Kamis, 22 Okt 2026 22:57 WIB

Libatkan LKPP dan ITS, Surabaya Konsolidasikan Pengadaan Semen untuk Proyek 2026

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 29 Jan 2026 12:32 WIB
Foto: Kepala BPBJAP Kota Surabaya, Aly Murtadlo
Foto: Kepala BPBJAP Kota Surabaya, Aly Murtadlo

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai menyiapkan kebutuhan proyek infrastruktur tahun 2026 dari sisi hulu. Salah satunya melalui konsolidasi pengadaan bahan material konstruksi berupa semen yang diumumkan secara terbuka kepada pelaku usaha.

 

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemkot memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa, sekaligus membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi prinsipal, pabrikan, produsen, hingga penyedia material konstruksi yang memenuhi kualifikasi.

 

Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa dan Administrasi Pembangunan (BPBJAP) Kota Surabaya, Aly Murtadlo, mengatakan paket tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan material strategis penunjang pembangunan infrastruktur kota pada Tahun Anggaran (TA) 2026.

 

“Paket pengadaan ini mencakup penyediaan material konstruksi berupa semen yang telah ditetapkan sesuai spesifikasi teknis,” ujar Aly, Rabu (28/1/2026).

 

Ia menjelaskan, seluruh pembiayaan pengadaan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya TA 2026. Dalam prosesnya, penyusunan konsolidasi pengadaan mendapat pendampingan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

 

Selain itu, pemkot juga melibatkan tenaga ahli sipil dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk memastikan kesesuaian teknis dan kebutuhan riil di lapangan.

 

“Pendampingan ini dilakukan agar seluruh tahapan konsolidasi berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, berbasis data kebutuhan riil, serta mengedepankan prinsip efisiensi, efektivitas, dan transparansi,” jelasnya.

Baca Juga: Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

 

Menurut Aly, langkah ini diharapkan membuat proses pengadaan lebih terukur dan akuntabel, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembangunan infrastruktur di Surabaya pada 2026 mendatang.

 

Proses pengadaan dijadwalkan berlangsung melalui Bagian Pengadaan Barang/Jasa dan Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Surabaya. Informasi lengkap terkait pengumuman konsolidasi pengadaan dapat diakses melalui portal resmi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Kota Surabaya.

 

Pemkot juga menyediakan dokumen pemilihan yang memuat jadwal kegiatan, persyaratan, serta pedoman pelaksanaan bagi calon peserta. Dokumen tersebut dapat diunduh sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

 

Adapun jadwal pengumuman dan pengunduhan dokumen pemilihan beserta spesifikasi teknis berlangsung pada 22–28 Januari 2026. Sementara pemasukan atau unggah dokumen penawaran dijadwalkan pada 28 Januari hingga 3 Februari 2026.

 

Aly berharap konsolidasi ini mampu menjaring penyedia yang kompeten dan profesional guna mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur Kota Surabaya.

 

“Kami mengundang seluruh prinsipal, pabrikan, produsen, serta penyedia material konstruksi yang memenuhi kualifikasi untuk berpartisipasi,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir cukup besar.

Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pembuat Onar saat Demo di Grahadi Surabaya

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti cairan tiner, minuman keras jenis arak, senjata keling (knuckle), hingga beberapa telepon seluler.

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.