Minggu, 01 Feb 2026 10:18 WIB

Libatkan LKPP dan ITS, Surabaya Konsolidasikan Pengadaan Semen untuk Proyek 2026

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 29 Jan 2026 12:32 WIB
Foto: Kepala BPBJAP Kota Surabaya, Aly Murtadlo
Foto: Kepala BPBJAP Kota Surabaya, Aly Murtadlo

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai menyiapkan kebutuhan proyek infrastruktur tahun 2026 dari sisi hulu. Salah satunya melalui konsolidasi pengadaan bahan material konstruksi berupa semen yang diumumkan secara terbuka kepada pelaku usaha.

 

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemkot memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa, sekaligus membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi prinsipal, pabrikan, produsen, hingga penyedia material konstruksi yang memenuhi kualifikasi.

 

Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa dan Administrasi Pembangunan (BPBJAP) Kota Surabaya, Aly Murtadlo, mengatakan paket tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan material strategis penunjang pembangunan infrastruktur kota pada Tahun Anggaran (TA) 2026.

 

“Paket pengadaan ini mencakup penyediaan material konstruksi berupa semen yang telah ditetapkan sesuai spesifikasi teknis,” ujar Aly, Rabu (28/1/2026).

 

Ia menjelaskan, seluruh pembiayaan pengadaan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya TA 2026. Dalam prosesnya, penyusunan konsolidasi pengadaan mendapat pendampingan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

 

Selain itu, pemkot juga melibatkan tenaga ahli sipil dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk memastikan kesesuaian teknis dan kebutuhan riil di lapangan.

 

“Pendampingan ini dilakukan agar seluruh tahapan konsolidasi berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, berbasis data kebutuhan riil, serta mengedepankan prinsip efisiensi, efektivitas, dan transparansi,” jelasnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Siagakan 97 Mobil PMK hingga Robot Khusus untuk Hadapi Bencana Alam

 

Menurut Aly, langkah ini diharapkan membuat proses pengadaan lebih terukur dan akuntabel, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembangunan infrastruktur di Surabaya pada 2026 mendatang.

 

Proses pengadaan dijadwalkan berlangsung melalui Bagian Pengadaan Barang/Jasa dan Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Surabaya. Informasi lengkap terkait pengumuman konsolidasi pengadaan dapat diakses melalui portal resmi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Kota Surabaya.

 

Pemkot juga menyediakan dokumen pemilihan yang memuat jadwal kegiatan, persyaratan, serta pedoman pelaksanaan bagi calon peserta. Dokumen tersebut dapat diunduh sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Pembatasan HP di Sekolah Surabaya Berdampak Positif: Bullying Turun, Kepercayaan Meningkat

 

Adapun jadwal pengumuman dan pengunduhan dokumen pemilihan beserta spesifikasi teknis berlangsung pada 22–28 Januari 2026. Sementara pemasukan atau unggah dokumen penawaran dijadwalkan pada 28 Januari hingga 3 Februari 2026.

 

Aly berharap konsolidasi ini mampu menjaring penyedia yang kompeten dan profesional guna mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur Kota Surabaya.

 

“Kami mengundang seluruh prinsipal, pabrikan, produsen, serta penyedia material konstruksi yang memenuhi kualifikasi untuk berpartisipasi,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Keberuntungan Disemua Bintang, Mulai Karier hingga Percintaan

Ramalan seputar keuangan, karier dan jodoh, seluruh zodiak untuk hari ini juga diulas lengkap oleh astrotalk. Cek segera.

DPC PDIP Magetan Buka Rekrutmen Anggota Baru, Sasar Generasi Muda

Menurut Diana Sasa, rekrutmen ini memberikan beragam pilihan jalur pengabdian melalui organisasi sayap dan badan partai yang ada.

Angin Kencang di Mojokerto Rusak 4 Rumah dan Tumbangkan Pohon Bikin Macet

Hingga saat ini, petugas gabungan masih melakukan penanganan pohon tumbang dan mendata jumlah pasti rumah warga yang terdampak.

Kisah Kelam Pasutri Hidup Mewah di Jakarta: Sering Foya-foya, Endingnya di Penjara

Mereka dikenal sebagai pasangan tajir yang kerap menghabiskan malam di pusat hiburan elit seperti Societeit Harmoni, tempat berkumpul kalangan bangsawan.

Waspada! Modus Penipuan Online di Tahun 2026 Makin Canggih, Jangan Lengah

Juan Andres Guerrero-Saade dari SentinelOne menyebut kondisi ini sebagai "gunung es" yang luput dari perhatian industri AI global.

Momen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang

Ning Ita berkomitmen untuk memperluas kolaborasi dengan Pemerintah Pusat, masyarakat, mitra Jepang, Rekosistem, serta sektor swasta.