Wali Kota Eri Sebut Jalan Radio Road Lontar Tuntas Maret 2026, Bakal Bisa Lewati April Nanti
- Penulis : Ade Resty
- | Selasa, 27 Jan 2026 11:41 WIB
selalu.id - Pembangunan Radial Road Lontar di Surabaya Barat memasuki tahap akhir. Jalan penghubung baru ini diproyeksikan menjadi akses alternatif yang dapat mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus mendukung sistem pengendalian banjir di kawasan tersebut.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Buka Pendaftaran Paskibraka 2026, Ini Syaratnya bagi Pelajar Kelas X
Saat ini, pengerjaan pengaspalan telah dilakukan di dua sisi jalan. Bagian tengah trase yang sebelumnya terhambat persoalan lahan juga telah dinyatakan tuntas pada akhir 2025, sehingga konstruksi dapat dilanjutkan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa setelah pembebasan lahan rampung, tahapan berikutnya adalah pembangunan jembatan di atas bozem yang berada di tengah jalur.
“Di tengah ada bozem besar yang berfungsi menahan air agar kawasan Lontar tidak mudah banjir. Jalan akan tetap tersambung, tetapi konstruksinya berupa jembatan di atas bozem,” ujar Eri, Selasa (27/1/2026).
Baca Juga: Dispendik Surabaya Buka Seleksi Dewan Pendidikan 2026–2030, Ini Jadwal dan Syaratnya
Keberadaan bozem tersebut tetap dipertahankan karena menjadi bagian penting dari sistem drainase kawasan Surabaya Barat. Dengan desain itu, infrastruktur jalan dan fungsi pengendali banjir bisa berjalan beriringan.
Pemerintah Kota Surabaya menargetkan pekerjaan fisik utama rampung pada Maret 2026. Setelah itu, jalan diharapkan sudah bisa dilalui kendaraan.
Baca Juga: Lebaran Idul Fitri Tahun Ini, Penjahit Padat Karya Surabaya Cairkan Tabungan Rp50,4 Juta
Sebelumnya, proyek ini sempat ditargetkan selesai pada akhir 2025. Namun, penyelesaian lahan di bagian tengah trase membuat jadwal mundur.
Jika telah beroperasi penuh, Radial Road Lontar diharapkan menjadi jalur alternatif baru bagi warga Surabaya Barat, terutama untuk mengurangi beban lalu lintas di jalan-jalan utama sekitar Lontar dan sekitarnya. Selain membuka konektivitas kawasan, proyek ini juga dirancang tetap selaras dengan infrastruktur pengendalian banjir yang sudah ada.
Editor : Ading