuan saya pastikan tersalurkan seluruhnya kepada warga terdampak di semua lokasi," imbuhnya.

Saat ditanya apakah dirinya tersulut emosi atas kemarahan salah satu warga tersebut, Risma mengaku memaklumi dan memahami kondisi psikologis warga tersebut. Menurutnya jika tidak dalam suasana bencana perilakunya mungkin berbeda.

"Tidak lah (marah), saya paham betul warga di sana panik dan membutuhkan bantuan segera. Mereka adalah korban bencana, jadi kita harus bisa memaklumi," imbuhnya.

Baca Juga: Pengamat Sebut Eri Cahyadi Masih Sulit Tandingi Tri Rismaharini

Sebagai seorang pejabat negara dan membawa bantuan, apakah Risma tidak merasa tersinggung dengan perlakuan seorang warga yang dianggap tidak sopan dan berpotensi terjerat hukum tersebut, dengan tegas Risma menjawab tidak.

"Ini sudah resiko pekerjaan. Yang kita hadapi adalah para korban yang panik, bingung dan berduka. Mereka adalah masyarakat dan tugas pemerintah adalah merangkul dan mengayomi mereka. Jadi tidak usah diperbesar lah kejadian itu. Sepenuhnya saya memaklumi dan memahami kondisi psikologis mereka," pungkas Risma. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.